advertorial

Menstruasi Bukan Lagi Hal Tabu untuk Dimengerti

advertorial 26 Jul 2017
Ilustrasi Sekolah (Foto: Dok Betadine) Ilustrasi Sekolah (Foto: Dok Betadine)
Jakarta - Bun pasti pernah punya pengalaman anak gadis Bunda uringan-uringan atau kram perut karena Red Days/ menstruasi? Sampai akhirnya mogok masuk sekolah

Kejadian seperti ini ternyata sering terjadi lho Bun. Bahkan, UNICEF menemukan bahwa pada 2015 di Indonesia, 1 dari 6 anak perempuan terpaksa tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih, pada saat Red Days.

Tahu nggak Bun, selain karena nyeri dan kram perut, anak-anak perempuan biasanya malas sekolah karena malas ganti pembalut di WC sekolah yang kotor. Apalagi WC sekolah juga susah air bersih. Padahal seharusnya, ganti pembalut itu harus dilakukan setiap 3 – 4 jam sekali.

Anak-anak perempuan juga yang tiba-tiba 'dapet' di sekolah suka susah mendapat pembalut. Mereka juga kadang bingung di mana harus membuang pembalut, ditambah mitos – mitos mengenai pembalut yang sampai saat ini masih dipercaya.

Di sekolah, anak-anak perempuan yang mens juga sering di-bully sama teman laki-lakinya. Pas jam olahraga, biasanya anak-anak perempuan juga malas ikutan karena takut bocor.

Sederet masalah ini bikin anak perempuan malas ke sekolah saat Red Days. Makanya Bun perlu tuh perhatikan kondisi sekolah putri Bunda.

Apa sekolah putri Bunda ada Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM). Kalau belum ada perlu Bunda kasih saran untuk menggalakkannya, termasuk pengadaan pembalut atau antiseptik kewanitaan yang sebenarnya harus digunakan pada saat Red Days.

Apalagi jika kesibukan mengurangi intensitas penggantian pembalut dan juga menyampaikan pelajaran soal kebersihan menstruasi dalam bab kesehatan reproduksi.

Ini penting lho Bun, agar anak perempuan kita mengerti hal yang perlu diperhatikan dan merasa nyaman di sekolah meski lagi Red Days.

Bunda juga jangan lupa berikan pemahaman soal Red Days, seperti mengganti pembalut setiap 2 – 3 jam sekali, menggunakan pakaian yang lebih nyaman dan longgar, cara membersihkan vagina dari arah depan ke belakang dan bukan sebaliknya, dan yang paling penting adalah penggunaan antiseptik kewanitaan selama periode Red Days saja.

Mengapa harus menggunakan antiseptik kewanitaan? Karena pada saat Red Days itu, risiko infeksinya meningkat karena ada medium darah, kondisi yang lebih lembab, sampai kondisi tubuh kita yang lebih sensitif.

Jadi pada saat Red Days, cenderung akan lebih sering terasa gatal, iritasi, bau tak sedap sampai keputihan. Nah, penelitian menyebutkan bahwa semakin sering kita mengalami infeksi di area kewanitaan maka semakin tinggi juga lho risiko terkena kanker serviks. Ngeri ya Bun!

Makanya, untuk menjaga kesehatan area kewanitaan kita perlu mengerti Bun, agar bisa memberikan informasi yang benar kepada anak perempuan kita.


Beberapa produk antiseptik kewanitaan yang dapat digunakan pada saat Red Days, Hai Bunda merekomendasikan Betadine Feminine Hygiene untuk memberikan perlindungan bagi area kewanitaan Bunda dan anak perempuan Bunda. Betadine Feminine Hygiene ini dapat digunakan berdampingan dengan pembersih kewanitaan lainnya.

Jadi saat sehari – hari menggunakan daily feminine wash tapi pada saat Red Days atau ada keluhan seperti keputihan, iritasi, gatal, dan bau tak sedap maka produk ini dapat digunakan. Bunda tidak perlu takut dengan kabar antiseptik yang dapat menghilangkan bakteri baik di area kewanitaan.

Sebab berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Monif, penggunaan povidone – iodine atau zat aktif yang ada di Betadine Feminine Hygiene dapat mengembalikan jumlah bakteri baik setelah 30 – 120 menit. Apalagi melihat produk ini sudah dipakai di rumah sakit di seluruh dunia selama lebih dari 55 tahun.

Nah, yuk cek di kamar mandi kita, apakah sudah ada antiseptik kewanitaan untuk menjaga kita pada selama Red Days! (adv/adv)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi