aktivitas

Mengajarkan Anak Puasa di Negeri Orang, Apa Tantangannya Ya?

Niken Widya Yunita 13 Jun 2018
Mengajarkan Anak Puasa di Negeri Orang, Apa Tantangannya Ya? (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop) Mengajarkan Anak Puasa di Negeri Orang, Apa Tantangannya Ya? (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)
Marseille - Si kecil sudah mulai ikut puasa atau belum, Bun? Di bulan Ramadan yang tinggal menyisakan beberapa hari ini, apakah anak-anak masih semangat puasanya?

Mengajarkan anak puasa memang susah-susah gampang. Pasti ada saja tantangannya. Apalagi saat kegiatan ini diajarkan di negeri orang, utamanya di negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim. Pengalaman ini dialami pula oleh Yonatri Rilmania yang sudah 3 tahun tinggal di Marseille, Prancis.

Nah, bagaimana sih Yonatri mengajarkan anak-anak berpuasa di salah satu negara Eropa ini? Sebenarnya nggak jauh beda dengan mengajarkan anak-anak puasa saat berada di Tanah Air.

Kiki, anak Yonatri yang berusia 8 tahun, belajar puasa dengan mulai puasa selama setengah hari. Jadi biasanya Kiki akan buka puasa di sekitar pukul 13.00-14.00 waktu setempat.



Puasa di Prancis sedikit beda dengan di Indonesia. Waktu puasanya adalah dari pukul 04.45 hingga pukul 21.00 waktu setempat. Wah, hampir 16 jam ya puasa di Prancis itu.

Yonatri punya dua anak lainnya yaitu Rayhan (16) dan Emir (19). Keduanya berpuasa, namun memilih tidak sahur karena takut mengantuk saat di sekolah.

Lalu bagaimana suka dan duka berpuasa di negeri pusat mode itu? Menurut Yonatri, sukanya suhu di sana agak dingin. "Temperaturnya antara 15-20 derajat Celcius jadi udaranya adem," kata Yonatri saat ngobrol dengan HaiBunda.

Beda dengan di Indonesia yang saat ini musim kemarau, sehingga cuaca terasa panas terik. Sedangkan di Marseille meskipun musim panas namun udara di sana jauh lebih sejuk.

Sedangkan dukanya, karena umat muslim di Marseille sedikit, jadilah berpuasa di sana tidak semeriah di Indonesia. Bahkan azan saja tidak terdengar di sana, kecuali di masjid-masjid. Selain itu masjid di Marseille juga tidak sebanyak di Indonesia.



"Orang-orang banyak yang cuek dan tidak tahu kita-kita yang berpuasa," sambung Yonatri.

Beruntung ya Bun kita tinggal di Indonesia yang suara azan pengingat waktu salat bisa kita dengar. Selain itu suasana Ramadan pun sangat meriah, disambut dengan suka-cita. Bahkan masjid pun jadi lebih ramai di bulan Ramadan. Semoga ini bukan Ramadan terakhir, dan kita selalu diberi berkah ya, Bun.

(nwy/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi