BUNDAPEDIA
Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH)
Nanie Wardhani | HaiBunda
Sabtu, 01 Apr 2023 14:00 WIBMendengar kata kriminal saja bisa membuat kita bergidik, apalagi jika ada kaitannya dengan anak-anak. Tapi tahukah Bunda bahwa ternyata ada istilah anak yang berhadapan hukum atau ABH?
Akhir-akhir ini ada banyak kasus yang melibatkan anak di bawah umur. Karena hukum adalah hukum, maka siapapun yang membuat kesalahan juga harus menanggung akibatnya. Tapi bagaimana jika pelakunya adalah anak di bawah umur?
Maka itu, ada istilah yang namanya anak yang berhadapan hukum. Perlakuan kepada ABH bisa dibilang berbeda dibanding pelaku yang sudah dewasa.
Apa itu anak yang berhadapan hukum dan bagaimana perlakuan khususnya?
Pengertian anak yang berhadapan hukum
Menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, anak berhadapan dengan hukum adalah anak yang terlibat dalam proses hukum karena melakukan tindakan yang diatur dalam undang-undang, baik itu tindakan yang merugikan dirinya sendiri maupun orang lain.
Undang-undang tersebut juga mengatur perlindungan dan hak anak yang berhadapan dengan hukum. Anak yang terlibat dalam proses hukum memiliki hak yang sama seperti anak pada umumnya, seperti hak atas pendidikan, kesehatan, dan perlindungan dari kekerasan atau diskriminasi.
Anak yang berhadapan hukum terdiri dari:
- Anak yang berkonflik dengan hukum, dengan usia minimal 12 tahun tapi belum menginjak umur 18 tahun,
- Anak yang menjadi korban, di bawah 18 tahun dan mengalami penderitaan dari sisi fisik, mental, hingga ekonomi karena sebuah tindak pidana,
- Anak yang menjadi saksi, dengan umur di bawah 18 tahun yang dapat memberikan keterangan terjadinya sebuah tindak pidana.
Selain itu, anak juga berhak untuk diperlakukan dengan cara yang manusiawi dan tidak boleh dihukum dengan cara yang tidak pantas, seperti perlakuan kekerasan atau perlakuan yang merendahkan martabat manusia.
Proses peradilan pidana bagi anak berhadapan dengan hukum harus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, kedewasaan, dan kesiapan mental anak tersebut.
Proses peradilan juga harus dilakukan dengan cara yang ramah anak, sehingga anak merasa nyaman dan aman dalam menghadapi proses peradilan tersebut.
Undang-undang tersebut juga mengatur mengenai upaya pemulihan bagi anak yang berhadapan dengan hukum. Upaya pemulihan ini mencakup upaya pemulihan secara fisik, psikologis, sosial, dan pembelajaran.
Hak anak yang berhadapan hukum
Undang-Undang No 11 Tahun 2022 telah mengatur perlindungan yang luas bagi anak-anak. UU ini memberikan hak-hak anak untuk menjadi pendengar yang tepat dalam proses hukum yang berhubungan dengan mereka.
1. Diperlakukan secara manusiawi
ABH dipenuhi kebutuhannya untuk mendapat kunjungan dari keluarga, perawatan, pendidikan, hingga hak untuk dapat mengikuti siaran media massa.
2. Bebas dari penyiksaan
ABH juga tidak boleh disiksa, dihukum atau perlakuan lain yang kejam seperti membuka baju, lari berkeliling, diborgol, bahkan membersihkan toilet.
3. Hak kepastian hukum
UU yang adai mengatur bahwa anak-anak harus diizinkan untuk mendapatkan perlindungan hukum yang memadai, termasuk hak untuk mengajukan gugatan hukum.
4. Melakukan kegiatan rekreasional
Seperti bermain, latihan fisik di udara terbuka, hingga mendapatkan hiburan harian dan mengembangkan keterampilan. Walau bagaimanapun, sebagai anak-anak mereka tetap berhak menjalani kegiatan sehari-hari seperti biasanya.
5. Hak lainnya
Beberapa hak ABH lainnya adalah dipisahkan dari orang dewasa, memperoleh bantuan hukum dan bantuan lainnya, mendapat pendampingan dari orang tua atau orang lain yang dipercaya, dan seterusnya.
Undang-Undang No 11 Tahun 2022 memberikan perlindungan hukum yang luas bagi anak-anak berhadapan hukum. UU ini menjamin bahwa anak-anak memiliki hak untuk didengarkan dan diperlakukan dengan adil dalam proses hukum yang berkaitan dengan hak mereka.
UU ini juga memastikan bahwa anak-anak mendapatkan perlindungan hukum yang memadai.
Perbedaan dengan pelaku dewasa
Dalam UU No. 11 Tahun 2022, anak berhadapan hukum dan pelaku dewasa ditangani secara berbeda. Anak berhadapan hukum adalah anak-anak yang diduga melakukan tindakan melanggar hukum. Pelaku dewasa adalah orang dewasa yang diduga melakukan tindakan melanggar hukum.
1. Adanya perlakuan khusus
Undang-Undang mengatur perlakuan khusus terhadap anak berhadapan hukum. Hal ini karena anak-anak masih membutuhkan perlakuan khusus karena usia dan kematangan mereka yang masih dalam tahap perkembangan. Oleh karena itu, anak berhadapan hukum tidak dapat diproses seperti pelaku dewasa.
2. Pengadilan anak
Pengadilan anak ini berbeda dari pengadilan dewasa. Pengadilan anak mengadili anak berhadapan hukum berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak.
Pengadilan ini juga menggunakan pendekatan yang berbeda dan lebih santun dibandingkan dengan pengadilan dewasa.
3. Hukuman ringan
Hukuman yang diterapkan pada anak berhadapan hukum tidak bisa dihukum penjara. Mereka hanya bisa mendapatkan hukuman ringan seperti peringatan, pengawasan, atau pengajaran.
Namun, jika anak berhadapan hukum membuat kesalahan yang dianggap berat, mereka bisa dihukum dengan pidana ringan seperti pemotongan hak-haknya.
Pelaku dewasa yang diduga melanggar hukum, dihukum berdasarkan hukuman yang tertulis dalam UU. Pelaku dewasa ini juga bisa dipenjara atau dihukum dengan pidana berat lainnya.
Oleh karena itu, jelas terlihat bahwa anak berhadapan hukum dan pelaku dewasa diperlakukan secara berbeda dalam UU No. 11 Tahun 2022. Anak berhadapan hukum mendapatkan perlakuan khusus dan hukuman yang lebih ringan daripada pelaku dewasa.
Hukuman ABH dan tips untuk orang tua
Anak berhadapan hukum dapat dihukum berdasarkan Pasal 71 Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dan Pasal 10 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Berdasarkan SPPA Pasal 71, jika terbukti bersalah, anak berhadapan hukum dapat menerima hukuman pidana berupa pemasyarakatan, pembiaran, pengawasan, pengembangan, pembinaan, peringatan, penyuluhan, pengembalian, pemulihan, denda, sanksi atau ketentuan lainnya.
Sedangkan berdasarkan Pasal 10 KUHP, jika anak berhadapan hukum berusia di bawah 18 tahun, maka anak tersebut tidak dapat dikenakan hukuman pidana mati, hukuman penjara seumur hidup, hukuman berat, dan hukuman jaminan.
Dilansir dari Kementerian Perempuan dan Pemberdayaan Anak (PPA), ada beberapa dampak psikologis yang dapat ABH derita. Di antaranya adalah:
- Menjadi rentan terhadap tekanan emosional
- Menyita waktu, tenaga, dan emosi
- Beban mental atau aib seumur hidup
- Anak justru belajar kejahatan dari tahanan dewasa
- Rentan menjadi korban kekerasan dan pelecehan oleh tahanan dewasa.
Di sisi lain, ada beberapa tips untuk orang tua/wali untuk mendampingi ABH. Diantaranya adalah:
- Mendampingi anak ketika terbukti bersalah
- Menerima dan mengasuh jika anak kembali diserahkan ke orang tua/wali
- Memberikan dukungan untuk mengikuti proses hingga selesai.
Anak berhadapan hukum juga memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang adil dan layak. Oleh karena itu, pengadilan akan mempertimbangkan usia, tingkat kecerdasan, keadaan sosial, dan lingkungan tempat tinggal anak berhadapan hukum sebelum menetapkan hukuman.
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tips Jitu Mengatasi Anak Susah Makan Nasi, Wajib Dicoba Bun
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Lavender dan Artinya untuk Anak Laki-laki & Perempuan
Tips Jaga Kesehatan Karyawan yang Beraktivitas di Luar Ruangan saat Terjadi Karhutla
Seberapa Besar Kemungkinan Anak Lahir Lebih Mirip Ayah daripada Ibu?
Ciri Kepribadian Anak yang Suka Tidur dengan Satu Kaki di Luar Selimut, Benarkah Lebih Mandiri?
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Mask untuk Rambut Kering dan Rusak
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Hamil 6 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?
Tips Jaga Kesehatan Karyawan yang Beraktivitas di Luar Ruangan saat Terjadi Karhutla
150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Lavender dan Artinya untuk Anak Laki-laki & Perempuan
Ciri Orang yang Punya Daya Tarik Kuat, Bukan Cuma soal Penampilan
Kabar Baik, Peneliti Kembangkan Alat Pendeteksi Risiko Kesulitan Menyusui sejak Hamil
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sering Catok Rambut? Jangan Lupakan Dua Produk Ini Sebelum dan Sesudahnya
-
Beautynesia
Kenapa Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia? Intip 6 Kebiasaan Unik Warganya yang Bisa Kamu Tiru
-
Female Daily
Rekomendasi 6 Highlighter High-End yang Wajib Ada di Wishlist Beauty Enthusiast
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
7 Lipstik yang Aman untuk Ibu Hamil, Jangan Sampai Salah Pilih!
-
Mommies Daily
Inspiring Single Mom: Alexandria Jessie Belajar untuk Menemukan Ketenangan Batin dan Tidak Kehilangan Diri Sendiri