HAIBUNDA SQUAD
Pesta Klub Dongeng 2026: Menumbuhkan Kepedulian pada Hutan dan Gunung Lewat "Sejagat Wana Adri"
Tim HaiBunda | HaiBunda
Selasa, 06 Oct 2026 20:50 WIBPesta Klub Dongeng (PKD) telah sukses diselenggarakan pada 3-4 Oktober 2026 di Bilik Bercerita dan PDS HB Jassin, Perpustakaan Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat. Seluruh rangkaian acara gratis dan terbuka untuk umum.
Setiap tahunnya, Pesta Klub Dongeng selalu mengusung tema yang berlandas latar belakang sosial yang sedang terjadi. Tahun ini, PKD menjadi perayaan ulang tahun kedelapan Klub Dongeng dengan mengusung tema "Sejagat Wana Adri".
Nama ini dirangkai dari kata "jagat" yang berarti dunia, "wana" dari bahasa Sansekerta yang bermakna hutan, dan "adri" yang merujuk pada gunung. Sejagat Wana Adri menggambarkan tentang Hutan dan Gunung Sedunia. "Sejagat Wana Adri" hadir dari kondisi sosial, khususnya isu lingkungan dan hutan di seluruh dunia.
Latar belakang pengangkatan tema tersebut berakar dari krisis ekologi berskala global maupun nasional; suhu bumi telah meningkat sekitar 1,1°C sejak era pra-industri, sementara data Global Forest Watch mencatat Indonesia kehilangan jutaan hektar hutan primer dalam beberapa dekade terakhir (seperti rentang tahun 2002-2023).
Fenomena pemanasan global dan deforestasi ini mengancam keberadaan ekosistem daratan, padahal keberadaannya memegang fungsi vital bagi kelangsungan hidup-mulai dari penyerap air alami, penjaga kestabilan iklim, hingga penopang keanekaragaman hayati.
Di sisi lain, ancaman terhadap ekosistem gunung di Indonesia juga semakin mengkhawatirkan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2024-2025 mencatat bahwa bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir bandang di Indonesia mendominasi kejadian bencana nasional, di mana erosi dan hilangnya vegetasi di kawasan lereng serta hulu pegunungan menjadi pemicu utama kerusakan struktur resapan air. Alih fungsi lahan di kawasan pegunungan tidak hanya merusak daya dukung ekosistem hulu, tetapi juga meningkatkan kerentanan bencana ekologis bagi masyarakat yang tinggal di wilayah hilir.
Dalam merespons kondisi tersebut, dongeng berfungsi sebagai salah satu sarana edukasi preventif yang komunikatif untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini, sehingga anak-anak tidak hanya terhindar dari perilaku merusak lingkungan, tetapi juga terdorong untuk aktif menjaga kelestarian hutan serta gunung di sekitar mereka.
Klub Dongeng berharap, cerita-cerita dalam "Sejagat Wana Adri" tidak terbatas pada fungsi hutan dan gunung, tetapi juga mengisahkan kehidupan yang bertumbuh di dalam ekosistem hutan dan gunung.
Rangkaian road to PKD 2026
Kegiatan pertama adalah nonton bareng film "Teman Tegar: Maira - Whisper from Papua" pukul 11.00 WIB di CGV Poins Mall, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Sabtu (5/9/2026). Film ini mengisahkan perjalanan Tegar di tanah Papua bersama sahabatnya melawan ancaman kerusakan hutan dan menyuarakan pelestarian lingkungan. Selain menonton, peserta juga menuliskan harapan-harapan mereka untuk hutan, sebagai ajakan untuk ikut menjaga hutan bersama Tegar dan sahabatnya.
Kegiatan kedua adalah Kelas Dongeng Junior bersama Kak Kanya Cittasara pukul 10.00-12.00 WIB di Communal Brew, Omotesando Mall Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (19/9/2026). Melalui dongeng, sesi interaktif, dan praktik bercerita, anak-anak belajar sambil bermain dan mengembangkan imajinasinya.
Rangkaian Road to PKD 2026 ini menjadi pengantar tema "Sejagat Wana Adri" agar anak-anak dan keluarga dapat mengenal isu hutan dan gunung dengan cara yang dekat dan menyenangkan, mulai dari menonton film, menuliskan harapan, hingga belajar bercerita. Dengan begitu, pesan untuk menjaga alam sudah mulai tumbuh sebelum perayaan puncak pada 3-4 Oktober 2026 di Perpustakaan Jakarta, Cikini.
Puncak Acara: PKD 2026 "Sejagat Wana Adri"
|
|
Puncak acara Pesta Klub Dongeng 2026 berlangsung selama dua hari di Perpustakaan Jakarta, Cikini, dengan kegiatan yang mengajak anak-anak dan keluarga terlibat langsung, tidak hanya menyaksikan.
Pada hari pertama, 3 Oktober 2026, pengunjung diajak mengikuti Jelajah Cerita dan Meramu Jamu di ruang Bilik Bercerita, Perpustakaan Jakarta. Rangkaian dongeng dibawakan oleh Bima dan Bimo, serta Adzkia dari Klub Dongeng Junior (KDJ), dilanjutkan dengan dongeng dari Catara (Cerita Anak Nusantara). Acara ditutup dengan sesi kriya mengenal rempah dan meracik jamu bersama Catara, sehingga anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita bertema hutan dan gunung, tetapi juga mengenal langsung kekayaan tanaman dan bahan alam yang selama ini hidup berdampingan dengan keduanya.
Pada hari kedua, 4 Oktober 2026, giliran Panggung Dongeng Sejagat Wana Adri digelar dalam dua sesi, pagi dan siang, di ruang Aula PDS HB Jassin, Perpustakaan Jakarta. Sesi pagi dipandu oleh Kak Lidya F dan Fatih sebagai MC, dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana PKD 2026 yaitu Novita Ayusman (Kak Vee), serta Co-founder Klub Dongeng oleh Putri Khalidah (Kak Uci Kelinci).
Kak Vee memulai sambutannya dengan ucapan syukur dan sarat pesan kebaikan. "Alhamdulillah, Kak Vee bersyukur. Teman-teman yang hadir hari ini merupakan salah satu bagian yang ingin menjaga bumi kita. Melalui Pesta Klub Dongeng 2026, mari kita bersama-sama menanamkan rasa sayang dan peduli pada alam. Dengan menjaga lingkungan, hutan dan gunung, maka kita juga turut melestarikan kebaikan di dalamnya. Kelak kebaikan itu akan bertumbuh dan bermanfaat untuk kehidupan generasi berikutnya," ujar Kak Vee.
Rangkaian dongeng sesi pagi diisi oleh Kak Luthfi, kelompok KDJ (Hana, Mahira, dan Qiana), Dora-Dongeng Sonora, bintang tamu Cerita Ibun bersama Kak Kanya Cittasara, komunitas Kurcaci Dongeng (Azka dan Hana), edukasi interaktif oleh Annisa Tri Oktaviani (Kak Ica) dan Nazma, komunitas Tangerang Read Aloud (TRA) bersama Kak Echa, hingga penampilan spesial dari Caiyoo.
Sesi siang dipandu oleh Kak Dinda dan Nashifa, menghadirkan guest star Cerita Zack Kanya (CZK), kelompok KDJ (Fahira dan Kinara), Kak Vee, komunitas Ayo Dongeng Indonesia bersama Kak Rini, kelompok KDJ (Dhilla dan Mona), serta guest star Kak Hendra. Rangkaian dongeng dari para pendongeng nasional, komunitas partner, dan relawan Klub Dongeng ini menghidupkan tema "Sejagat Wana Adri", sekaligus mengajak anak-anak dan keluarga untuk semakin peduli terhadap kelestarian hutan dan gunung.
"Di era modern ini, kemudahan teknologi memang kita rasakan, namun di sisi lain dampak kerusakan lingkungan juga semakin nyata. Oleh karena itu, menjaga hutan, gunung, dan seluruh ekosistem adalah bentuk rasa terima kasih kita kepada alam serta tanggung jawab kita kepada Tuhan," tutur Kak Uci Kelinci saat sambutan, juga menyemangati para peserta untuk mengikuti rangkaian acara hingga akhir.
Puncak Pesta Klub Dongeng diadakan secara hybrid (luring dan daring) bekerja sama dengan penyedia layanan live streaming agar dapat menjangkau lebih banyak audiens dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruh rangkaian Panggung Dongeng "Sejagat Wana Adri" juga dapat disaksikan melalui Instagram dan YouTube Klub Dongeng.
Mengajak keluarga Indonesia untuk bercerita dan merawat alam
Melalui tema "Sejagat Wana Adri", Klub Dongeng berharap dapat terus menyebarkan pesan kebaikan dan kepedulian terhadap alam kepada anak-anak Indonesia. Klub Dongeng mengajak keluarga untuk datang, mendengarkan, dan bercerita bersama.
Sesuai misinya, "Dari Cerita, Sebar Bahagia", Klub Dongeng berkomitmen menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengasah kreativitas dan imajinasi melalui cerita. Dongeng menjadi bukti bahwa cerita bukan sekadar hiburan, tetapi juga media yang efektif untuk menanamkan nilai kehidupan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Cerita Fabel Animasi: Asal-Usul Munculnya Danau Toba
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kesepian hingga Burnout, Ini Alasan Bunda Perlu Punya Lingkaran Pertemanan Baru
Hijabers Community Hadirkan Soulful Journey: From Self-Love to Divine Ridha
Pesta Klub Dongeng 2025, Usung Tema Ruang Aman Anak Tumbuh dan Berkembang
Keseruan Perayaan 5th Anniversary Komunitas MomToMoms Sharing
TERPOPULER
Punya Nama Awalan D? Ini Ciri Kepribadian yang Sering Dikaitkan
Momen Aqiqahan Anak Adhisty Zara dan Tsakib, Wajah Benjiro Diperlihatkan ke Publik
5 Zodiak Paling Cocok Jadi Teman Curhat, Bisa Jaga Rahasia
7 Kebiasaan yang Dilakukan Anak-anak dengan Kecerdasan Emosi Tinggi
10 Pekerjaan yang Cocok untuk Shio Tikus, Sesuai Karakter dan Kepribadian
REKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sofa Bayi yang Bagus & Nyaman untuk Belajar Duduk
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Loose Powder untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Blush On Stick Terbaik untuk Bikin Pipi Merona Natural dan Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Smart Door Lock Terbaik untuk Rumah Lebih Aman Anti Maling
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Punya Nama Awalan D? Ini Ciri Kepribadian yang Sering Dikaitkan
Momen Aqiqahan Anak Adhisty Zara dan Tsakib, Wajah Benjiro Diperlihatkan ke Publik
Pesta Klub Dongeng 2026: Menumbuhkan Kepedulian pada Hutan dan Gunung Lewat "Sejagat Wana Adri"
10 Pekerjaan yang Cocok untuk Shio Tikus, Sesuai Karakter dan Kepribadian
5 Zodiak Paling Cocok Jadi Teman Curhat, Bisa Jaga Rahasia
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Suka Seduh Kopi Instan? Ini Cara Seduh Agar Tidak Terlalu Pahit dan Encer
-
Beautynesia
4 Cara Mengenali Orang Penyayang Dilihat dari Ucapannya
-
Female Daily
T.O.P dan Nana Pacaran! Di-spill Dispatch, Ternyata Berawal dari Satu Music Video
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Sosok Baila No Na yang Dipeluk Ivar Jenner Setelah Juara FIFA ASEAN Cup
-
Mommies Daily
Fashion Wanita Usia 40 Tahun: 8 Item agar Tetap Stylish dan Elegan Tanpa Terlihat Muda