sign up SIGN UP search


kehamilan

Trik Buat Bunda Agar Tetap Lancar Memerah ASI Saat Mudik

Radian Nyi Sukmasari Kamis, 08 Jun 2017 08:05 WIB
Bunda yang lagi menyusui dan perlu memerah ASI mau mudik? Bisa. Biar menyusui plus perah ASI tetap lancar, trik ini baiknya jangan dilewatkan ya Bun. caption
Jakarta - Para Bunda, yang lagi menyusui, mau mudik? Hmm, boleh-boleh aja dong. Kenapa nggak? Sebab, dalam perjalanan mudik pun Bunda masih tetap bisa menyusui si kecil kan? Sehingga, produksi ASI nggak berkurang dan proses menyusui si kecil tetap berjalan lancar.

Saya ingat ketika sepupu saya mudik ke kampung halaman suaminya di Banten, si anak baru berumur 5 bulan. Waktu itu dia naik mobil dan kebetulan, karena perjalanan ditempuh pas banget tiga jam, sepupu saya pun nggak perlu memerah ASI Bun. Soalnya, selama ini dia memerah ASI kalau pas nyusui anaknya atau tiap tiga jam sekali waktu kerja.

"Saya waktu itu udah bawa alat pumping, apron, sama kantong ASI. Bisa aja kalau perjalanannya lebih lama, saya pumping di mobil," kata sepupu saya. Kalau para Bunda yang kebetulan bekerja dan wajib memerah ASI, apa aja ya yang nggak boleh dilewatkan biar proses menyusui selama mudik tetap lancar?


Konselor laktasi dari Bunda International Clinic, dr Yolanda Safitri MPH(M), berbagi trik supaya proses menyusui plus memerah ASI tetap lancar, produksi ASI untuk si kecil pun tetap terjaga.

Tips lancar memerah ASITips lancar memerah ASI Foto: dok HaiBunda
Breastpump, ice gel atau blue ice, cooler bag, nursing cover atau apron, sama wadah ASI perah itu alat yang nggak boleh ketinggalan dibawa. Untuk wadah ASI perah, kalau naik kendaraan umum sih dr Yola lebih nyaranin pakai kantong ASI karena kalau pakai botol kaca pastinya lebih berat dan lebih 'makan tempat' kan Bun.

Tapi, kalau Bunda naik mobil pribadi misalnya, ya nggak masalah kalau mau pakai botol kaca untuk wadah ASI.

Tips lancar memerah ASITips lancar memerah ASI Foto: dok HaiBunda
Kata dr Yola, siapkan tas khusus yang isinya pompa ASI, kantong ASI, blue ice, lalu apron. Apalagi, sekarang juga banyak kan Bun cooler bag yang serbaguna dan punya ruang lain untuk nyimpan peralatan pumping. Jadi, kalau si kecil mulai gelisah mau nyusu, tinggal cari peralatan di tas itu deh Bun. Jangan lupa, taruh tasnya di tempat yang gampang Bunda jangkau ya.

Apron, tambah dr Yola, nggak cuma berfungsi jadi penutup saat bayi nyusu tapi juga penutup waktu Bunda mompa ASI. Setelah selesai mompa, pompa ASI bisa ditaruh di kantong ASI dan masukkan ke cooler bag.

Ingat ya Bun, pastikan kalau blue ice ada di cooler bag dan dalam kondisi beku. Untuk itu, penting banget buat Bunda membekukan si blue ice ini sebelum berangkat. Nah, ASI perah yang disimpan di cooler bag dengan blue ice yang beku bisa bertahan 12-16 jam.

Tips lancar memerah ASITips lancar memerah ASI Foto: dok HaiBunda

"Walau mudik, bawa bayinya, tetap harus pumping. Pumping itu untuk menjaga produksi ASI biar konstan. Karena saat nyusu bayi kan nggak menghabiskan semua ASI di payudara. Nah, itu sisanya (ASI di payudara) mesti kita pompa. Saat nyusuin di payudara kiri, payudara kanan dipompa. Jadi benar-benar kosong payudaranya," tutur dr Yola.

Pumping itu, tambah dr Yola, fungsinya menjaga produksi ASI tetap konstan karena bisa mengosongkan payudara. Dengan begitu, diharapkan banget produksi ASI jangan sampai kendur biarpun Bunda lagi di dalam perjalanan mudik atau selama di kampung halaman.

Tips lancar memerah ASITips lancar memerah ASI Foto: dok HaiBunda
Tipsnya, kata dr Yola, sebelum naik pesawat pompa aja dulu Bun ASI-nya. Jadi, di Bandara ibaratnya payudara Bunda udah kosong nih. Nah, nantinya di pesawat Bunda udah nggak perlu mompa ASI lagi deh.

"Tapi kalau nggak sempat, boleh mompa ASI di pesawat. Nah, yang paling aman pakai pompa ASI yang manual, pakai batere, atau yang bisa di-charge. Pumpingnya setelah take off, boleh aja," kata dr Yola. (rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi