HaiBunda

KEHAMILAN

Tahapan Perkembangan Janin: Minggu ke-32

Joko Supriyanto   |   HaiBunda

Senin, 07 Aug 2017 10:16 WIB
Tahapan perkembangan janin minggu ke-32/ Foto: dok HaiBunda
Jakarta - Memasuki minggu kehamilan ke-32, tubuh bayi sudah mulai proporsional dan kukunya makin tajam, Bun. Lalu, sambungan lempeng tulang tengkoraknya terus berkembang, sedangkan tulang lainnya sudah mengeras.

Bayi Bunda saat ini seukuran sawi putih nih, dengan panjang 42,4 cm dan berat 1.700 gram. Saat ini, semua organ utamanya berfungsi penuh, kecuali paru-paru yang memerlukan sedikit waktu lagi untuk matang sepenuhnya.

Sementara, siklus tidur dan bangun bayi sudah optimal. Ya, walaupun sekitar 70 persen waktu si kecil dia gunakan untuk tidur. Tahu nggak Bun? si kecil juga memiliki masa sunyi atau tenang lho. Seperti apa? Jadi, dia akan mendengarkan suara yang menarik di luar kamarnya yang gelap yaitu rahim.


Penelitian menunjukkan bahwa kecepatan denyut jantung janin meningkat jika Bunda stres. Jadi, atur stres dan usahakan untuk tetap rileks agar si kecil tetap tenang. Jangan pikirkan sesuatu yang membuat 'beban' makin berat, juga jangan mengerjakan hal yang membuat Bunda terlalu capek. Lebih seringlah untuk bersantai dan menikmati hari di mana beberapa saat lagi Bunda akan bertatap muka dengan si kecil.

Di usia kehamilan 32 minggu, kulit bayi sudah lembut dan halus, tapi tidak begitu transparan dan lebih buram karena lemak terus berkembang. Lalu, si kecil juga menikmati masa istirahat dan sesekali menggeliat. Nah, saat tertidur, bayi akan bermimpi. Hmm, kira-kira dia mimpi apa ya?

Saat sedang tidak tidur alias bangun, si kecil akan mempraktikkan semua keterampilan yang diperlukan saat lahir ke dunia nanti termasuk menelan, bernapas (yang sering ditulis bernafas), menendang, dan mengisap.

Untuk mengakomodasi kebutuhan Bunda dan bayi, volume darah di tubuh Bunda meningkat 40 sampai 50 persen sejak hamil. Dengan rahim Bunda yang mendorong ke dekat diafragma dan memenuhi perut, konsekuensinya Bunda bisa lebih mudah mengalami sesak napas dan mulas. Untuk membantu meredakan ketidaknyamanan, cobalah tidur dengan bersandar menggunakan bantal dan konsumsi makanan ringan lebih sering.

Kalau si kecil tidak terlalu aktif, salah satu hal yang bisa jadi penyebabnya adalah posisinya yang sungsang. Terkait hal ini, baiknya berkonsultasi dengan bidan atau dokter ya. Nah, ketika ada keluhan nyeri punggung hebat saat kehamilan, padahal sebelumnya tiddak pernah sakit punggung, beri tahu dokter atau bidan dengan segera. Sebab, keluhan ini bisa jadi tanda persalinan prematur. (rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Kebiasaan Orang Kaya yang Membuatnya Hidup Semakin Sukses

Mom's Life Amira Salsabila

Fakta Mengejutkan Tragedi Pura-pura Hamil di Balik Kasus Taylor Parker yang Diangkat di Netflix

Kehamilan Annisa Karnesyia

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

15 Cafe yang Dilengkapi Playground di Jakarta Lengkap dengan Estimasi Harga Menu

Parenting Nadhifa Fitrina

Sarapan Sehat Jadi Bekal Penting Anak untuk Lebih Fokus Belajar, Energen Ajak Orang Tua Biasakan Sejak Dini

Parenting Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang dengan Kecerdasan Emosional dari 'Kebiasaan Buruk'

11 Ucapan Orang Tua yang Membantu Anak Tumbuh Lebih Cerdas

Fakta Mengejutkan Tragedi Pura-pura Hamil di Balik Kasus Taylor Parker yang Diangkat di Netflix

5 Kebiasaan Orang Kaya yang Membuatnya Hidup Semakin Sukses

Sarapan Sehat Jadi Bekal Penting Anak untuk Lebih Fokus Belajar, Energen Ajak Orang Tua Biasakan Sejak Dini

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK