kehamilan
Perempuan dengan Endometriosis Disarankan Segera Hamil, Ini Alasan di Baliknya
HaiBunda
Rabu, 12 Aug 2026 17:55 WIB
Daftar Isi
Perempuan dengan endometriosis terkadang masih mendapat saran untuk segera hamil dengan alasan kehamilan dapat membantu meredakan gejala. Namun, benarkah anggapan tersebut?
Pertanyaan ini muncul kembali setelah sebuah survei terhadap lebih dari 600 pasien endometriosis di Selandia Baru menemukan bahwa sekitar sepertiga responden pernah mendapat saran dari tenaga medis untuk hamil sebagai cara mengurangi gejala endometriosis.
Temuan tersebut merupakan bagian dari proyek penelitian Barriers and Facilitators of Endometriosis Care di Aotearoa New Zealand yang dilakukan Endometriosis New Zealand bersama University of Canterbury.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan yang diterbitkan sebelumnya menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran tentang endometriosis dapat semakin menunda diagnosis hingga mencapai 11 tahun.
Menurut Kepala Eksekutif Endometriosis New Zealand, Tanya Cooke, kehamilan bukanlah pengobatan untuk endometriosis. Keputusan untuk memiliki anak juga merupakan hal yang sangat pribadi dan seharusnya tidak dijadikan sebagai rencana terapi untuk mengatasi nyeri atau gejala endometriosis.
"Dan tidak ada tenaga medis yang seharusnya menyarankan seseorang untuk hamil semata-mata demi meredakan gejala endometriosis mereka," ujar Cooke, dilansir RNZ.
Mengapa perempuan dengan endometriosis dulu disarankan segera hamil?
Perempuan dengan endometriosis dulu memang pernah disarankan untuk segera hamil. Ada alasan biologis yang mungkin membuat anggapan tersebut muncul.
Endometriosis merupakan kondisi ketika jaringan yang menyerupai lapisan endometrium tumbuh di luar rahim. Jaringan tersebut dapat dipengaruhi oleh hormon dan menimbulkan peradangan, nyeri, serta perlengketan di area panggul.
Saat hamil, terjadi perubahan hormonal yang membuat siklus menstruasi berhenti sementara. Karena jaringan endometriosis dipengaruhi oleh hormon, perubahan tersebut dapat membuat sebagian perempuan merasakan gejalanya berkurang selama kehamilan.
Namun, berkurangnya gejala bukan berarti endometriosis sembuh.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menjelaskan bahwa endometriosis merupakan kondisi kronis yang dapat ditangani dengan obat, operasi, atau kombinasi keduanya. Pilihan terapi antara lain dipertimbangkan berdasarkan gejala, kondisi penyakit, serta apakah pasien ingin memiliki anak.
Dengan kata lain, kehamilan dan terapi endometriosis merupakan dua hal yang berbeda.
Kehamilan tidak menghilangkan lesi endometriosis
Salah satu poin penting dari laporan penelitian di Selandia Baru adalah bahwa kehamilan tidak terbukti mengurangi ukuran maupun jumlah lesi endometriosis.
Dalam survei tersebut, hanya 51,3 persen pasien yang pernah mencoba hamil sebagai cara mengurangi gejala melaporkan adanya perbaikan. Artinya, hampir separuh pasien yang mencobanya tidak melaporkan adanya penurunan gejala.
Peneliti juga menilai bahwa menjadikan kehamilan sebagai strategi untuk mengatasi endometriosis dapat menjadi masalah, terutama ketika saran tersebut diberikan kepada perempuan yang masih sangat muda atau kepada pasien yang sebenarnya belum ingin memiliki anak.
Hal ini penting karena endometriosis sendiri dapat berkaitan dengan gangguan kesuburan. Karena itu, mengatakan bahwa perempuan dengan endometriosis perlu segera hamil sebagai bagian dari "pengobatan" dapat menjadi beban emosional.
Terlebih, keputusan untuk memiliki anak merupakan pilihan pribadi yang seharusnya didasarkan pada keinginan dan kesiapan seseorang, bukan karena dianggap sebagai cara untuk mengatasi penyakit.
Apakah endometriosis membuat perempuan sulit hamil?
Endometriosis memang dapat memengaruhi kesuburan, tetapi bukan berarti semua perempuan dengan endometriosis akan mengalami infertilitas.
Peradangan dan perlengketan akibat endometriosis dapat memengaruhi organ reproduksi, termasuk ovarium dan saluran telur. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengganggu proses terjadinya pembuahan.
Karena itu, perempuan dengan endometriosis yang memang ingin memiliki anak dapat membicarakan rencana kehamilan bersama dokter. Bukan berarti harus "segera hamil karena punya endometriosis", melainkan dokter dapat membantu mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kondisi penyakit, usia, cadangan ovarium, riwayat operasi, dan rencana kehamilan.
Merencanakan kehamilanÂ
ACOG menyebutkan bahwa pilihan pengobatan endometriosis perlu mempertimbangkan apakah pasien ingin memiliki anak. Pada kondisi tertentu, operasi dapat menjadi salah satu pilihan untuk menangani jaringan endometriosis dan membantu meningkatkan peluang kehamilan.
Namun, tindakan tersebut tidak selalu diperlukan. Keputusan mengenai terapi sebaiknya dibahas bersama dokter dengan mempertimbangkan kondisi penyakit, gejala, serta tujuan reproduksi masing-masing pasien.
Jika perempuan dengan endometriosis memang ingin memiliki anak, kehamilan tetap dapat direncanakan. Yang perlu diluruskan, kehamilan bukan kewajiban dan bukan pengobatan untuk endometriosis.
Keputusan untuk hamil sebaiknya didasarkan pada keinginan untuk memiliki anak serta kondisi kesehatan dan kesuburan perempuan, bukan semata-mata karena berharap kehamilan dapat menghilangkan nyeri endometriosis.
Sementara itu, untuk perempuan yang belum ingin hamil, tersedia pilihan penanganan lain untuk membantu mengelola endometriosis. Terapi dapat meliputi obat pereda nyeri, terapi hormonal, operasi, atau kombinasi beberapa pilihan tersebut.
Pemilihannya akan bergantung pada gejala, kondisi penyakit, serta rencana reproduksi pasien.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Endometriosis: Gejala, Penyebab, Pencegahan, Pengaruh Terhadap Kesuburan & Cara Meningkatkan Kehamilan
Kehamilan
6 Penyebab Haid 2 Kali Sebulan, Bahaya atau Tidak ya Bun?
Kehamilan
Beda Nyeri Haid Normal dan Tanda Sakit Endometriosis, Bunda Perlu Tahu
Kehamilan
Bisakah Penyakit Endometriosis Sembuh Total Setelah Diobati? Ini Kata Dokter
Kehamilan
Curhat Perancang Busana, Baby Bump-nya Kecil Padahal Hamil Tua
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Seperti Apa Bentuk Rahim Perempuan? Ketahui juga Letaknya
Cerita Acha Sinaga Alami Saluran Tuba Terpelintir, Berawal dari Nyeri Perut Tak Tertahankan
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cek Kesuburan ke Dokter? Kenali Tanda-tandanya