kehamilan

Alasan di Balik Anjuran Tak Bercinta Ketika Hamil Tua

Melly Febrida Selasa, 19 Feb 2019 19:01 WIB
Alasan di Balik Anjuran Tak Bercinta Ketika Hamil Tua
Jakarta - Sewaktu hamil anak pertama, saya termasuk yang bingung nih, Bun. Bertanya-tanya aman enggak ya berhubungan intim selagi berbadan dua begini? Ada yang bilang, nanti berpengaruh ke bentuk kepala bayinya atau bisa menyebabkan keguguran. Duh.

Bunda pernah juga mengalaminya? Mengkhawatirkan keamanan hubungan seks selama kehamilan. Terkait hal ini, dokter spesialis obstetri dan ginekologi Traci C. Johnson, MD, mengatakan bercinta saat hamil, terutama saat proses penetrasi enggak membahayakan bayi.

"Karena bayi dilindungi perut, dinding otot rahim, dan cairan ketuban. Ibu juga tak perlu khawatir kontraksi saat orgasme bisa memicu kontraksi persalinan. Itu dua hal berbeda," tutur Johnson dikutip dari Web MD.


Tapi, untuk mencegah kontraksi persalinan ketika pasangan suami istri (pasutri) bercinta di trimester terakhir kehamilan, beberapa dokter menyarankan pasutri 'puasa' bercinta di minggu-minggu terakhir kehamilan. Alasannya, hormon dalam semen yang disebut prostaglandin bisa merangsang kontraksi. Tapi ada pengecualian pada wanita yang ingin menginduksi persalinan.

Ilustrasi bercinta saat hamilIlustrasi bercinta saat hamil/ Foto: Istock
"Beberapa dokter percaya prostaglandin dalam air mani sebenarnya menginduksi persalinan saat sudah mencapai Hari Perkiraan Lahir (HPL). Sebab, gel yang digunakan untuk 'mematangkan' serviks dan menginduksi persalinan juga mengandung prostaglandin. Tetapi, dokter lain percaya hubungan semen dan persalinan ini hanya teori dan berhubungan seks tidak memicu persalinan," papar Johnson.



Sedangkan untuk orgasme, kontraksi tersebut tidak sama dengan kontraksi persalinan. Jadi tidak ada masalah, Bun. Konsultan obstetri dan ginekologi di BMI Hospital, Birmingham, dr.Gabrielle Downey mengatakan secara teoritis, memang seks bisa menginduksi persalinan. Untuk itu, berhubungan intim di usia kehamilan 20 minggu tidak masalah. Namun, bisa saja yang terjadi justru kontraksi Braxton Hicks yang muncul karena nyeri akibat pengetatan otot rahim.



Kontraksi Braxton Hicks sering terjadi di trimester kedua bahkan ketika dan kadang sering dikira sebagai kontraksi persalinan. Salah satu perbedaan kontraksi Braxton Hicks dan kontraksi persalinan yakni kontraksi Braxton Hicks hanya terjadi 20-30 detik kemudian mereda. Berbeda dengan kontraksi persalinan di mana frekuensinya makin bertambah dengan kadar nyeri yang makin menjadi.

"Tapi jika Anda memiliki plasenta yang rendah, mengandung anak kembar, ada risiko infeksi atau kelahiran prematur, sebaiknya tunda dulu hubungan intim selama hamil. Dan pastinya, pastikan pada dokter kandungan Anda apakah bercinta aman Anda lakukan," kata Downey, dikutip dari detikcom.

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi