HaiBunda

KEHAMILAN

Dampak Kekurangan Air Ketuban bagi Janin

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Sabtu, 13 Jul 2019 12:31 WIB
Dampak Kekurangan Air Ketuban bagi Janin /Foto: iStock
Jakarta - Banyak hal yang mesti Bunda perhatikan saat hamil, salah satunya kandungan air ketuban. Jika air ketuban ibu hamil rendah, maka akan berdampak pada janin. Lebih jelasnya, simak penjelasan pakar ini, Bun.

Dikatakan Kenneth Lim, kepala kedokteran ibu dan bayi di BC Women's Hospital di Vancouver, sebenarnya banyak kasus di mana air ketuban ibu rendah atau terlalu tinggi, tapi anak lahir baik-baik saja. Namun, jika memang mulai ada masalah, maka harus segera ditangani, Bun.

"Kita harus selalu ingat bahwa itu tidak selalu berarti ada sesuatu yang salah. Tetapi jika semakin buruk, dan kemungkinan ada yang salah, maka sebaiknya segera ditangani seorang profesional perawatan kesehatan," ujar Lim, dilansir Today's Parent.



Dijelaskan Lim, penyebab paling umum rendahnya cairan ketuban adalah karena terjadi kebocoran di kantung ketuban. Selain itu, bisa juga karena ibu mengalami dehidrasi atau mungkin masalah dengan plasenta. Serta karena bayi memiliki masalah ginjal atau penyumbatan saluran kencing.

Ulasan di Baby Centre memaparkan, kadar cairan ketuban yang rendah dapat menyebabkan masalah pada pertumbuhan janin, juga perkembangan paru-parunya. Bahkan, jika kadar cairan ketuban ibu hamil rendah selama trimester pertama dan awal trimester kedua, kemungkinan besar bisa terjadi keguguran. Dalam kasus paling serius, cairan ketuban yang rendah dapat menyebabkan kematian pada bayi setelah 24 minggu dilahirkan.



Selain itu, cairan ketuban yang rendah dapat menyebabkan komplikasi persalinan. Misalnya, bayi mungkin dalam posisi sungsang, dan tidak punya cukup ruang untuk berubah menjadi posisi kepala ke bawah. Kemudian, jika air ketuban pecah lebih awal, Bunda mungkin mengalami persalinan prematur.

Dampak lainnya, saat proses persalinan, ada kemungkinan bayi menjadi tertekan. Karena bayi stres, dia bisa mengeluarkan mekonium atau kotoran pertamanya ke dalam cairan ketuban. Dan jika menghirup mekonium, bayi bisa mengalami masalah pernasapan saat dilahirkan. Komplikasi lain yang mungkin terjadi yakni tali pusar bisa terjepit oleh bayi secara tidak sengaja saat dilahirkan.

Namun, dampak bagi bayi akibat air ketuban yang kurang ini juga tergantung pada apa yang menyebabkan rendahnya tingkat cairan, seberapa sedikit cairan yang ada, dan seberapa jauh kehamilan berjalan.

Simak pula video soal cara membuat bayi sendawa setelah menyusui.


(yun/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK