KEHAMILAN
7 Hal yang Perlu Dilakukan setelah Berhubungan Intim agar Cepat Hamil
Alysa Audriani | HaiBunda
Rabu, 26 Jun 2024 22:25 WIBMenjalani kehamilan dapat menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri. Agar segera hamil, mungkin Bunda dan suami akan melakukan berbagai cara seperti rutin melakukan hubungan intim misalnya.
Kendati demikian, terdapat juga lho hal lain yang perlu dilakukan oleh pasangan suami istri setelah berhubungan agar dapat cepat hamil. Lantas, apa saja ya hal-hal tersebut? Simak terus informasinya.
7 Hal yang perlu dilakukan setelah berhubungan agar cepat hamil
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan Bunda setelah berhubungan agar cepat hamil, dilansir dari WebMd:
1. Lakukan pemeriksaan prakonsepsi
Sebelum menjalani kehamilan, penting bagi Bunda dan Ayah untuk melakukan pemeriksaan prakonsepsi terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan bahwa kesehatan kedua pasangan aman terkendali dan tidak memiliki kondisi tertentu yang dapat menghambat kehamilan.
Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan berbagai suplemen yang dapat dikonsumsi untuk membantu Bunda agar cepat hamil. Hal ini misalnya asam folat yang dapat membantu melindungi janin dari cacat lahir seperti spina bifida.
Perlu diketahui bahwa asam folat ini bekerja dengan baik pada tahap awal kehamilan ya. Oleh karena itu, pastikan Bunda rutin mengonsumsi asam folat dalam jumlah yang cukup di awal kehamilan. Bahkan, asam folat juga dapat dikonsumsi sebelum hamil lho.
"Lakukan siklus ini (pemeriksaan prakonsepsi) sebelum Anda mulai mencoba kehamilan," ujar dr. Paula Hillard, seorang profesor obstetri dan ginekologi di Stanford University.
“Jika Anda memiliki masalah kesehatan, masalah tersebut harus terkendali sebelum Anda dapat hamil dengan aman,” tambahnya.
2. Ketahui siklus menstruasi
Mengetahui siklus menstruasi dengan betul dapat menjadi salah satu hal yang membantu agar Bunda dapat segera hamil. Pada umumnya, masa ovulasi adalah waktu yang paling terbaik untuk mencoba kehamilan. Sebab, masa tersebut merupakan kondisi saat seorang perempuan sedang paling subur.
Hal yang dapat menandakan bila Bunda sedang memasuki masa ovulasi adalah timbulnya perubahan pada lendir serviks. Biasanya, lendir serviks tersebut akan menjadi tipis dan licin saat sedang berovulasi. Terkadang, beberapa perempuan juga dapat merasa nyeri di satu sisi.
Tak hanya itu, mengetahui prediksi masa ovulasi ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan alat tes ovulasi. Tentu, cara ini akan memudahkah Bunda dan suami untuk memperkirakan waktu terbaik agar cepat hamil.
“Jika Anda jarang melakukan hubungan intim, ini (alat tes ovulasi) akan memberi tahu Anda kapan harus melakukan hubungan intim untuk meningkatkan peluang hamil,” tutur dr. James Goldfarb, direktur pelayanan infertilitas di Cleveland Clinic.
Namun, perlu dicatat bahwa hasil dari tes ovulasi ini bisa saja tidak sepenuhnya akurat ya. Melansir dari Healthline, American Pregnancy Association mengatakan sebab alat tes ovulasi tersebut hanya dapat menguji satu indikator ovulasi.
3. Tak perlu khawatir posisi tertentu saat berhubungan intim
Bunda mungkin pernah mendengar bahwa terdapat beberapa posisi hubungan intim tertentu yang bisa memperbesar peluang terjadinya kehamilan. Akan tetapi, hal ini sebenarnya hanyalah sebuah mitos ya.
Pasalnya, hingga saat ini belum terdapat penelitian yang membuktikan hal tersebut dapat segera membuat kehamilan untuk terjadi.
“Sangat jarang, leher rahim perempuan berada pada posisi yang tidak biasa dimana posisi tertentu dapat membuat perbedaan,” jelas dr. James Goldfarb.
Namun demikian, posisi tertentu yang melawan gravitasi seperti duduk atau berdiri saat melakukan hubungan intim dapat menghambat sperma untuk bergerak ke hulu.
4. Tetap baring di tempat tidur setelah berhubungan intim
Mungkin saja, Bunda juga pernah mendengar bahwa berbaring di tempat tidur sembari mengangkat kaki ke atas setelah melakukan hubungan intim dapat meningkatkan peluang untuk segera hamil.
Kendati demikian, hal ini sebenarnya hanyalah sebuah mitos ya. Meski begitu, Bunda usakahan agar tetap berbaring di tempat tidur ya. Bila hendak ke toilet, tahanlah selama 10 hingga 15 menit terlebih dahulu. Hal ini agar sperma dapat masuk ke dalam leher rahim.
“Sebaiknya Anda berbaring di tempat tidur selama 10 hingga 15 menit setelah berhubungan intim, namun Anda tidak perlu mengangkat kaki ke udara,” jelas dr. James Goldfarb.
"Panggul Anda tidak bergerak saat Anda mengangkat kaki. Jangan juga pergi ke kamar mandi selama waktu ini,” tambahnya.
“Jika Anda menunggu 10 hingga 15 menit, sperma yang hendak masuk ke leher rahim akan berada di dalam leher rahim,” sambung sang dokter.
5. Jangan berlebihan ketika berhubungan intim
Mungkin, Bunda dan suami sangat menginginkan kehadiran Si Kecil untuk menambah anggota keluarga. Maka dari itu, hal ini membuat Bunda dan Ayah melakukan hubungan intim secara berlebihan. Namun, berhubungan setiap hari selama masa ovulasi sebenarnya belum tentu meningkatkan peluang kehamilan lho.
“Secara umum, setiap malam sekitar waktu ovulasi membantu meningkatkan peluang Anda untuk hamil, jelas dr. James Goldfarb.
“Sperma dapat hidup hingga 5 hari di dalam tubuh Anda. Saran terbaik adalah melakukan hubungan intim secara teratur – saat Anda sedang berovulasi, dan saat tidak berovulasi,” sambungnya.
Akan tetapi, kondisi ini juga bergantung kembali pada kualitas sperma Ayah ya. Bila terlalu sering menggunakan pakaian yang ketat, maka jumlah sperma cenderung dapat berkurang. Selain itu, menaruh ponsel di dekat celana juga bisa memengaruhi lho.
Berdasarkan penelitian yang dirilis dalam jurnal Fertility and Sterility, hasilnya menunjukkan bahwa laki-laki yang menggunakan ponsel dan menaruhnya dekat dengan testis dapat memiliki kualitas sperma yang lebih buruk.
6. Hilangkan rasa stres
Ketika berusaha untuk merencanakan kehamilan, Bunda mungkin dapat merasakan stres. Namun, sebaiknya rasa tersebut dihilangkan ya. Sebab, rasa stres juga dapat memengaruhi ovulasi. Jadi, usahakan agar Bunda tetap rileks.
Bagi setiap individu, cara untuk menghilangkan rasa stres ini dapat berbeda-beda. Oleh karena itu, lakukanlah hal yang memang dapat membuat Bunda merasa bahagia selama hal tersebut tidak membahayakan kesehatan.
Selain itu, ternyata melakukan terapi akupunktur dapat mengurangi rasa stres lho. Tak hanya hilangkan rasa stres, akupunktur juga bisa meningkatkan peluang agar cepat hamil.
7. Terapkan gaya hidup sehat
Hal terakhir yang perlu dilakukan agar cepat hamil adalah menerapkan gaya hidup yang sehat. Tentunya, gaya hidup sehat ini berlaku baik bagi Bunda maupun Ayah. Caranya pun tidaklah sulit lho, salah satu yang bisa dicoba yaitu melakukan olahraga secara rutin.
Dengan rajin berolahraga, Bunda dan suami dapat menjaga agar berat badan tetap ideal. Namun, sebaiknya pilihlah jenis olahraga yang tidak ekstrem bila hendak merencanakan kehamilan ya. Sebab, hal ini akan memberikan dampak pada Bunda juga.
“Terlalu banyak berolahraga dapat menyebabkan Anda tidak berovulasi,” tutur dr. James Goldfarb.
Bila ingin memulai olahraga, cobalah untuk melakukan jalan kaki setidaknya selama 30 menit. Lakukan hal ini selama lima hari secara rutin atau setidaknya lakukan jalan kaki mencapai dua setengah jam per minggunya.
Tak hanya itu, Bunda dan Ayah yang ingin segera hamil juga harus berhenti merokok terlebih dahulu. Tentunya, sudah menjadi rahasia umum bahwa rokok memberikan berbagai macam dampak negatif bagi kesehatan. Hal ini pun berlaku untuk menurunkan fertilitas pada perempuan dan laki-laki.
Agar cepat hamil, memiliki pola makan yang sehat juga dapat menjadi salah satu cara yang tepat. Usahakan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan gandum utuh.
Dengan menerapkan gaya hidup yang sehat, sudah pasti Bunda dan suami akan memiliki peluang yang lebih besar untuk segera hamil.
Itulah beberapa hal yang perlu dilakukan setelah melakukan hubungan intim agar dapat cepat hamil. Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda.
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Seleb Pejuang Dua Garis Biru Hingga Berhasil Hamil & Melahirkan, Ada Asmirandah & Anisa Rahma
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Posisi Berhubungan Badan yang Bagus agar Cepat Hamil Menurut Islam
Berapa Kali Berhubungan Intim dalam Seminggu agar Cepat Hamil?
Kapan Jam yang Baik untuk Berhubungan Intim Agar Cepat Hamil? Ketahui Waktu yang Tepat
17 Makanan Bantu Tingkatkan Kesuburan saat Jalani Program Hamil
TERPOPULER
5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga
7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar
Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?
Kisah Bunda Memiliki 'Payudara Ketiga' Usai Melahirkan, Ketahui Penyebabnya
Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?
5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga
Kisah Bunda Memiliki 'Payudara Ketiga' Usai Melahirkan, Ketahui Penyebabnya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Tampil Elegan di Bulan Ramadan dengan Sentuhan Bunga Azalea dan Batik
-
Beautynesia
5 Makanan Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak di Malam Hari
-
Female Daily
Goodbye Bibir Kering! 3CE Velvet Plush Lip Tint Hadir dengan Tekstur Velvet Super Nyaman
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Penampilan Cantik Anak 'Putri Huan Zhu', Ibunya Di-blacklist di Dunia Hiburan
-
Mommies Daily
Tips Berhubungan Intim saat Puasa, Kapan Waktu yang Tepat?