KEHAMILAN
Pola Makan Ibu Hamil Seperti Ini Disebut Tingkatkan Risiko Autisme pada Bayi hingga 122 Persen
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Selasa, 18 Mar 2025 14:20 WIBTahukah Bunda bahwa pola makan selama kehamilan dapat mempengaruhi risiko autisme pada Si Kecil?
Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola makan barat modern selama kehamilan, yang kaya akan makanan olahan dan tinggi lemak, dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan saraf pada anak, termasuk autisme.
Dikutip dari Scitechdaily, sebuah studi komprehensif dari Universitas Kopenhagen dan Copenhagen Prospective Studies on Asthma in Childhood (Copsac) Denmark menemukan bahwa semakin sering ibu hamil mengonsumsi makanan dengan pola makan Barat, semakin besar risiko anak terkena ADHD atau autisme.
“Semakin besar kepatuhan wanita terhadap pola makan Barat selama kehamilan—tinggi lemak, gula, dan produk olahan serta rendah ikan, sayur, dan buah—semakin besar pula risiko anaknya mengalami ADHD atau autisme,” kata Dr. David Horner, MD, PhD.
Penelitian ini menunjukkan bahwa sedikit peningkatan konsumsi pola makan Barat dikaitkan dengan peningkatan risiko ADHD sebesar 66 persen dan peningkatan risiko autisme sebesar 122 persen. Hal ini juga menunjukkan manfaat potensial bahkan perubahan pola makan kecil dari pola makan Barat dapat membantu menurunkan risiko gangguan perkembangan saraf ini.
Merokok, konsumsi alkohol, dan pola makan yang buruk telah lama dikenal sebagai faktor yang memengaruhi perkembangan janin. Pola makan Barat didefinisikan sebagai pola makan modern yang ditandai dengan tingginya asupan makanan kemasan, biji-bijian olahan, daging merah, daging olahan dan ultra-olahan, minuman berkadar gula tinggi, permen, makanan yang digoreng, susu berlemak tinggi, dan produk fruktosa tinggi.
Sebaliknya, pola makan sehat selama kehamilan, yang kaya akan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, ikan, dan biji-bijian utuh, dapat menurunkan risiko autisme pada anak hingga 22 persen. Anak-anak yang lahir dari ibu yang secara konsisten mengikuti pola makan sehat selama kehamilan juga ditemukan memiliki peluang 24 persen lebih rendah untuk mengalami masalah sosial dan komunikasi pada usia 3 dan 8 tahun.
Lalu, pola makan seperti apa yang masuk kategori risiko tinggi autisme?
- Makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, dan pizza.
- Makanan tinggi gula seperti soda, kue, dan permen.
- Daging olahan seperti sosis, nugget, dan daging asap.
- Produk susu tinggi lemak.
- Makanan kemasan dengan pengawet dan pemanis buatan.
Menurut penelitian, makanan olahan dan tinggi lemak dapat memicu peradangan dalam tubuh ibu, yang pada akhirnya bisa mengganggu perkembangan otak janin. Selain itu, pola makan seperti ini juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan mikrobiota usus yang berperan penting dalam kesehatan otak.
Pola makan sehat untuk ibu hamil
Tenang, Bunda! Ada cara untuk menurunkan risiko ini, yaitu dengan menerapkan pola makan sehat dan seimbang. Para ahli menyarankan agar ibu hamil lebih banyak mengonsumsi:
- Buah dan sayuran segar
- Protein sehat seperti ikan, ayam tanpa kulit, dan kacang-kacangan
- Karbohidrat kompleks seperti beras merah, quinoa, dan oat
- Lemak sehat dari alpukat, minyak zaitun, dan ikan berlemak (salmon, tuna)
- Susu rendah lemak atau nabati
Asam folat dan omega-3: Kunci kesehatan otak janin
Beberapa studi juga menunjukkan bahwa konsumsi cukup asam folat dan omega-3 dapat membantu menurunkan risiko autisme lo Bunda. Asam folat banyak ditemukan dalam sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, sementara omega-3 bisa didapat dari ikan, biji chia, dan kenari.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi ikan selama kehamilan terkait dengan penurunan risiko gangguan spektrum autisme sebesar 20 persen dan penurunan risiko sifat terkait autisme pada anak-anak.
Namun, penting untuk diingat bahwa konsumsi asam folat dan vitamin B12 yang berlebihan selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko autisme pada anak. Berdasarkan penelitian di Johns Hopkins University menemukan bahwa kadar asam folat yang sangat tinggi di tubuh ibu pasca melahirkan membuat risiko anak mengalami autisme menjadi dua kali lipat, dan kadar vitamin B12 berlebih dapat meningkatkan risiko autisme hingga tiga kali lipat.
Oleh karena itu, Bunda disarankan untuk menjaga pola makan seimbang dan bergizi selama kehamilan, serta berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang tepat. Dengan demikian, Bunda dapat membantu menurunkan risiko autisme dan mendukung perkembangan optimal Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Darah Haid kok Hitam? Kenali 7 Penyebabnya Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Studi Temukan Konsumi Obat Anti-Radang saat Hamil Berisiko Lahirkan Anak dengan Autisme
Studi Temukan Ibu Hamil yang Terkena COVID-19 Lebih Berisiko Lahirkan Bayi Autisme
Alami Flu saat Hamil Bisa Picu Risiko Autisme pada Bayi? Simak Penjelasan Dokter
Panas yang Ekstrem Bisa Bahayakan Ibu Hamil? Ini Penjelasan Pakar Bun
TERPOPULER
10 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia, Ada yang Masuk Kategori Berbahaya
Alasan Negara Mayoritas Muslim Ini Larang Guru dan Siswi Berhijab di Sekolah
5 Film Tentang Perjuangan Melawan Kanker Payudara
7 Perubahan Cara Orang Tua Mendidik setelah Punya 5 Anak atau Lebih
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Ketombe Makin Parah
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Resep Sayur Asem Segar dan Gurih, Lengkap dengan Bumbu dan Cara Membuatnya
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Ketombe Makin Parah
7 Perubahan Cara Orang Tua Mendidik setelah Punya 5 Anak atau Lebih
10 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia, Ada yang Masuk Kategori Berbahaya
Alasan Negara Mayoritas Muslim Ini Larang Guru dan Siswi Berhijab di Sekolah
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Punya Rencana Naik Cruise dari Singapura? Ini Pilihan Kapal dan Rutenya
-
Beautynesia
Refleks Minta Maaf saat Ngobrol Bisa Jadi Tanda Respons Trauma Masa Lalu, Kok Bisa?
-
Female Daily
Hansaplast Hadirkan Spray Plaster, Inovasi Perlindungan Luka Praktis untuk Gaya Hidup Aktif
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Cat Rambut Tanpa Bleaching Jadi Tren, Ini 3 Teknik Highlight yang Bisa Dicoba
-
Mommies Daily
Intergenerational Health: Pengaruh Kesehatan Orang Tua pada Anak