KEHAMILAN
11 Ucapan yang Tidak Boleh Dikatakan pada Pejuang Garis 2, Bisa Menyakiti Hati
Indah Ramadhani | HaiBunda
Selasa, 23 Dec 2025 19:20 WIBBagi sebagian pasangan, memiliki anak bukanlah perjalanan yang mudah. Tidak sedikit dari mereka yang harus melewati serangkaian cara untuk mewujudkannya. Sayangnya, sering kali ucapan yang muncul justru banyak melukai hati pasangan pejuang garis dua.
Menurut ahli endokrin reproduksi, Joshua Hurwitz, M.D, yang dikutip dari Today’s Parent, komentar yang terdengar “sederhana” bisa berdampak besar secara emosional bagi mereka yang sedang menjalani perjuangan ini. Oleh karena itu, terkadang diam lebih baik daripada menyakiti perasaan seseorang.
Dengan memahami ucapan apa saja yang sebaiknya dihindari, kita dapat lebih bijak dalam bersikap. Setidaknya, hal ini membantu kita menjaga lisan dan berpikir dua kali sebelum memberi saran yang belum tentu dibutuhkan.
Berikut adalah 11 ucapan yang sebaiknya tidak diucapkan kepada pejuang garis dua maupun yang sedang menjalani program hamil karena bisa terasa menyakitkan dan tidak membantu.
11 ucapan yang tidak boleh dikatakan pada pejuang garis dua
Berikut penjelasannya.
1. “Kenapa enggak langsung IVF saja?”
IVF (In Vitro Fertilization) memang menjadi salah satu alternatif untuk membantu pasangan hamil, tetapi tidak semua orang harus langsung menjalani IVF. Selain prosesnya yang tidak mudah, hasilnya juga tidak selalu berhasil.
Hindari untuk menyarankan pasangan menjalani prosedur IVF, karena selain bisa terkesan meremehkan, hal ini juga kurang pantas bagi mereka yang sedang atau baru berjuang menghadapi infertilitas.
2. “Mungkin memang belum rezekinya”
Meski terdengar religius atau menenangkan, kalimat ini bisa terasa seperti menutup harapan dan mengabaikan usaha besar yang sudah dilakukan pasangan tersebut. Hindari menyebutkan ini karena secara tak langsung akan mematahkan semangat mereka.
3. “Santai saja, nanti juga hamil sendiri”
Ucapan ini sering terdengar, tetapi menyiratkan bahwa kehamilan bisa tercapai hanya dengan berhenti khawatir. Padahal, banyak kasus sulit hamil dikarenakan penyebab medis yang nyata dan tak bisa selesai hanya dengan “santai”.
4. “Nih, kamu rawat anakku saja”
Kalimat ini sering terdengar sebagai candaan, tetapi bagi pejuang garis dua, hal ini sangat menyakitkan karena terdengar meremehkan besarnya keinginan mereka memiliki anak sendiri. Jadi, hentikan becandaan yang secara tak langsung meremehkan usaha seseorang.
5. “Coba liburan, biasanya langsung jadi”
Liburan memang baik untuk kesehatan mental, tetapi menyarankan liburan sebagai solusi infertilitas terasa begitu meremehkan. Perlu diingat, masalah kesuburan bukan sesuatu yang bisa hilang dengan mudahnya hanya dengan “berlibur”.
6. “Kamu terlalu kepikiran, udah enggak usah terlalu dipikirkan”
Ucapan ini secara tak langsung menyalahkan pejuang garis dua atas kondisi yang mereka alami. Kalimat ini seolah-olah mengatakan infertilitas yang terjadi dikarenakan pikiran mereka sendiri.
7. “Kenapa nggak adopsi saja?”
Adopsi merupakan pilihan yang indah dan mulia, tetapi bukan solusi cepat atau cadangan. Mengingat prosesnya yang panjang, kompleks, dan membutuhkan kesiapan emosional serta finansial yang besar.
8. “Sudahkah kamu mencoba tips diet tertentu?”
Biasanya, seseorang akan meminta tips tertentu, barulah kita bisa memberikan saran yang dibutuhkannya. Tetapi, bila tidak diminta, kalimat ini cenderung tidak membantu. Banyak pejuang garis dua sudah mencoba berbagai cara sebelum mencari bantuan medis.
9. “Aku dulu juga susah hamil, tapi cuma dua bulan aja kok”
Perlu diperhatikan, meskipun berniat untuk memberi semangat dan simpatik, membandingkan pengalaman bisa membuat pasangan merasa tidak dipahami. Perjuangan setiap orang berbeda dan durasi tidak menentukan sejauh mana mereka berjuang.
10. “Setidaknya kamu masih bisa fokus kerja atau menikmati hidup”
Mungkin ucapan ini terdengar positif, tetapi bisa membuat perasaan mereka terkesan tidak valid. Kesedihan karena belum memiliki anak tetaplah nyata, meski hidup masih tetap berjalan dengan melakukan kegiatan lain.
11. “Semua terjadi karena alasan tertentu”
Kalimat ini sering kali tidak memberi kenyamanan. Sebaliknya, kalimat ini justru bisa memperkuat ketakutan terdalam mereka bahwa impian memiliki anak mungkin tidak akan terwujud.
Apa yang bisa dikatakan untuk menyemangati pejuang garis dua
Jika ingin menunjukkan empati dan dukungan kepada seseorang yang sedang berjuang menghadapi infertilitas, sebaiknya hindari memberi saran yang tidak diminta. Sebaliknya, cobalah menyampaikan kalimat-kalimat yang membuat mereka merasa dipahami dan ditemani.
Berikut contoh kalimat yang bisa diucapkan untuk mendukung pejuang garis dua.
- “Aku tahu betapa besar keinginanmu untuk mempunyai bayi.”
- “Maaf ya, perjalanan ini pasti terasa panjang dan melelahkan bagimu.”
- “Kamu pasti akan menjadi orang tua yang luar biasa.”
- “Aku benar-benar berharap semuanya bisa berjalan dengan baik”
- “Aku ada di sini, ya, kalau kamu butuh teman cerita.”
- “Kedengarannya capek sekali. Gimana kamu menjalani semua ini?”
- “Aku mungkin tidak bisa memperbaiki keadaan, tetapi aku selalu siap untuk mendengarkan.”
- “Ada yang bisa aku bantu?”
- “Katakan saja apa yang kamu ingin, kita akan melakukannya bersama-sama.”
Perlu diingat, kita tidak harus selalu punya jawaban atau solusi. Terkadang, menjadi pendengar yang baik dan tulus sudah menjadi bentuk dukungan terbesar bagi mereka yang sedang menjalani perjuangan ini.
Demikian informasi mengenai ucapan yang dapat menyakiti pejuang garis dua, dan beberapa kalimat penggantinya. Semoga bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Cerita Anggun C. Sasmi Alami Keguguran Berulang dan Tekanan Jadi Perempuan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ikut Berperan di Film Lyora, Hannah Al Rasyid Paham Arti Kehilangan Sebagai Pejuang Garis 2
Ikut Tren Aku Bisa Yura, Rini Yulianti Kenang Perjuangan Hamil Anak Pertama Usai 4 Th Menanti
Curi Perhatian, MV Teramini Ghea Indrawari Ceritakan Kisah Pejuang Garis Dua
Saat Program Hamil, Dukungan untuk Suami Juga Penting Diberikan
TERPOPULER
Tinggal di Bali, Intip Keseruan Andrew White Ajak Anak Jelajahi Sawah hingga Motoran
Kepribadian Introvert dan Ekstrovert: Perbedaan, Ciri, dan Cara Menyikapinya
Ungkapan Hati Alyssa Soebandono Usai Saksikan Sang Putra Hafal Empat Juz Al-Qur'an
Tak Ikuti Jejak Ortu, 5 Anak Artis Ini Pilih Berkarier sebagai Dokter
Mengenal Dirty Talks dan Artinya dalam Hubungan Intim Suami Istri
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Kinal Eks JKT48 Ungkap Suka Duka Kehamilan Kedua, Insecure & Bersalah pada Anak Pertama
9 Drama Korea Yoo Seon Ho, Aktor Jebolan Produce 101 Season 2
Tinggal di Bali, Intip Keseruan Andrew White Ajak Anak Jelajahi Sawah hingga Motoran
Kepribadian Introvert dan Ekstrovert: Perbedaan, Ciri, dan Cara Menyikapinya
Ungkapan Hati Alyssa Soebandono Usai Saksikan Sang Putra Hafal Empat Juz Al-Qur'an
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Makeup Artist Ungkap Rahasia di Balik Gaun Kontrovesial Chappell Roan
-
Beautynesia
Hati-Hati, 7 Alat Dapur Ini Bisa Jadi Sumber Mikroplastik yang Masuk ke Tubuh
-
Female Daily
Salfok sama Kulit Glowing Yerin Ha di ‘Bridgerton’? Lirik Skincare Routine-nya!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Cantik Alyssa Daguise Tasyakuran 7 Bulanan Kehamilan, Pakai Gamis Mewah
-
Mommies Daily
Saat Gelas Pecah Menjadi Titik Balik Saya sebagai Ibu