kehamilan
Angka Kelahiran di China Berada di Level Terendah Sejak 76 Th Lalu, Apa Penyebabnya?
HaiBunda
Sabtu, 31 Jan 2026 20:10 WIB
China dikenal sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia. Namun, klaim tersebut berbanding terbalik dengan angka kelahiran yang terus menurun di negara ini, Bunda.
Dilansir The New York Times, angka kelahiran di China anjlok ke level terendah sejak tahun 1949. Data resmi yang dirilis belum lama ini menunjukkan bahwa China hanya mencatat 7,92 juta kelahiran pada tahun 2025, atau turun 17 persen dari 9,54 juta di tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah orang yang meninggal pada tahun 2025 terus meningkat, yakni 11,31 juta jiwa. Data populasi terbaru ini dilaporkan bersamaan dengan data ekonomi yang menunjukkan ekonomi China tumbuh 5 persen pada tahun 2025
Banyak negara tengah menghadapi penurunan angka kelahiran. Namun, masalah ini tampaknya lebih serius bagi Negara China. Lebih sedikit bayi berarti lebih sedikit pekerja di masa depan untuk menopang kelompok pensiunan (lansia) yang berkembang pesat.
Profesor kebijakan keluarga dari Nankai University, Wu Fan, mengungkap penyebab angka kelahiran yang terus menurun di China. Menurutnya, tingkat kesuburan populasi yang menurun menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapatkan perhatian.
"China menghadapi tantangan berat yang disebabkan oleh tingkat kesuburan yang sangat rendah," kata Wu Fan.
Upaya China atasi penurunan angka kelahiran
Pemerintah China telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan angka kelahiran secara nasional. Pemimpin tertinggi di China, Xi Jinping, bahkan pernah menyerukan budaya baru tentang pernikahan dan melahirkan anak. Xi Jinping juga meminta para pejabat untuk memengaruhi pandangan kaum muda tentang 'cinta dan pernikahan, serta kesuburan dan keluarga'.
Para pejabat lokal lantas menanggapi dengan mendorong warga untuk memiliki bayi, termasuk melacak siklus menstruasi perempuan hingga mengeluarkan pedoman untuk mengurangi angka aborsi yang secara medis tidak diperlukan. Pada 1 Januari 2026, para pejabat memberlakukan pajak pertambahan sebesar 13 persen pada obat kontrasepsi dan kondom.
Sayangnya, upaya tersebut disambut dengan sikap acuh tak acuh oleh kaum muda. Bahkan, langkah untuk pemberlakuan pajak disambung dengan beragam reaksi, mulai dari ketidakpedulian, ejekan, hingga cemooh.
Meski kebijakan tersebut tidak secara eksplisit ditujukan untuk meningkatkan angka kelahiran, namun publik menafsirkannya secara skeptis. Mereka menganggapnya sebagai upaya sia-sia untuk mendorong warga memiliki lebih banyak anak.
Selain pejabat lokal, beberapa pejabat partai juga sempat menawarkan hadiah uang tunai kepada mak comblang yang sukses. Hal itu diharapkan dapat memicu peningkatan angka kelahiran dengan membuat lebih banyak pasangan menikah.
Namun, program 'mak comblang' ini juga tak membuahkan hasil manis. Seorang mak comblang bernama Jia Dan mengaku bahwa kini banyak anak muda tidak ingin menikah.
"Kamu benar-benar bisa merasakan bahwa jumlah orang di Beijing yang benar-benar ingin menikah semakin berkurang. Semakin banyak anak muda yang tidak ingin menikah lagi," ujarnya.
Alasan kaum muda China enggan memiliki anak
Bagi banyak anak muda, tingginya biaya membesarkan anak menjadi salah satu faktor keengganan untuk memiliki anak. Apalagi, saat ini China sedang mengalami perlambatan ekonomi dan krisis properti.
Selain itu, pengangguran kaum muda tetap tinggi dan banyak lulusan perguruan tinggi kesulitan mendapatkan penghasilan tetap. Banyak dari mereka masih bergantung pada orang tua dan sedikit mendapat dukungan dari sistem kesejahteraan sosial.
"Dengan kesulitan ekonomi di China, kaum muda mungkin ingin menunggu dan melihat, dan itu bukan kabar baik untuk meningkatkan angka kelahiran," ungkap profesor sosiologi di University of California, Irvine, Wang Feng.
Demikian berita terbaru tentang angka kelahiran di China yang semakin menurun meski menjadi salah satu negara dengan populasi banyak di dunia.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
2 Negara yang Bakal Gratiskan Semua Biaya Persalinan Mulai 2026
Kehamilan
Angka Kelahiran Menurun Tajam, China akan Beri Rp8,1 Juta untuk Setiap Bayi Lahir
Kehamilan
China Usulkan Mata Pelajaran 'Pendidikan Cinta' di Sekolah untuk Tingkatkan Angka Kelahiran, Seperti Apa?
Kehamilan
Tradisi Unik di China, Ayah Jalani Pemulihan Pasca Persalinan Usai Istri Melahirkan
Kehamilan
Viral Suami Tuduh Istri Selingkuh karena Lahirkan Bayi Berwajah Bule, Faktanya Mengejutkan
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Bagai Bom Waktu, Dunia Kini Panik Hadapi Baby Bust Alias Krisis Angka Kelahiran
Angka Kelahiran Menurun Tajam, China akan Beri Rp8,1 Juta untuk Setiap Bayi Lahir
Semakin Banyak TK di Jepang yang Tutup akibat Angka Kelahiran Menurun Tajam