KEHAMILAN
Angka Kematian Ibu Hamil Meningkat, Ketahui Penyebabnya
Indah Ramadhani | HaiBunda
Kamis, 05 Mar 2026 12:25 WIBTahukah Bunda, kini angka kematian ibu hamil kian meningkat. Berdasarkan sejumlah data yang diungkapkan, kematian selama kehamilan dan pasca persalinan merupakan masalah serius yang harus segera diatasi.
Fenomena meningkatnya angka kematian ibu hamil ini terjadi di berbagai negara, termasuk Inggris dan Indonesia. Oleh karena itu, para ahli dan pemerintah dari kedua negara terus berupaya untuk menekan angka kematian hingga mencapai target yang sudah direncanakan.
Sementara itu, peningkatan angka kematian ibu hamil dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pelayanan kesehatan yang kurang optimal dan pemeriksaan kesehatan ibu yang belum menyeluruh. Nah, agar Bunda semakin memahami perkembangan, penyebab, dan upayanya, yuk simak informasi lengkapnya berikut ini.
Data kematian ibu hamil yang meningkat di Inggris
Badan resmi audit kehamilan di Inggris mengungkapkan, terdapat 252 kasus kematian ibu hamil yang telah teridentifikasi sepanjang tahun 2022 hingga 2024. Bahkan, angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan catatan kematian yang terjadi pada rentang tahun 2009 hingga 2011.
Data terbaru juga menunjukkan bahwa kematian selama kehamilan cenderung banyak dialami oleh perempuan dari etnis kulit gelap dibandingkan perempuan dari etnis kulit putih. Bahkan, perbandingan peluang kematiannya hingga mencapai tiga kali lipat, jauh lebih tinggi.
Berdasarkan kacamata ekonomi, kematian ibu hamil dari daerah miskin di Inggris Raya diketahui juga semakin meningkat. Perbedaan angkanya sangat jauh dibandingkan perempuan yang tinggal di daerah-daerah yang lebih berkecukupan.
Nah, meningkatnya kematian ibu hamil di Inggris inilah yang membuat pemerintah dinilai gagal untuk mencapai targetnya. Pasalnya, pemerintah Inggris mengajukan target untuk mengurangi separuh angka kematian ibu hamil pada tahun 2025.
Data kematian ibu hamil di Indonesia
Laporan Kementerian Kesehatan mengungkapkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia merupakan yang paling tinggi ketiga di antara negara ASEAN lainnya. Melalui sebuah survei penduduk, kematian pada ibu hamil di Indonesia tercatat sebesar 189 per 100.000 kelahiran hidup. Bahkan, pada tahun 2022, terdapat 4005 ibu hamil yang meninggal dunia.
Melihat angka yang cukup tinggi ini, pemerintah menargetkan penurunan AKI sebesar 77 per 100.000 kelahiran hidup, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025-2029. Dengan begitu, perlunya upaya yang lebih strategis untuk mencegah angka tersebut semakin meningkat.
Penyebab kematian ibu hamil
Pembekuan darah merupakan penyebab utama dari kematian, baik selama kehamilan maupun dalam enam minggu setelah melahirkan. Selain pembekuan darah, bunuh diri tercatat menjadi faktor lain yang terjadi enam minggu hingga satu tahun setelah melahirkan.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Indonesia, kematian ibu hamil disebabkan oleh penyebab lain yang saling berkaitan, eklamsia, perdarahan, dan infeksi. Berdasarkan penyebabnya, kematian ibu hamil dapat dicegah bila penanganan dan pelayanannya cukup baik.
Selain faktor fisik, kematian ibu hamil juga dapat disebabkan oleh terlambatnya pengambilan keputusan dalam merujuk, terlambat mengakses fasilitas pelayanan kesehatan yang tepat, dan terlambat memperoleh pelayanan dari tenaga medis dan tenaga kesehatan yang tepat atau kompeten.
Upaya pemerintah Inggris untuk mengurangi kematian ibu hamil
Menteri Kesehatan Inggris di tahun 2015, Jeremy Hunt, mengungkapkan ambisinya untuk mengurangi angka kematian ibu hamil sebesar 50 persen. Target nasional tersebut awalnya ditetapkan untuk tahun 2030, tetapi kemudian dipercepat menjadi tahun 2025.
Kepala petugas kebidanan untuk Inggris, Kate Brintworth, turut memberikan dorongan agar target tersebut segera tercapai.
"Setiap kematian selama kehamilan dan persalinan adalah sebuah tragedi. Angka-angka ini menunjukkan betapa banyak kebutuhan untuk mencegah lebih banyak kematian yang terus berlanjut bagi perempuan di seluruh negeri,” tegasnya yang dikutip dari Sky News.
Beberapa upaya lain dalam mencegah kematian ibu hamil juga turut disampaikannya. Berikut beberapa poin upaya pencegahan berdasarkan penuturan Kate Brintworth.
- Menerapkan standar praktik terbaru di seluruh layanan persalinan
- Melakukan pemeriksaan terhadap pembekuan darah lebih dini dan konsisten
- Meningkatkan identifikasi dan perawatan untuk masalah kesehatan mental prenatal
- Memperkuat perawatan kehamilan dengan spesialis
- Memastikan perempuan dengan kehamilan berisiko tinggi lebih cepat mengakses perawatan ahli
- Mendukung kesehatan mental khusus ibu hamil dan perempuan yang baru menjadi ibu
- Melakukan pengawasan lebih ketat terhadap unit persalinan
Upaya Kementerian Kesehatan Indonesia untuk mengurangi kematian ibu hamil
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/560/2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif di Rumah Sakit mengungkapkan upaya untuk mengurangi Angka Kematian Ibu di Indonesia.
1. Penanganan medis darurat
Instalasi Gawat Darurat (IGD) semakin diperkuat guna melakukan tindakan awal untuk menstabilkan kondisi ibu hamil sebelum tindakan definitif. Selain itu, kesiapan melakukan operasi seperti caesar atau laparotomi dilakukan dalam waktu singkat.
Dari segi fasilitas juga diharapkan dapat semakin ditingkatkan. Rumah sakit wajib menyediakan ruang HCU Kebidanan, NICU untuk bayi, dan ICU untuk observasi ketat pasca tindakan.
2. Kesiapan sumber daya 24 jam
Menyiagakan tim yang terdiri dari dokter kandungan atau spesialis Obgyn (Sp.OG), spesialis anak (Sp.A), spesialis anestesi, bidan, dan perawat terlatih yang bekerja dalam sistem shift. Selain itu, ketersediaan bank darah/layanan donor darah, laboratorium, dan farmasi yang siap siaga sepanjang waktu.
3. Manajemen dan sistem rujukan
Menetapkan standar waktu respons di IGD untuk memastikan penanganan tidak terlambat. Selain itu, menerapkan kebijakan untuk mendahulukan tindakan medis tanpa menarik biaya di awal pada pasien dengan kondisi darurat. Rumah sakit juga berfungsi sebagai pusat rujukan bagi Puskesmas atau klinik untuk kasus dengan risiko tinggi.
4. Pelayanan pada pasien berisiko tinggi
Rumah sakit diharapkan mampu menangani kasus berat selama kehamilan seperti perdarahan hebat, preeklamsia dan eklamsia, kehamilan ektopik, hingga bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) atau asfiksia.
Demikian informasi terkait peningkatan kasus kematian ibu hamil yang perlu segera diatasi. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini 7 Tanda Tidak Dianjurkan Puasa
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Negara Ini Dinobatkan Jadi Tempat Paling Berbahaya untuk Melahirkan, 1 Bumil Meninggal Setiap 7 Menit
Ini Penyebab Mata Tak Bisa Melihat Usai Melahirkan Menurut Dokter
13 Th Luri AFI Meninggal, Arjuna Akui Sempat Ingin Bunuh Diri & Tak Mau Pegang Anak
Fakta Eklamsia & Preeklamsia, Penyebab Kematian Ibu Hamil No.1 di Indonesia
TERPOPULER
Ramai Selebgram Fahira Almira Bandingkan Pengobatan di RI & Penang, Diduga Ada 'Black Campaign'
Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator
Orang Tua Kini Sewa Babysitter Khusus Anak Sekolah, Ternyata Ini yang Dilakukan
Irish Bella Gambarkan Realitas Hamil Anak Ketiga di Trimester 1, Excited tapi...
Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
Tips Memilih Gaun untuk Maternity Shoot agar Tampil Cantik dan Flawless dengan Baby Bump
Orang Tua Kini Sewa Babysitter Khusus Anak Sekolah, Ternyata Ini yang Dilakukan
Ramai Selebgram Fahira Almira Bandingkan Pengobatan di RI & Penang, Diduga Ada 'Black Campaign'
Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Lampu Standing Salon: Worth It Buat Kerja Presisi Eyelash?
-
Beautynesia
5 Potret Jungkook BTS di Kampanye Terbaru Chanel
-
Female Daily
Usual Parfums × Barasuara “Hitam dan Biru”: Saat Lagu Menjadi Aroma
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Lisa BLACKPINK dan Blue Pongtiwat, Sahabat yang Digosipkan Pacaran
-
Mommies Daily
Drama Hayoung yang Bisa Masuk Daftar Tontonan Mommies, Terbaru Our Sticky Love