KEHAMILAN
Cara Menghitung Weton Kelahiran untuk Mengetahui Karakter Anak saat Lahir
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Selasa, 31 Mar 2026 20:00 WIBDalam kepercayaan Jawa, sistem perhitungan neptu pada kelahiran Jawa disebut wetonan. Ada beberapa versi dalam perhitungan yang dilakukan dalam sistem tersebut. Simak cara menghitung weton kelahiran untuk mengetahui karakter anak saat lahir.
Dalam tradisi Jawa, sistem weton masih banyak dipercayai dan terus dilakukan. Weton tidak hanya dipahami sebagai hari kelahiran, tetapi juga sebagai bagian dari cara membaca kecenderungan hidup seseorang.
Cara menghitung karakter berdasarkan weton kelahiran
Perhitungan weton sedianya dilakukan dengan menggabungkan hari lahir dan pasaran Jawa. Kombinasi tersebut memunculkan tafsir mengenai sifat, rezeki, hingga relasi rumah tangga. Metode yang dipakai pun sederhana, tetapi maknanya dipercaya cukup dalam dan dikenal turun temurun dalam primbon, seperti dikutip dari laman Detikjateng.
Menurut Dosen Pendidikan Bahasa Jawa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Djoko Sulaksono, M.Pd, menjelaskan bahwa weton berarti hari kelahiran.
"Weton berasal dari kata wetu+an. Weton bisa berarti hari kelahiran diperingati 1 kali dalam selapan dina atau 35 hari sekali," kata Sjoko.
Weton dibuat beradasarkan hari Saptawara, yakni hari Minggu sampai Senin. Selain itu, ada pula hari Pasaran, yakni legi, pahing, pon, wage, dan kliwon. Berikut nilai dari hari dalam weton Jawa seperti dikutip dari laman Detikcom:
- Senin = 4
- Selasa = 3
- Rabu = 7
- Kamis = 8
- Jumat = 6
- Sabtu = 9
- Minggu = 5
Berikut nilai dalam pasaran di weton Jawa:
- Legi = 5
- Pahing = 9
- Pon = 7
- Wage = 4
- Kliwon = 8
Dalam primbon Jawa, karakter seseorang dapat dilihat dari weton kelahirannya. Selain itu, ada juga yang dilihat dari hari kelahiran dan pasarannya. Melansir dari buku Kitab Primbon Jawa Serbaguna karya R. Gunasasmita, berikut karakter manusia berdasarkan primbon Jawa dan weton kelahiran:
1. Karakter berdasarkan hari kelahiran
Berikut karakter seseorang berdasarkan hari kelahiran dalam primbon Jawa:
- Hari Minggu: karakternya dipengaruhi peredaran matahari, sehingga sangat menonjol, berwibawa, dan memiliki rasa kasih sayang yang besar.
- Senin: karakter dipengaruhi oleh peredaran bulan, sehingga memiliki sifat ikhlas, suka menegakkan kebenaran dan keadilan, serta gaya bicaranya lugas.
- Hari Selasa: karakter yang lahir di hari ini dipengaruhi peredaran api, sehingga cenderung pemboros, suka berdusta, cepat bosan, dan tidak mudah bergaul.
- Hari Rabu: karakter dipengaruhi oleh peredaran Bumi, sehingga memiliki sifat berani menanggung risiko, baik, lugas dan tegas dalam perkataan dan perbuatan, serta berkecukupan.
- Hari Kamis: karakter dipengaruhi angin dan petir, sehingga haya bicaranya meledak-ledak, sulit bergaul, mudah tersanjung, tempramental, dan gampang diperdaya kata-kata.
- Hari Jumat: dipengaruhi oleh peredaran bintang, sehingga memiliki sifat dermawan, intelektual tinggi, cinta keluarga, mudah bergaul, dan berbudi pekerti halus.
- Hari Sabtu: karakter dipengaruhi oleh air, sehingga memiliki sifat pekerja keras, memiliki banyak akal untuk bertahan hidup, cekatan, namun sulit bergaul.
2. Karakter berdasarkan hari pasaran
Berikut karakter seseorang berdasarkan hari pasaran menurut primbon Jawa:
- Legi: memiliki sifat 'Sumedhi', yakni jujur, ikhlas, bijak, cerdas, dan suka menjamu orang lain.
- Wage: memiliki sifat 'Prabuanom', yaitu sifat yang belum stabil, pemarah, sombong, dan memiliki pendirian yang teguh.
- Kliwon: memiliki sifat 'Wisa Marta Durjana', artinya sifat yang kompleks karena bisa baik dan buruk, pandai bicara, dan pemaaf.
- Pahing: memiliki sifat 'Chendana', yakni memiliki keinginan atau cita-cita yang tinggi, pandai menyimpan maksud, dan suka dengan hal-hal yang baru.
- Pon: memiliki sifat 'Somahita', yaitu sifat mudah marah, pemberani, berbudi halus, dan bijak.
3. Karakter dari penjumlahan hari dan pasaran
Dari penjumlahan hari dan pasaran, karakter seseorang juga bisa diketahui dengan cara menghitung weton kelahirannya. Untuk menghitungnya, jumlahkan hari dan pasaran. Misalnya tanggal lahrinya hari Jumat Legi maka penjumlahannya ialah 6+5 = 11. Jumlah 11 dalam primbon Jawa menggambarkan karakter orang tersebut berdasarkan panduan berikut ini:
- Jumlah 7: memiliki karakter yang suka mau menang sendiri, suka berpetualang dan terkadang bicaranya cepat.
- Jumlah 8: orangnya mudah tersinggung atau marah, rasa peduli sesama yang kurang, dan bisa mengagetkan orang lain.
- Jumlah 9: mudah terombang-ambing, suka membuat kerusakan, dan berjiwa petualang.
- Jumlah 10: memiliki intelektualitas tinggi, sabar, kasih sayang terhadap keluarga, sedikit sulit bergaul, dan pendiam.
- Jumlah 11: pemberani, dermawan, ikhlas hati, suka dengan kesederhanaan.
- Jumlah 12: tidak pandai bergaul, sering kehilangan, selalu merasa tidak puas, dan pintar mencari uang.
- Jumlah 13: baik hati, bisa tidur sampai larut malam (begadang), pandai bicara, suka disanjung orang lain.
- Jumlah 14: mudah beradaptasi, perhatian, baik hati, dan sedikit malas.
- Jumlah 15: berwibawa, tegas, mudah bergaul, sopan, dan cukup rezeki.
- Jumlah 16: memiliki kreativitas yang tinggi, ramah, rezeki berlimpah, pandai bicara, dan sedikit keras kepala.
- Jumlah 18: pemberani, suka berkehendak sendiri, sedikit ceroboh, dan suka mengalah.
Itulah cara menghitung weton kelahiran ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)