kehamilan
Mengenal Metode Persalinan Hydrotherapy dan Perbedaannya dengan Waterbirth
HaiBunda
Minggu, 24 May 2026 08:30 WIB
Daftar Isi
Menjelang persalinan, banyak Bunda mulai mencari metode melahirkan yang terasa lebih nyaman dan minim stres. Salah satu metode yang kini semakin populer adalah hydrotherapy. Namun, tak sedikit juga yang masih bingung membedakannya dengan waterbirth.
Sekilas keduanya memang mirip karena sama-sama menggunakan air hangat selama proses persalinan. Padahal, hydrotherapy dan waterbirth memiliki tujuan yang berbeda, lho, Bunda.
Hydrotherapy lebih berfungsi sebagai terapi relaksasi untuk membantu mengurangi nyeri kontraksi, sedangkan waterbirth adalah proses melahirkan bayi langsung di dalam air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuk simak perbedaan antara hydrotherapy dengan waterbirth berikut ini, Bunda.
Apa itu hydrotherapy saat persalinan?
Hydrotherapy adalah metode terapi menggunakan air hangat untuk membantu ibu merasa lebih rileks selama proses persalinan. Biasanya Bunda akan berendam di bathtub atau kolam khusus saat kontraksi mulai terasa intens.
Metode ini umumnya dilakukan pada fase awal hingga fase aktif persalinan. Jadi, ibu tidak harus melahirkan bayi di dalam air. Air hangat dipercaya membantu tubuh lebih nyaman, mengurangi ketegangan otot, sekaligus membuat pikiran lebih tenang selama kontraksi berlangsung.
Menurut penelitian dalam jurnal Cochrane Database of Systematic Reviews, penggunaan air hangat pada tahap pertama persalinan dapat membantu mengurangi penggunaan epidural dan meningkatkan kenyamanan ibu saat melahirkan.
Manfaat hydrotherapy untuk ibu melahirkan
Banyak ibu merasa hydrotherapy membantu proses persalinan terasa lebih ringan. Berikut beberapa manfaatnya:
1. Membantu mengurangi nyeri kontraksi
Air hangat dapat membantu tubuh lebih rileks sehingga rasa nyeri kontraksi terasa lebih ringan. Sensasi hangat juga membantu meredakan tekanan di area punggung dan pinggul.
2. Membuat Bunda lebih tenang
Saat tubuh masuk ke air hangat, hormon stres bisa menurun sehingga Bunda merasa lebih nyaman dan tidak terlalu cemas menghadapi persalinan.
3. Membantu otot tubuh lebih rileks
Hydrotherapy membantu otot panggul dan tubuh menjadi lebih rileks. Hal ini dapat membantu proses pembukaan terasa lebih nyaman.
4. Mempermudah bergerak saat kontraksi
Air membantu menopang berat tubuh sehingga ibu lebih mudah bergerak dan mencari posisi nyaman selama kontraksi.
5. Mengurangi kebutuhan obat pereda nyeri
Beberapa penelitian menunjukkan hydrotherapy dapat membantu mengurangi kebutuhan intervensi medis tertentu, termasuk penggunaan obat pereda nyeri.
Apa itu metode waterbirth?
Berbeda dengan hydrotherapy, waterbirth adalah metode persalinan di mana bayi dilahirkan langsung di dalam air hangat.
Pada metode ini, ibu tetap berada di kolam hingga proses melahirkan selesai. Waterbirth dipercaya dapat membantu ibu merasa lebih rileks sekaligus memberikan transisi yang lebih lembut bagi bayi dari rahim ke dunia luar.
Meski begitu, waterbirth tidak bisa dilakukan oleh semua ibu hamil. Biasanya metode ini hanya dianjurkan untuk kehamilan risiko rendah dan harus didampingi tenaga medis yang berpengalaman.
Perbedaan hydrotherapy dan waterbirth
Meski sama-sama menggunakan air hangat selama persalinan, hydrotherapy dan waterbirth memiliki proses serta tujuan yang berbeda, Bunda.
Hydrotherapy adalah metode terapi air hangat yang digunakan untuk membantu ibu lebih rileks selama kontraksi. Pada metode ini, Bunda biasanya hanya berendam saat fase awal atau fase aktif persalinan untuk membantu mengurangi nyeri dan membuat tubuh lebih nyaman. Setelah itu, ibu bisa keluar dari kolam sebelum proses melahirkan berlangsung.
Sementara itu, waterbirth adalah metode persalinan di mana ibu tetap berada di dalam kolam air hangat hingga bayi lahir. Jadi, proses melahirkan dilakukan langsung di dalam air.
Perbedaan lainnya terletak pada tujuan penggunaannya. Hydrotherapy lebih fokus membantu relaksasi, mengurangi stres, dan meredakan rasa sakit saat kontraksi. Sedangkan waterbirth digunakan sebagai metode melahirkan alami yang dipercaya dapat membuat ibu lebih nyaman selama proses persalinan.
Hydrotherapy juga umumnya lebih mudah ditemukan di rumah sakit atau klinik bersalin. Sedangkan waterbirth memerlukan fasilitas khusus dan pendampingan tenaga medis yang memang berpengalaman menangani persalinan di air.
Selain itu, hydrotherapy biasanya memiliki risiko yang lebih rendah karena ibu tidak melahirkan di dalam air. Sementara pada waterbirth, kondisi ibu dan bayi perlu dipantau lebih ketat untuk memastikan proses persalinan berjalan aman.
Apakah hydrotherapy aman untuk ibu hamil?
Secara umum, hydrotherapy tergolong aman untuk ibu hamil dengan kondisi kehamilan normal dan sehat, Bunda. Metode ini bahkan cukup sering digunakan untuk membantu ibu merasa lebih rileks selama proses persalinan.
Berendam di air hangat dapat membantu mengurangi ketegangan otot, meredakan nyeri kontraksi, hingga membuat tubuh lebih nyaman. Selain itu, efek relaksasi dari air hangat juga bisa membantu menurunkan stres dan kecemasan menjelang melahirkan.
Meski begitu, hydrotherapy tetap perlu dilakukan dengan pengawasan tenaga medis seperti dokter atau bidan, terutama saat persalinan berlangsung. Suhu air juga harus diperhatikan agar tidak terlalu panas, biasanya sekitar 36–37°C, supaya aman bagi ibu dan janin.
Namun, tidak semua ibu hamil disarankan menjalani hydrotherapy. Pada beberapa kondisi tertentu, metode ini mungkin tidak dianjurkan, seperti:
- Kehamilan berisiko tinggi
- Perdarahan saat persalinan
- Tekanan darah tidak stabil
- Infeksi tertentu
- Kondisi janin yang memerlukan pemantauan ketat
- Ketuban pecah terlalu dini dengan risiko infeksi
Tips jika ingin mencoba hydrotherapy saat persalinan
Jika Bunda tertarik mencoba hydrotherapy saat persalinan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar prosesnya tetap aman dan nyaman.
1. Konsultasikan dulu dengan dokter atau bidan
Sebelum memilih hydrotherapy, pastikan kondisi kehamilan Bunda memang aman untuk metode ini. Dokter atau bidan biasanya akan mengecek apakah kehamilan termasuk risiko rendah dan tidak memiliki komplikasi tertentu.
2. Pilih fasilitas kesehatan yang menyediakan hydrotherapy
Tidak semua rumah sakit atau klinik bersalin memiliki fasilitas hydrotherapy. Karena itu, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu apakah tempat persalinan menyediakan bathtub atau kolam khusus untuk terapi air saat melahirkan.
3. Pastikan suhu air tetap aman
Air yang digunakan sebaiknya hangat, bukan panas. Suhu ideal biasanya sekitar 36–37°C agar tubuh tetap nyaman dan tidak meningkatkan risiko overheating pada ibu maupun janin.
4. Tetap minum air putih
Meski berada di dalam air, tubuh tetap bisa kehilangan cairan selama persalinan. Karena itu, jangan lupa tetap minum cukup air agar Bunda tidak mengalami dehidrasi.
5. Dengarkan kondisi tubuh
Jika Bunda mulai merasa pusing, lemas, mual, atau tidak nyaman saat berendam, segera beri tahu tenaga medis dan keluar dari air.
6. Jangan berendam terlalu lama
Berendam terlalu lama bisa membuat tubuh kelelahan atau suhu tubuh meningkat. Biasanya tenaga medis akan membantu mengatur kapan waktu terbaik untuk masuk dan keluar dari kolam.
7. Pastikan selalu didampingi tenaga medis
Hydrotherapy tetap harus dilakukan dengan pengawasan dokter atau bidan untuk memastikan kondisi ibu dan bayi tetap aman selama persalinan berlangsung.
Demikian Bunda, penjelasan mengenai metode persalinan hydrobirth dan perbedaannya dengan waterbirth. Semoga kehamilan Bunda selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan hingga hari persalinan tiba.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Mengenal Metode Induksi Balon dalam Persalinan Seperti Dijalani Nita Vior
Kehamilan
Mengenal Persalinan Maryam, Teknik Melahirkan yang Diklaim Minim Cedera dan Rasa Sakit
Kehamilan
Ketahui Penyebab Persalinan En Caul, Apakah Membahayakan Bayi?
Kehamilan
4 Jenis Persalinan yang Wajib Diketahui oleh Bumil
Kehamilan
Tak cuma Normal dan Caesar, Ketahui 4 Metode Persalinan yang Perlu Bunda Tahu
5 Foto
Kehamilan
2 Kali Keguguran, Intip 5 Potret Kebahagiaan Ashilla Zee Eks Blink Melahirkan Anak Pertama
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Cerita Ibu yang Melahirkan Sendiri di Kamar Hotel
Komentar Harry Kane tentang Prosedur Persalinan Water Birth
Cerita Nikita Willy Melahirkan Anak Kedua dengan Waterbirth di AS, Ibunda & Mertua Sempat Menangis