KEHAMILAN
7 Cara Mengeluarkan Sisa Janin Pasca Keguguran Tanpa Kuret
Melly Febrida | HaiBunda
Rabu, 03 Jun 2026 18:50 WIBPenanganan keguguran berbeda-beda tergantung usia kehamilan. Terkadang jaringan kehamilan masih tertinggal di rahim. Apakah bisa keluar sendiri atau ada cara mengeluarkan sisa janin pasca keguguran tanpa kuret?
Melansir laman resmi The Royal Women's Hospital, jika keguguran sudah dimulai maka tidak ada yang dapat dilakukan untuk menghentikannya. Perawatan apa pun yang Bunda terima bertujuan untuk menghindari pendarahan hebat dan infeksi.
Diskusikan dengan dokter atau perawat dapat membantu Bunda menentukan pilihan perawatan terbaik dan teraman.
Apakah sisa janin setelah keguguran selalu harus dikuret?
Keguguran tidak selalu harus dengan kuret untuk mengeluarkan janinnya. Menurut American Pregnancy Association, sekitar 50 persen perempuan yang mengalami keguguran di usia kehamilan awal tidak memerlukan prosedur D&C atau kuret.
Tubuh terkadang mampu mengeluarkan jaringan kehamilan secara alami, terutama pada keguguran sebelum usia 10 minggu. Setelah 10 minggu, keguguran lebih mungkin tidak lengkap, sehingga memerlukan prosedur D&C.
Memilih mengalami keguguran secara alami (yang disebut manajemen ekspektasi) atau menjalani prosedur D&C seringkali menjadi pilihan pribadi yang sebaiknya diputuskan setelah berbicara dengan penyedia layanan kesehatan.
Menurut penelitian di jurnal The New England Journal of Medicine, sebagian kasus keguguran trimester awal dapat ditangani tanpa kuret melalui observasi medis atau pemberian obat tertentu di bawah pengawasan dokter.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi umumnya akan mempertimbangkan beberapa faktor sebelum menentukan apakah pasien perlu menjalani kuret atau tidak, seperti:
- Jumlah jaringan yang tersisa di rahim.
- Intensitas perdarahan.
- Adanya tanda infeksi.
- Usia kehamilan.
- Kondisi kesehatan ibu secara keseluruhan.
7 Cara mengeluarkan sisa janin pasca keguguran tanpa kuret
Berikut beberapa metode yang biasanya dokter lakukan untuk membantu mengeluarkan sisa jaringan kehamilan tanpa tindakan kuretase.
1. Menunggu jaringan keluar secara alami
Cara ini disebut expectant management atau manajemen observasi. Pada metode ini, dokter akan memantau kondisi Bunda sambil menunggu tubuh mengeluarkan jaringan kehamilan secara alami.
Cepat atau lambat jaringan kehamilan akan keluar secara alami. Proses ini bisa berlangsung beberapa hari hingga empat minggu tergantung kondisi keguguran.
Selain itu, metode ini umumnya dipilih jika jaringan yang tertinggal sedikit, tidak ada infeksi, perdarahan tidak berlebihan, serta kondisi ibu stabil.
Selama menunggu, Bunda mungkin mengalami bercak atau pendarahan, seperti halnya menstruasi.
Saat jaringan kehamilan keluar, Bunda mungkin akan mengalami perdarahan yang lebih berat disertai kram, seperti nyeri haid. Bunda juga akan mengalami keluarnya gumpalan darah atau jaringan.
2. Menggunakan obat perangsang kontraksi rahim
Dokter dapat memberikan obat seperti misoprostol untuk membantu rahim berkontraksi dan mengeluarkan sisa jaringan kehamilan. Penggunaan misoprostol cukup efektif untuk menangani keguguran tidak lengkap pada trimester awal.
Setelah minum obat, Bunda mungkin mengalami:
- Kram kuat.
- Perdarahan lebih banyak.
- Mual atau diare.
- Menggigil ringan.
Jaringan biasanya keluar dalam beberapa jam hingga beberapa hari.
3. Memantau dengan USG berkala
Dokter biasanya akan memantau melalui USG untuk Bunda yang tidak memilih dikuret. Tujuannya untuk memastikan jaringan benar-benar sudah keluar.
USG ini penting dilakukan agar tidak ada sisa jaringan yang memicu infeksi atau perdarahan berkepanjangan.
4. Istirahat cukup dan menjaga kondisi tubuh
Pemulihan tubuh sangat penting setelah keguguran. Tubuh membutuhkan energi untuk membantu kontraksi rahim dan proses penyembuhan alami.
Dokter biasanya menyarankan:
- Cukup istirahat.
- Menghindari aktivitas berat.
- Banyak minum air putih.
- Mengonsumsi makanan bergizi.
5. Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter
Saat jaringan kehamilan keluar, Bunda kemungkinan mengalami nyeri seperti kontraksi haid berat. Dokter biasanya memperbolehkan konsumsi parasetamol atau ibuprofen sesuai kondisi medis pasien. Namun, hindari minum obat sembarangan tanpa konsultasi dokter.
6. Menghindari penggunaan tampon dan hubungan seksual sementara
Menurut HealthyWA dan The Royal Women’s Hospital Australia, setelah keguguran Bunda dianjurkan:
- Menggunakan pembalut, bukan tampon.
- Menghindari hubungan intim sementara.
- Menjaga kebersihan area kewanitaan.
Langkah ini penting untuk mengurangi risiko infeksi selama rahim masih dalam proses pemulihan.
7. Rutin kontrol ke dokter
Bunda, kontrol rutin itu diperlukan untuk memastikan rahim benar-benar bersih dan kondisi tubuh membaik.
Dokter akan mengecek:
- Kondisi perdarahan.
- Suhu tubuh.
- Hasil USG.
- Tanda infeksi.
Jika masih ada jaringan yang tersisa atau terjadi komplikasi, dokter dapat menyarankan tindakan medis lanjutan.
Kapan sisa janin pasca keguguran harus dikuret?
Pada beberapa kasus keguguran bisa keluar sisa jaringan tanpa kuret. Namun, ada kondisi tertentu yang membuat tindakan operasi menjadi pilihan paling aman.
Segera periksa ke dokter jika Bunda mengalami:
- Perdarahan sangat banyak.
- Demam.
- Nyeri hebat.
- Keluar cairan berbau tidak sedap.
- Pusing hingga pingsan.
- Perdarahan lebih dari dua minggu.
Menurut American Pregnancy Association, kondisi di atas bisa menjadi tanda infeksi atau masih adanya jaringan kehamilan di dalam rahim.
Meski pada beberapa kondisi jaringan kehamilan bisa keluar secara alami atau dengan bantuan obat, pemeriksaan dokter tetap penting untuk memastikan rahim benar-benar bersih dan mencegah komplikasi berbahaya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)