HaiBunda

KEHAMILAN

Angka Kelahiran Menurun, Negara di Asia Ini Promosikan Perawatan Sebelum Hamil

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 09 Jun 2026 20:00 WIB
Angka Kelahiran Menurun, Negara Ini Promosikan Perawatan Prakonsepsi untuk Edukasi Warganya/ Foto: Getty Images/iStockphoto/PrathanChorruangsak
Jakarta -

Penurunan angka kelahiran terjadi di banyak negara maju. Salah satunya adalah negara Jepang, Bunda.

Melansir dari laman The Japan Times, jumlah bayi yang lahir di Jepang pada tahun 2025 turun ke rekor terendah, yaitu 671.236. Angka tersebut turun sebesar 2,2 persen dari jumlah kelahiran di tahun 2024.

Tak hanya itu, angka kesuburan total atau rata-rata jumlah anak yang dimiliki seorang perempuan selama hidupnya juga menurun menjadi 1,14 dari 1,15 di tahun sebelumnya. Angka tersebut telah lama menunjukkan tren penurunan secara signifikan dibandingkan dengan 40 tahun yang lalu ketika angka kesuburan nasional adalah 1,76.


Kembali promosikan perawatan prakonsepsi

Tren penurunan angka kelahiran di Jepang membuat pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengejar ketertinggalan, Bunda. Baru-baru ini, pemerintah Jepang memberi perhatian besar pada perawatan prakonsepsi atau sebelum kehamilan.

Perawatan ini merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mendorong orang-orang memperoleh pengetahuan tentang kehamilan dan persalinan. Perawatan sebelum hamil atau prakonsepsi, pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 2006 sebagai serangkaian intervensi yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan memodifikasi risiko persalinan yang aman sebelum kehamilan.

Saat ini, pendekatan tersebut dianggap komprehensif bagi semua kalangan tanpa memandang jenis kelamin atau usia. Perawatan prakonsepsi membantu banyak orang memperoleh pengetahuan tentang kesejahteraan dan kehamilan, serta untuk meneliti rencana masa depan dan mengelola gaya hidup.

Sebenarnya, perawatan sebelum kehamilan telah menjadi bagian dari kebijakan pemerintah Jepang sejak tahun 2018. Pada bulan Mei tahun lalu, sebuah panel dari Children and Families Agency membuat rencana lima tahun bagi pemerintah untuk mempromosikan perawatan sebelum konsepsi, dengan target menyasar 80 persen generasi muda.

Lembaga tersebut mengatakan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah, perusahaan, dan lembaga pendidikan untuk menyebarkan gagasan. Mereka juga berencana untuk meningkatkan layanan konsultasi, Bunda.

Nah, perawatan sebelum kehamilan ini nantinya akan memberi tahu bagaimana kebiasaan gaya hidup seseorang dapat memengaruhi generasi mendatang, dan bagaimana usia dapat memengaruhi kesuburan.

Wakil menteri dari kementerian terkait kesehatan sebelumnya telah bertemu untuk membahas perawatan kesehatan preventif. Mereka juga mengusulkan agar perawatan prakonsepsi bisa dilakukan di sekolah dan perusahaan.

Masih minimnya pengetahuan tentang prakonsepsi

Kepala pusat perawatan prakonsepsi di National Center for Child Health and Development, Asako Mito, mengatakan bahwa jumlah kehamilan dan persalinan berisiko tinggi masih terjadi. Penyebabnya terkait dengan faktor-faktor seperti usia lanjut, berat badan kurang atau obesitas, yang semakin meningkat di Jepang.

Menurut Asako Mito, banyak orang kurang memiliki literasi kesehatan atau kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi yang kurang tentang kesehatan reproduksi dan seks.

"Penting untuk melengkapinya dengan pendidikan seks komprehensif berstandar internasional," kata Mito.

"Menjalani hidup sehat baik secara fisik maupun mental adalah inti dari perawatan prakonsepsi, jadi gagasan ini penting bagi semua orang, bukan hanya generasi muda atau orang yang ingin memiliki anak," sambungnya.

Asako Mito mengatakan bahwa menyebarkan informasi yang akurat dan menghubungkan orang-orang yang berisiko dengan perawatan yang tepat akan mengarah pada kesejahteraan bayi baru lahir. Pada akhirnya, hal tersebut dapat mengatasi angka kelahiran yang menurun, Bunda.

Demikian berita terkait langkah pemerintah Jepang untuk mengatasi angka kelahiran yang menurun.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Program Hamil, Berapa Kali Berhubungan Intim dalam Seminggu?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya

Mom's Life Amira Salsabila

Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian

Parenting Annisa Karnesyia

Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah

Mom's Life Amira Salsabila

Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO

Mom's Life Amira Salsabila

Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya

Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian

Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO

Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK