HaiBunda

KEHAMILAN

Fasilitas Umum Korea Selatan Belum Ramah Ibu Hamil, Termasuk Susah Dapat Kursi Prioritas

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 14 Jun 2026 14:10 WIB
ilustrasi Ibu Hamil Naik Kendaraan Umum/ Foto: Getty Images/iStockphoto/maroke
Jakarta -

Menjadi ibu hamil di Korea Selatan ternyata tidak selalu mudah, Bunda. Masih banyak orang yang enggan memberikan kursi prioritas kepada ibu hamil di negara tersebut, sehingga kenyamanan mereka di transportasi umum sering kali belum sepenuhnya terjamin.

Ministry of Health and Welfare Korea Selatan menambah kampanye yang mendorong masyarakat untuk mendukung ibu hamil di ruang publik. Sementara itu, Korea Population, Health and Welfare Association, diberikan kepercayaan untuk memproduksi dan mendistribusikan lencana ibu hamil sebagai bagian dari kampanye.

Dilansir laman Korea Times, lencana kecil tersebut dimaksudkan agar ibu hamil mendapatkan tempat duduk di transportasi umum. Sebagian besar masyarakat mendukung aturan tersebut. Namun, beberapa di antaranya mengeluh tentang penyalahgunaan label 'prioritas' ini.


Debat seputar kursi prioritas untuk ibu hamil telah memanas. Perpecahan terkait isu tersebut bahkan sudah biasa terjadi di negara ini, Bunda.

Pro dan kontra penggunaan lencana ibu hamil

Sebagian orang mengatakan, penumpang seharusnya memberikan tempat duduk kepada ibu hamil sebagai bentuk kesopanan dasar. Namun yang lain menggemakan sentimen yang lebih keras di dunia maya, di mana mereka mempertanyakan siapa yang sejak awal menyuruh perempuan untuk hamil dan memiliki anak.

Seorang calon Bunda yang sedang hamil muda menulis di internet bahwa ia ingin mendapatkan lencana tersebut karena transportasi umum menjadi sulit. Ia sangat ingin penumpang memberikan tempat duduk kepadanya, tetapi ragu untuk memintanya.

Sayangnya, mengenakan lencana tidak menjamin ibu hamil mendapatkan tempat duduk di transportasi umum, Bunda. Seorang netizen mengatakan bahwa penumpang sering kali tidak memberikan tempat duduk meskipun ia mengenakan lencana dan terlihat hamil.

Lencana itu sendiri bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Seorang ibu hamil mengatakan kalau dia menyembunyikan lencananya karena ia seperti memaksa penumpang yang duduk untuk berdiri. Bahkan, banyak penumpang yang tidak hamil sering menduduki kursi prioritas.

Perempuan lain juga menggambarkan keraguan serupa. Dia tidak pernah menggunakan lencana itu karena memakainya terasa memalukan. Sementara yang lain khawatir memakainya karena takut orang salah mengira perut hamilnya sebagai kenaikan berat badan.

Ada juga yang enggan menggunakan karena frasa 'Ibu hamil didahulukan', membuatnya merasa seperti sedang menuntut akomodasi daripada memintanya dengan tenang.

Bagi sebagian perempuan, lencana itu menandakan lebih dari sekadar kebutuhan akan tempat duduk. Seorang ibu hamil berisiko tinggi mengatakan kalau dia memakainya agar petugas bisa cepat tanggap bila terjadi keadaan darurat. Sedangkan yang lain memutuskan untuk memakai lencana itu sebelum perutnya mulai membesar karena takut seseorang akan menabraknya.

Para penumpang menuntut kesopanan dari ibu hamil

Perdebatan tentang kursi prioritas ibu hamil juga berisi tuntutan dari penumpang umum. Seorang penumpang mengatakan telah memberikan tempat duduknya kepada seorang ibu hamil, namun ibu tersebut duduk tanpa mengucapkan terima kasih, dan bertindak seolah-olah berhak atas tempat duduk tersebut.

Netizen lain juga menyuarakan rasa frustrasi yang sama. Salah satunya mengatakan seorang ibu hamil tampak kesal karena menerima tempat duduk biasa, bukan tempat duduk prioritas.

Bagi para kritikus, masalahnya bukan terletak pada membantu ibu hamil, tetapi pada harapan bahwa orang lain harus selalu melakukan hal yang sama. Seorang netizen mengatakan bahwa kursi prioritas untuk ibu hamil adalah rekomendasi, bukan kewajiban hukum, dan bahwa orang tidak seharusnya menganggap pertimbangan tersebut sebagai sesuatu yang otomatis.

Seorang pejabat kesehatan keluarga kota Seoul, Yoon Soo-yeon, mengatakan bahwa lencana kehamilan tersebut mengikuti pedoman proyek kesehatan ibu dan anak dari Ministry of Health and Welfare, dan merupakan bagian dari kampanye untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk mendukung persalinan. Ia mengatakan bahwa kampanye ini membutuhkan kerja sama dari warga.

Pemerintah Korea sendiri mengawasi penggunaan lencana ini. Ibu hamil bisa mendapatkannya di pusat-pusat kesehatan masyarakat di seluruh negeri, yang menyediakannya setahun sekali. Selain itu, mereka juga dapat memperolehnya di pusat layanan pelanggan di beberapa stasiun kereta bawah tanah dengan dokumen yang membuktikan kehamilan atau buku catatan kehamilan resmi.

Demikian berita terkait akses kursi prioritas di Korea yang menjadi perdebatan publik.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

3 Penyebab Angka Kelahiran di Korea Selatan Menurun Setiap Tahun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kisah Perempuan Alami Kerusakan Jantung Usai Minum 8-10 Cangkir Kopi Sehari

Mom's Life Tim HaiBunda

5 Ciri Kepribadian Orang yang Tidak Suka Membuka Kado di Depan Umum

Mom's Life Annisa Karnesyia

Perkembangan Bayi 4 Bulan Menuju 5 Bulan, Si Kecil Sudah Bisa Apa Saja?

Parenting Asri Ediyati

Alamii Food Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis bagi 17 Anak Indonesia

Parenting Tim HaiBunda

Kebanyakan Makan Mengandung MSG Benarkah Bisa Bikin Bodoh? Simak Faktanya

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Ciri Kepribadian Orang yang Tidak Suka Membuka Kado di Depan Umum

Perkembangan Bayi 4 Bulan Menuju 5 Bulan, Si Kecil Sudah Bisa Apa Saja?

Kisah Perempuan Alami Kerusakan Jantung Usai Minum 8-10 Cangkir Kopi Sehari

Alamii Food Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis bagi 17 Anak Indonesia

Bangganya Abdel Achrian Anak Kuliah Hari Pertama di ITB, Intip Potret Latisha

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK