KEHAMILAN
Darah Istihadhah: Penyebab, Ciri-ciri, Cara Menghitung, Batas Waktu, dan Hukumnya
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Rabu, 24 Jun 2026 11:10 WIBBunda pernah mengalami keluar darah di luar jadwal haid dan bingung apakah harus tetap salat atau tidak? Kondisi seperti ini bisa membuat banyak perempuan bertanya-tanya. Apakah darah tersebut termasuk haid, nifas, atau darah istihadhah?
Dalam Islam, perempuan perlu memahami perbedaan ketiganya karena berkaitan dengan ibadah. Salah satu kondisi yang sering membuat bingung adalah darah istihadhah.
Apa itu darah istihadhah?
Dikutip dari Rumaysho, Darah istihadhah adalah darah yang keluar di luar waktu haid dan nifas. Dalam istilah syariat, darah istihadhah merupakan darah yang keluar karena adanya gangguan pada urat atau pembuluh darah, bukan darah alami bulanan seorang perempuan.
Berbeda dengan darah haid dan nifas yang memiliki hukum khusus dalam ibadah, perempuan yang mengalami istihadhah tetap dihukumi suci. Artinya, Bunda tetap menjalankan salat, puasa, dan ibadah lainnya dengan memperhatikan tata cara bersuci.
Pada penjelasan kali ini Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa istihadhah itu ada tiga keadaan.
Keadaan pertama:
Yang sudah punya kebiasaan haid sebelumnya (disebut al-mu’taadah), sudah diketahui kebiasaan kadar dan waktunya, kemudian mengalami istihadhah. Misalnya ada seorang wanita yang punya kebiasaan haid pada awal bulan selama tujuh hari, kemudian mengalami istihadhah.
Maka ia sikapi, tujuh hari sebagai kebiasaan haid. Maka pada awal bulan, ia meninggalkan shalat selama tujuh hari. Lalu hari kedelapan, ia mandi. Setelah itu ia melakukan sebagaimana yang dilakukan oleh wanita yang suci seperti mengerjakan shalat atau berpuasa.
Dalil untuk keadaan pertama adalah hadits berikut,
أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ ، سَأَلَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ : إِنِّي أُسْتَحَاضُ فَلاَ أَطْهُرُ ، أَفَأَدَعُ الصَّلاَةَ ؟ فَقَالَ : لاَ ، إِنَّ ذَلِكَ عِرْقٌ ، وَلَكِنْ دَعِي الصَّلاَةَ قَدْرَ الأَيَّامِ الَّتِي كُنْتِ تَحِيْضِيْنَ فِيْهَا ، ثُمَّ اِغْتَسِلِي وَصَلِّي.
“Bahwasanya Fathimah binti Abi Hubaisy pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, ‘Aku pernah istihadhah dan belum suci. Apakah aku mesti meninggalkan shalat?’ Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Tidak, itu adalah darah penyakit. Namun tinggalkanlah shalat sebanyak hari yang biasanya engkau haid sebelum itu, kemudian mandilah dan lakukanlah shalat.’ (HR. Bukhari, no. 325)
Dari hadits di atas disimpulkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan untuk memperhatikan pada kebiasaan (‘adat), bukan memperhatikan pada perbedaan warna darah (antara haid dan istihadhah).
Keadaan kedua:
Bagi orang yang tidak punya kebiasaan haid. Wanita semacam ini disebut al–mubtada’ah. Ini dialami oleh orang yang baru mengalami haid atau dialami oleh wanita yang sudah punya kebiasaan namun ia lupa kapan waktu dan kadarnya. Yang dijadikan patokan adalah warna darah, disebut tamyiz (harus bisa membedakan mana darah haid dan istihadhah).
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata kepada Fathimah binti Abu Hubaisy,
إِذَا كَانَ دَمُ الحَيْضَةِ فَإِنَّهُ أَسْوَدُ يُعْرَفُ، فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِيْ عَن الصَّلاَةِ، فَإِذَا كَانَ الآخَرُ فَتَوَضَّئِيْ وَصَلِّيْ فَإِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ
“Jika yang keluar adalah darah haid yaitu berwarna hitam yang dapat diketahui, maka tinggalkanlah shalat. Tetapi jika yang keluar bukan seperti itu, maka berwudhulah dan lakukanlah shalat karena itu darah penyakit.” (HR. Abu Daud, no. 286. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Keadaan ketiga:
Yang tidak punya kebiasaan (seperti pada yang baru mengalami haid atau dalam keadaan lupa masa haidnya) dan tidak bisa membedakan darah haid dan yang bukan, maka dikembalikan kepada kebiasaan umumnya wanita atau enam atau tujuh hari.
Hal ini berdasarkan hadits Hamnah binti Jahsy radhiyallahu ‘anha bahwa ia berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
يَا رَسُوْلَ الله إِنِّي أُسْتَحَاضُ حَيْضَةً كَبِيْرَةً شَدِيْدَةً فَمَا تَرَى فِيْهَا قَدْ مَنَعَتْنِي الصَّلاَةَ وَالصِّيَامَ، فَقَالَ: (( أَنْعَتُ لَكِ (أَصِفُ لَكِ اسْتِعْمَالَ) الكُرْسُفَ (وهو القطن) تَضَعِيْنَهُ عَلَى الفَرجِ فَإِنَّهُ يُذْهِبُ الدَّمَ )) قَالَتْ: هُوَ أَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ. وَفِيْهِ قَالَ: (( إِنَّمَا هَذَا رَكْضَةٌ مِنْ رَكَضَاتِ الشَّيْطَان، فَتَحِيْضِيْ سِتَّةَ أَيَّامٍ أَوْ سَبْعَةَ فِيْ عِلْمِ الله تَعَالَى، ثُمَّ اغْتَسِلِيْ حَتَّى إِذَا رَأَيْتِ أَنَّكِ قَدْ طَهُرْتِ وَاسْتَنْقَيْتِ فَصَلِّي أَرْبَعًا وَعِشْرِيْنَ أَوْ ثَلاَثًا وَعِشْرِيْنَ لَيْلَةً وَأَيَّامَهَا وَصُوْمِيْ ))
“Ya Rasulullah, sungguh aku sedang mengalami istihadhah yang deras sekali. Lalu bagaimana pendapatmu tentang darah tersebut? Darah tersebut telah menghalangiku shalat dan berpuasa. Beliau bersabda, ‘Aku beritahukan kepadamu (untuk menggunakan) kapas dengan melekatkannya pada kemaluan, karena hal itu dapat menyerap darah.’ Hamnah berkata, ‘Darahnya lebih banyak dari itu.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, ‘Ini hanyalah salah satu usikan syetan. Maka hitunglah haidmu enam atau tujuh hari menurut ilmu Allah Ta’ala lalu mandilah sampai engkau merasa telah bersih dan suci, kemudian shalatlah selama 24 atau 23 hari, dan berpuasalah.’” (HR. Ahmad, 1:237. Sebagaimana disebut dalam Tanqih Tahqiq At-Ta’liq, hadits ini hasan shahih)
Di sini disuruh memilih enam atau tujuh hari. Memilihnya tergantung ijtihad manakah yang paling diyakini. Antara enam atau tujuh dipilih mana yang mendekati kebenaran, itulah waktu yang disikapi untuk masa haid.
3 Jenis darah istihadhah
Bunda, darah istihadhah bisa berbeda-beda pada setiap perempuan. Dalam pembahasan fikih, para ulama menjelaskan kondisi istihadhah berdasarkan banyak atau sedikitnya darah yang keluar. Pembagian ini membantu menentukan cara bersuci dan menjaga ibadah ketika darah terus keluar.
Sedikit
Istihadhah sedikit adalah kondisi ketika darah yang keluar hanya dalam jumlah ringan, misalnya berupa bercak atau noda kecil. Pada kondisi ini, darah biasanya tidak sampai mengalir banyak dan bisa saja hanya terlihat pada waktu tertentu. Bunda tetap perlu menjaga kebersihan dan melakukan bersuci sesuai ketentuan agar tetap dapat menjalankan ibadah.
Pertengahan
Istihadhah pertengahan adalah ketika darah keluar lebih banyak dibandingkan bercak ringan, tetapi belum sampai memenuhi kondisi darah yang sangat deras. Darah dapat keluar beberapa kali atau berlangsung lebih lama sehingga Bunda perlu lebih memperhatikan kebiasaan darah yang keluar, apakah sesuai dengan waktu haid atau bukan.
Banyak
Istihadhah banyak adalah kondisi ketika darah keluar dalam jumlah yang cukup deras atau terus-menerus. Pada kondisi ini, Bunda mungkin membutuhkan perlindungan tambahan seperti pembalut agar darah tidak menyebar. Meski darah tetap keluar, perempuan yang mengalami istihadhah tetap dihukumi suci dan tetap menjalankan ibadah dengan tata cara bersuci yang benar.
Dalam penjelasan para ulama, termasuk pembahasan fikih, perempuan yang mengalami istihadhah tetap wajib salat dan tidak diperlakukan seperti perempuan haid. Karena itu, penting membedakan antara darah haid dan darah istihadhah agar tidak meninggalkan ibadah yang masih diwajibkan.
Ciri-ciri darah istihadhah
Untuk membedakan apakah darah tersebut masih termasuk haid atau sudah masuk kategori istihadhah, para ulama menjelaskan bahwa ada beberapa tanda yang dapat diperhatikan. Namun, penentuan hukum tetap perlu melihat kebiasaan haid seorang perempuan dan ketentuan fikih.
1. Warna darah
Salah satu ciri yang sering digunakan untuk membedakan darah istihadhah adalah warnanya. Darah istihadhah umumnya memiliki warna merah segar atau lebih terang dibandingkan darah haid. Sementara darah haid biasanya lebih gelap, pekat, dan memiliki ciri khas tersendiri. Dalam hadis, Rasulullah ﷺ menjelaskan kepada perempuan yang mengalami darah terus-menerus untuk membedakan darah haid dengan darah lainnya.
“Sesungguhnya itu adalah darah penyakit, bukan darah haid. Jika datang haid maka tinggalkanlah salat, dan jika telah selesai maka mandilah dan salatlah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Konsistensi darah
Darah istihadhah biasanya memiliki tekstur yang lebih encer dan ringan. Berbeda dengan darah haid yang sering kali lebih kental karena berasal dari peluruhan dinding rahim. Darah istihadhah berasal dari gangguan pembuluh darah sehingga sifatnya dapat berbeda. Namun, Bunda tetap perlu memperhatikan tanda lain karena kondisi setiap perempuan bisa berbeda.
3. Durasi keluarnya darah
Darah istihadhah dapat keluar di luar waktu kebiasaan haid dan tidak memiliki pola tertentu. Misalnya, Bunda biasanya haid selama beberapa hari, tetapi setelah masa tersebut darah masih keluar, maka darah yang tersisa bisa termasuk istihadhah. Begitu juga jika darah muncul di masa suci atau pada waktu yang tidak biasa.
4. Tidak disertai gejala haid
Pada sebagian perempuan, haid biasanya disertai tanda tertentu seperti:
- Nyeri perut,
- Badan terasa lebih lemas,
- Perubahan suasana hati,
- Rasa tidak nyaman di tubuh.
Sementara darah istihadhah umumnya keluar tanpa disertai tanda-tanda khas haid.
Yang termasuk kategori darah istihadhah
Tidak semua darah yang keluar dari seorang perempuan otomatis termasuk haid atau nifas. Ada beberapa kondisi darah yang dalam pembahasan fikih masuk ke dalam kategori darah istihadhah.
Darah istihadhah memiliki hukum berbeda dari haid. Perempuan yang mengalaminya tetap dihukumi suci sehingga tetap menjalankan ibadah seperti salat dan puasa dengan memperhatikan tata cara bersuci.
Berikut beberapa kondisi yang termasuk darah istihadhah:
1. Darah sebelum usia 9 tahun
Dalam sebagian pembahasan fikih, darah yang keluar sebelum seorang anak perempuan mencapai usia minimal haid (yang sering disebut sekitar usia 9 tahun menurut kalender hijriah) tidak dihukumi sebagai darah haid. Darah tersebut termasuk darah istihadhah karena belum memenuhi ketentuan usia haid.
2. Darah menopause
Ketika seorang perempuan sudah memasuki masa menopause lalu mengalami keluar darah, darah tersebut tidak lagi dihukumi sebagai haid. Apabila terjadi, darah tersebut termasuk istihadhah dan sebaiknya diperiksa penyebabnya dari sisi kesehatan.
3. Darah yang keluar di masa suci dari haid
Jika Bunda sedang berada dalam masa suci, kemudian keluar darah di luar kebiasaan haid, maka darah tersebut bisa termasuk istihadhah. Misalnya, setelah haid selesai dan sudah kembali suci, lalu muncul bercak darah yang tidak sesuai dengan kebiasaan haid.
4. Darah yang keluar sebelum melahirkan
Darah yang keluar menjelang persalinan tidak selalu langsung dihukumi sebagai nifas. Dalam pembahasan fikih, darah sebelum melahirkan dapat berbeda hukumnya tergantung kondisi dan waktunya. Jika tidak memenuhi ketentuan darah nifas, maka dapat masuk kategori istihadhah.
5. Darah lemah
Darah lemah adalah darah yang memiliki ciri berbeda dari darah haid, seperti lebih tipis, lebih encer, atau tidak memiliki sifat khas darah haid. Dalam beberapa pembahasan fikih, darah dengan sifat seperti ini dapat termasuk darah istihadhah apabila tidak memenuhi kriteria sebagai darah haid.
Jadi, Bunda tidak perlu langsung menyamakan semua darah yang keluar dengan haid. Memahami perbedaan darah haid, nifas, dan istihadhah membantu Bunda menentukan hukum ibadah dengan lebih tepat
Perbedaan istihadhah dengan darah haid atau nifas
Bunda, memahami perbedaan antara darah istihadhah, haid, dan nifas sangat penting. Ketiganya sama-sama berupa darah yang keluar dari tubuh perempuan, tetapi memiliki penyebab dan hukum yang berbeda. Kesalahan membedakan ketiganya bisa membuat Bunda ragu dalam menjalankan ibadah. Berikut beberapa perbedaannya:
1. Warna dan aroma
Salah satu perbedaan yang dapat diperhatikan adalah sifat darahnya.
Darah haid biasanya memiliki warna lebih gelap, lebih pekat, dan memiliki bau khas. Darah haid juga memiliki sifat tertentu yang berbeda dari darah biasa.
Sementara itu, darah istihadhah umumnya lebih terang, lebih encer, dan tidak memiliki ciri khas seperti darah haid.
Adapun darah nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan. Sifatnya bisa menyerupai darah haid karena sama-sama berasal dari rahim, tetapi waktunya berkaitan dengan proses persalinan.
2. Periode waktu
Perbedaan utama lainnya adalah waktu keluarnya darah.
Haid terjadi secara berkala sesuai siklus bulanan perempuan.
Nifas terjadi setelah seorang perempuan melahirkan sebagai bagian dari proses pemulihan rahim.
Sedangkan istihadhah dapat terjadi kapan saja di luar masa haid dan nifas, misalnya darah yang keluar di masa suci atau darah yang berlangsung melewati kebiasaan haid.
3. Tempat keluar darahnya
Darah haid, nifas, dan istihadhah sama-sama keluar melalui jalan lahir, tetapi penyebabnya berbeda.
Darah haid merupakan darah alami yang keluar karena luruhnya dinding rahim.
Darah nifas berkaitan dengan kondisi setelah persalinan.
Sementara darah istihadhah adalah darah yang keluar karena adanya gangguan pada pembuluh darah, bukan karena siklus alami haid atau proses melahirkan.
4. Tidak memiliki batasan umur
Darah haid memiliki ketentuan usia dalam fikih. Sementara nifas berkaitan dengan perempuan yang mengalami persalinan.
Adapun darah istihadhah dapat terjadi pada berbagai kondisi, termasuk darah yang keluar sebelum masa haid atau setelah masa menopause, sehingga tidak mengikuti pola usia haid.
5. Hukum ibadah
Ini adalah perbedaan yang paling penting untuk Bunda ketahui.
Ketika haid atau nifas, perempuan memiliki beberapa larangan ibadah tertentu, seperti tidak melaksanakan salat dan tidak berpuasa selama masa tersebut.
Sedangkan perempuan yang mengalami istihadhah tetap dihukumi suci. Bunda tetap wajib salat, boleh berpuasa, dan melakukan ibadah lainnya setelah menjaga kebersihan serta melakukan bersuci sesuai ketentuan.
Rasulullah ﷺ bersabda kepada perempuan yang mengalami darah terus-menerus:
“Sesungguhnya itu adalah darah penyakit, bukan darah haid. Jika datang haid maka tinggalkanlah salat, dan jika telah selesai maka mandilah dan salatlah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan memahami perbedaan ini, Bunda bisa lebih tenang menghadapi perubahan darah yang terjadi dan tidak salah dalam menentukan hukum ibadah. 🤍
Tata cara ibadah bagi perempuan beristihadhah
Perempuan yang mengalami istihadhah tetap menjalankan ibadah seperti biasa.
Beberapa hal yang perlu dilakukan:
- Membersihkan darah sebelum salat.
- Menggunakan pembalut atau kain agar darah tidak menyebar.
- Berwudu sesuai ketentuan.
- Tetap melaksanakan salat meskipun darah masih keluar.
Dalam pembahasan fikih, perempuan istihadhah tidak disamakan dengan perempuan haid karena statusnya tetap suci
Hukum beribadah saat keluar darah istihadhah
Bunda, salah satu hal yang sering membuat perempuan bingung adalah ketika darah masih keluar, apakah tetap boleh salat atau harus meninggalkan ibadah?
Jika darah tersebut adalah darah istihadhah, maka hukumnya berbeda dengan darah haid dan nifas. Perempuan yang mengalami istihadhah tetap dihukumi suci dan tetap wajib menjalankan ibadah.
Berbeda dengan haid dan nifas yang membuat perempuan tidak melakukan salat dan puasa sementara waktu, darah istihadhah tidak menjadi penghalang untuk beribadah.
Rasulullah ﷺ pernah menjelaskan kepada seorang perempuan yang mengalami darah terus-menerus:
“Sesungguhnya itu adalah darah penyakit, bukan darah haid. Apabila datang haid, maka tinggalkanlah salat. Dan apabila telah selesai, maka mandilah dan salatlah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadis ini, para ulama menjelaskan bahwa darah yang bukan termasuk haid tetap tidak menghalangi perempuan untuk beribadah.
1. Tetap wajib salat
Perempuan yang mengalami istihadhah tetap harus melaksanakan salat lima waktu. Bunda cukup menjaga kebersihan, membersihkan darah, lalu bersuci sesuai ketentuan sebelum salat. Jika darah masih keluar setelah itu, salat tetap dilakukan.
2. Tetap boleh berpuasa
Darah istihadhah tidak membatalkan puasa. Jadi, Bunda yang mengalami istihadhah tetap menjalankan puasa Ramadan maupun puasa sunnah.
3. Tetap boleh membaca Al-Qur’an dan berzikir
Karena statusnya bukan seperti haid, perempuan istihadhah tetap diperbolehkan melakukan ibadah lain seperti membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berzikir.
4. Tidak perlu meninggalkan ibadah karena ragu
Bunda tidak perlu meninggalkan salat hanya karena melihat darah keluar, selama sudah diketahui bahwa darah tersebut adalah istihadhah.
Karena itu, penting mengenali perbedaan antara darah haid, nifas, dan istihadhah agar ibadah dapat dilakukan sesuai tuntunan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Luna Maya Hiatus Demi Promil, Inginkan Bayi Kembar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mengenal Darah Istihadhah, Ciri-ciri Beserta Bedanya dengan Darah Haid dan Nifas
4 Cara Membedakan Darah Istihadah dengan Darah Haid dan Nifas
Haid Tak Teratur & Sering Muncul Flek, Begini Ketentuannya Jika Ingin Salat
Saat Program Hamil, Dukungan untuk Suami Juga Penting Diberikan
TERPOPULER
Usha Vance Istri Wapres AS Keturunan India Bepergian dengan Pesawat saat Hamil 8 Bulan, Amankah?
Tak Perlu Mainan Mahal, Ini 9 Ide Stimulasi Kognitif Anak dengan Benda di Rumah
7 Ciri Kepribadian Orang yang Berhenti Posting Tapi Masih Sering Cek Media Sosial
Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Kebiasaan Berbicaranya
Darah Istihadhah: Penyebab, Ciri-ciri, Cara Menghitung, Batas Waktu, dan Hukumnya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Hair Tonic Bantu Atasi Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Lap Microfiber Terbaik untuk Membersihkan Rumah, Motor, dan Mobil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci Set yang Bagus dan Berkualitas Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Buku Tulis Sekolah Anak yang Bagus dan Tidak Mudah Rusak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Powerbank CCC dan Fast Charging, Cocok buat Pertolongan saat Mati Lampu
asaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Kebiasaan Berbicaranya
Usha Vance Istri Wapres AS Keturunan India Bepergian dengan Pesawat saat Hamil 8 Bulan, Amankah?
Tak Perlu Mainan Mahal, Ini 9 Ide Stimulasi Kognitif Anak dengan Benda di Rumah
5 Rekomendasi Hair Tonic Bantu Atasi Rambut Rontok
Pelarian Taufik Hidayat Penyekap & Penyiksa Perempuan Bandung Berakhir, Kini Ditahan di Sel Khusus
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Adhisty Zara Rayakan Ultah Bareng Suami, Penampilan Baby Bump Bikin Salfok
-
Beautynesia
Get The Look: Inspirasi Outfit 'Soft Girl' dari Son Ye Jin, Cocok Buat Liburan!
-
Female Daily
Dyson Supersonic Travel, Hair Dryer Ringkas yang Siap Menemani Perjalananmu
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Tren Peplum dan Kelembutan Koleksi Louis Vuitton Pre-Fall 2026
-
Mommies Daily
8 Rekomendasi Kelas Liburan Anak di Surabaya, Coding hingga Creative Class