KEHAMILAN
Apakah Masih Bisa Terjadi Kehamilan di Masa perimenopause?
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Minggu, 05 Jul 2026 19:00 WIBPerimenopause merupakan periode waktu ketika tubuh seseorang bertransisi menuju menopause. Perimenopause biasanya dimulai pada pertengahan hingga akhir usia 40-an, Bunda.
Selama perimenopause, seorang perempuan akan mengalami perubahan pada tubuhnya. Salah satunya adalah periode menstruasi yang mungkin lebih lama atau lebih pendek, serta lebih berat atau lebih ringan dari biasanya.
Selain periode siklus haid tidak teratur, hampir 90 persen perempuan yang mengalami perimenopause mengalami gejala menopause, seperti hot flashes, sulit tidur, gangguan terkait suasana hati, dan kekeringan pada organ vagina.
"Perimenopause mengacu pada tahun-tahun menjelang menopause, yaitu ketika menstruasi berhenti secara permanen. Pada kebanyakan orang, periode ini berlangsung sekitar emapt tahun," kata dokter yang berspesialisasi dalam bidang obstetri dan ginekologi, Stacy A. Henigsman, DO.
"Selama periode ini, ovarium menghasilkan estrogen dan progesteron dalam jumlah yang bervariasi. Fluktuasi hormon tersebut dapat menyebabkan gejala perimenopause," sambungnya, dilansir laman Medical News Today.
Apa masih bisa hamil di masa perimenopause?
Kesuburan memang dapat menurun seiring bertambahnya usia. Tetapi, seorang perempuan masih bisa hamil selama masa perimenopause, Bunda.
Perkiraan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) bahkan menunjukkan bahwa lebih banyak bayi lahir dari perempuan berusia 40 hingga 44 tahun, dibandingkan dari ibu yang berusia lebih muda dalam beberapa tahun terakhir.
"Kesuburan tidak meningkat selama perimenopause, tetapi kesuburan tidak akan turun hingga nol sampai perempuan mencapai menopause," kata dokter kandungan dan spesialis menopause, Catherine Caponero, DO, dikutip dari Cleveland Clinic.
"Kehamilan spontan dapat terjadi dan memang terjadi, hingga perempuan mencapai periode menstruasi terakhirnya."
Jika tidak memiliki kondisi yang memengaruhi kemampuan untuk hamil, maka Bunda mungkin bisa hamil hingga mencapai menopause. Menopause adalah saat perempuan telah melewati satu tahun penuh tanpa siklus menstruasi.
Menopause rata-rata terjadi sekitar usia 52 tahun. Namun, hal itu dapat sangat bervariasi pada setiap perempuan.
Kenapa perempuan bisa hamil di masa perimenopause?
Kesuburan dapat menurun selama periode perimenopause karena jumlah sel telur sehat berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, seorang perempuan tetap bisa berovulasi selama perimenopause, di mana ovarium dapat melepaskan sel telur. Dan jika perempuan berhubungan seksual, maka sel telur tersebut dapat dibuahi.
Namun perlu dicatat, perempuan yang memasuki perimenopause mungkin tidak berovulasi secara teratur seperti dulu. Jadi, jika ia mengandalkan pelacakan siklus untuk mengetahui waktu paling subur, maka perhitungan tersebut bisa saja meleset.
"Ovulasi menjadi lebih tidak teratur dan sulit diprediksi," ungkap Caponero.
"Hal ini menyebabkan panjang siklus berubah, yang dapat membuat pelacakan kesuburan menjadi jauh kurang dapat diandalkan," lanjutnya.
Program hamil di masa perimenopause
Banyak perempuan berhenti melakukan program hamil ketika sudah memasuki masa perimenopause. Padahal, peluang hamil tetap ada meski usia sebentar lagi masuk menopause.
Bila ingin mendapatkan momongan di usia lanjut, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter. Menurut Caponero, jika perempuan berusia di bawah 35 tahun ingin hamil, ia menyarankan untuk hamil hingga satu tahun sebelum melakukan tes atau perawatan kesuburan.
Pada perempuan berusia antara 35 dan 40 tahun, Caponero merekomendasikan untuk konsultasi dengan spesialis kesehatan perempuan atau penyedia layanan kesuburan setelah enam bulan mencoba untuk hamil.
Bagi Bunda berusia 40 tahun ke atas, program hamil harus direncanakan dengan matang. Segera temui dokter spesialis kesuburan untuk membahas tes dan pilihan yang tersedia.
Perlu dicatat, kehamilan di usia lanjut bisa menimbulkan risiko. Sebelum merencanakan kehamilan, pahami risiko-risiko ini untuk mencegah komplikasi.
"Kesuburan terus menurun seiring bertambahnya usia, dan risiko kelainan kromosom meningkat," ungkap Caponero.
"Risiko tersebut bukan sepenuhnya disebabkan oleh perubahan hormonal perimenopause, tetapi lebih karena kesehatan sel telur menurun seiring bertambahnya usia."
Beberapa risiko kehamilan yang bisa didapatkan ini dapat berupa masalah kelainan kromosom, preeklamsia, diabetes gestasional, persalinan caesar, dan kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah.
Demikian penjelasan pakar terkait peluang hamil pada perempuan yang sudah memasuki masa perimenopause. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Luna Maya Hiatus Demi Promil, Inginkan Bayi Kembar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ciri Haid Menjelang Menopause dari Warna Darah dan Tanda yang Dirasakan
Ketahui Beda Postpartum dan Perimenopause, dari Tanda hingga Penyebabnya
Curhat Sharena Mulai Alami Perimenopause, Beruntung Ada Ryan Delon yang Mendampingi
Bisakah Perempuan Hamil saat Masuki Masa Perimenopause?
TERPOPULER
9 Kalimat yang Sering Diucapkan Pasangan Suami Istri dengan EQ Tinggi
Cara Membuat Chili Oil yang Enak ala Restoran, Pedas Gurih untuk Pelengkap Mi hingga Dimsum
5 Zodiak yang Sering Overthinking, Hal Kecil Saja Bisa Dipikirkan Berulang Kali
20 Soal Perkalian Pecahan dan Kunci Jawabannya untuk Dipelajari Anak di Rumah
10 Inspirasi Nama Bayi Bermakna Merdeka dan Bebas
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Stainless Steel Tebal Serbaguna Terbaik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Minyak Kemiri untuk Bayi yang Bagus dan Aman, Ada Pilihan Bunda?
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Merek Panci Anti Lengket Keramik Bebas PFOA dan PTFE
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Glossy Balm, Bikin Bibir Plumpy dan Tampak Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus dan Berkualitas
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
9 Kalimat yang Sering Diucapkan Pasangan Suami Istri dengan EQ Tinggi
Pangeran Harry & Meghan Markle Pindah ke Inggris, Dua Anaknya akan Sekolah di Sana
Cara Membuat Chili Oil yang Enak ala Restoran, Pedas Gurih untuk Pelengkap Mi hingga Dimsum
20 Soal Perkalian Pecahan dan Kunci Jawabannya untuk Dipelajari Anak di Rumah
5 Zodiak yang Sering Overthinking, Hal Kecil Saja Bisa Dipikirkan Berulang Kali
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kulit Mulai Kusam di Usia 20-an? Kenali Suplemen Antioksidan 10-in-1 Ini
-
Beautynesia
4 Bulan Kelahiran yang Paling Suka Jalan-jalan Sendiri, Kamu Salah Satunya?
-
Female Daily
Run for Independence Day 2026: Rayakan Kemerdekaan dengan Lari untuk Gaya Hidup Sehat
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ini Deretan Anak Jolie yang Buang Nama Brad Pitt, Terbaru Si Bungsu Vivienne!
-
Mommies Daily
Kim Mu-yeol Makin Memesona di Usia 40-an, Ini Alasannya plus Rekomendasi Drama dan Filmnya