KEHAMILAN
Mengenal 'Spermageddon' yang Dikaitkan dengan Krisis Kesuburan Pria, Berbahayakah?
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 31 Jul 2026 21:35 WIBIstilah 'spermageddon' belakangan ramai diperbincangkan usai dikaitkan dengan dugaan penurunan kualitas dan jumlah sperma pada pria di banyak negara. Fenomena ini memicu kekhawatiran terkait kesuburan pria di masa depan, hingga dampaknya pada angka kelahiran.
Baru-baru ini, para ilmuwan memperingatkan bahwa dunia memang sedang menuju krisis kesuburan pria. Dilansir The Guardian, data menunjukkan adanya penurunan separuh rata-rata kadar testosteron pria selama 50 tahun terakhir, Bunda.
Temuan ini merupakan serangkaian hasil studi yang meneliti kesuburan pria. Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Hagai Levine, telah mendokumentasikan penurunan drastis jumlah sperma secara global, yang kemudian dikenal dengan istilah 'spermageddon'.
"Sungguh mengejutkan bahwa kadar testosteron telah menurun hingga 50 persen. Ini angka yang sangat besar," kata Levine.
Temuan dari studi ini juga memicu kekhawatiran tentang dampak berbahaya dari bahan kimia pengganggu hormon endokrin, polusi udara, dan pemanasan global terhadap kesehatan manusia. Meski begitu, tren 'spermageddon' sebenarnya masih diperdebatkan di kalangan ilmuwan.
Profesor Shanna Swan mengatakan bahwa jumlah sperma bisa mencapai nol pada tahun 2045. Namun, profesor andrologi dan profesor dari University of Manchester, Allan Pacey, memiliki pendapat yang berbeda, Bunda.
"Ada kecenderungan untuk memilih data yang mendukung sudut pandang ini," kata Pacey.
"Bagi mereka yang berpikir dunia sedang menuju kehancuran dan kita semua akan binasa, penurunan testosteron dan jumlah sperma menjadi masuk akal."
Dalam analisis yang lebih baru mengenai jumlah sperma, kelompok Pacey tidak menemukan bukti penurunan yang signifikan. Meski begitu, mereka menemukan bahwa kualitas sperma tampaknya memang memburuk. Nah, upaya lain untuk mereplikasi temuan tersebut menghasilkan hasil yang beragam.
"Apakah saya pikir ada masalah dengan infertilitas pria? Ya. "Tetapi penurunan jumlah sperma bukanlah sesuatu yang saya khawatirkan," ujar Pacey.
Apa penyebab penurunan testoteron?
Hormon testoteron pada pria dapat turun karena beberapa faktor. Salah satunya adalah kelebihan lemak tubuh, yang dapat mempercepat konversi testosteron menjadi estrogen dan juga mengganggu sinyal hormon di otak.
Perkiraan tersebut dapat bervariasi. Tetapi dalam satu penelitian, setiap peningkatan satu poin pada Indeks Massa Tubuh (IMT) dikaitkan dengan penurunan testosteron sebesar 2 persen, yang diperkirakan dapat menurunkan produksi sperma.
Kelebihan berat badan juga dapat meningkatkan suhu skrotum, yang idealnya perlu beberapa derajat di bawah suhu inti tubuh untuk menghasilkan sperma yang sehat. Selain itu, kondisi medis seperti diabetes telah dikaitkan dengan testosteron yang lebih rendah, kerusakan DNA sperma, dan disfungsi ereksi.
"Obesitas bisa dengan mudah menjelaskan seluruh penurunan tersebut," kata profesor Channa Jayasena, dari Imperial College London.
"Masih ada tanda tanya mengenai apakah hal-hal seperti polusi dan faktor lingkungan juga turut berkontribusi," sambungnya.
Dalam dekade terakhir, telah ada ribuan studi yang meneliti kemungkinan peran kontaminan lingkungan terhadap berbagai metrik kesuburan pria. Misalnya, mikroplastik telah ditemukan dalam cairan mani dan paparan subjek tikus hamil terhadap Pfas (per- and polyfluoroalkyl substances), dapat mengakibatkan keturunan memiliki sperma abnormal.
"Ada penelitian yang menunjukkan keberadaan mikroplastik di testis dan kesimpulannya pasti sangat buruk," kata ahli endokrinologi anak di University of Edinburgh, profesor Rod Mitchell.
"Tetapi mikroplastik itu bisa saja hanya berada di sana dalam keadaan tidak aktif dan tidak melakukan apa pun."
Sebuah studi Italia juga menunjukkan bahwa polusi dapat menyebabkan penis yang lebih kecil. Sementara studi lain di World Journal of Men's Health tahun 2023 menemukan bahwa panjang penis ereksi rata-rata telah meningkat sebesar 24 persen selama 29 tahun terakhir. Kedua kelompok penulis tersebut berspekulasi bahwa bahan kimia pengganggu endokrin dapat mengubah perkembangan organ intim pada pria.
Hingga kini, upaya untuk memahami kesuburan pria masih terus berlanjut. Tetapi, banyak ilmuwan ingin menghindari kepanikan dalam menghadapi ketidakpastian dari isu ini, Bunda.
Demikian penjelasan terkait istilah 'spermageddon', yang belakangan dikaitkan dengan masalah kesuburan pada pria. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Luna Maya Hiatus Demi Promil, Inginkan Bayi Kembar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Varikokel: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pengaruhnya pada Tingkat Kesuburan Suami
Agar Kualitas Sperma Meningkat & Cepat Hamil, Ayah Sebaiknya Tidur Jam Segini Bun
7 Pilihan Suplemen untuk Ayah Konsumsi saat Jalani Program Hamil
Bagaimana Proses Pembentukan Sperma? Ini Bun Cara Jaga Kualitas & Kuantitasnya
TERPOPULER
Perayaan Ultah Sederhana Jonatan Cristie, Shania Ungkap Ucapan Terimakasih karena Hal Ini
Curhat Sinyorita Esperanza Jalani IVF di Usia 44 Th, Alami Keguguran saat Hamil 6 Minggu
Resep Bubur Kacang Hijau Sederhana, Manis Legit dan Gurihnya Pas
Kembali ke Sekolah Ternyata Bisa Memicu Sumber Stres pada Anak-anak
Benarkah Radiasi di Ketinggian Berisiko Picu Kanker Payudara pada Pramugari?
REKOMENDASI PRODUK
Jangan Dibunuh, Ini 5 Obat Penghilang Semut yang Diklaim Ampuh sampai Tuntas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Air Purifier dengan HEPA Filter, Jaga Kualitas Udara dalam Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Mini Vacuum Cleaner, Ukuran Kecil tapi Daya Isap Kuat
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Jangan Dibunuh, Ini 5 Obat Penghilang Semut yang Diklaim Ampuh sampai Tuntas
Curhat Sinyorita Esperanza Jalani IVF di Usia 44 Th, Alami Keguguran saat Hamil 6 Minggu
Resep Bubur Kacang Hijau Sederhana, Manis Legit dan Gurihnya Pas
Perayaan Ultah Sederhana Jonatan Cristie, Shania Ungkap Ucapan Terimakasih karena Hal Ini
Kembali ke Sekolah Ternyata Bisa Memicu Sumber Stres pada Anak-anak
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Nonton Konser Outdoor Berjam-jam? Ini Tips Pilih Kipas Angin Genggam yang Pas
-
Beautynesia
Macklemore Sumbangkan Rp17,7 M dari Penghasilan Tur Ed Sheeran ke Palestina
-
Female Daily
Apa Itu Badabida? Lulur Ketan Hitam Warisan Perempuan Kaili yang Kini Dikenalkan Lagi!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Selena Gomez Tak Takut Menua: 'Kulit Mengendur, Tapi Kita Masih Hidup'
-
Mommies Daily
Checklist Wajib Isi Kotak P3K di Rumah, Siap Menolong Saat Musibah Terjadi