sign up SIGN UP search


kehamilan

Bagaimana Proses Pembentukan Sperma? Ini Bun Cara Jaga Kualitas & Kuantitasnya

Haikal Luthfi Jumat, 25 Dec 2020 18:09 WIB
ilustrasi sperma caption
Jakarta -

Bagi calon ayah, menjaga kualitas dan kuantitas sperma menjadi kunci utama kesuburan pria. Sebab, kehamilan tidak terlepas dari pengaruh sperma pasangan, Bunda. Tentunya proses ini bisa terjadi ketika sperma yang masuk ke dalam rahim telah membuahi sel telur yang telah matang.

Namun, sebelum menjadi sel sperma yang siap membuahi sel telur, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk diproduksi. Lantas bagaimana prosesnya?

Sperma merupakan sel-sel reproduksi laki-laki yang berukuran mikroskopis. Ini diibaratkan sebagai benih yang dikeluarkan bersamaan dengan cairan air mani. Dalam proses pembentukannya, ini dikenal dengan istilah spermatogenesis.


Mengutip laman Britannica, spermatogenesis adalah tahapan pembentukan dan pematangan sel sperma di dalam organ reproduksi pria atau dikenal dengan sebutan testis. Proses inilah yang menentukan kualitas sperma, yang berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembuahan sel telur hingga menjadi janin, Bunda.

Produksi sperma adalah proses yang terus-menerus, dimulai pada saat masa pubertas dan berlanjut sepanjang hidup yang terjadi di dalam testis, tepatnya di bagian tubulus seminiferus. Bagian ini terdiri dari sejumlah besar sel sperma belum matang, yang kemudian menempel pada dinding tubulus dan disebut juga sel sertoli.

Sel sertoli ini bertugas memberi makan sejumlah sel sperma, sehingga terjadilah proses pematangan. Sel sperma yang telah matang akan terus-menerus membelah untuk memperbanyak diri, yang disebut juga spermatogonia.

Spermatogonia yang telah bermitosis ini akan berkembang menjadi spermatosit primer, Bunda. Setelah itu, membelah diri lagi secara meiosis menjadi spermatosit sekunder. Melalui tahap meiosis kedua yang merupakan tahap akhir, spermatosit sekunder membelah diri lagi menjadi empat spermatid yang bentuk dan ukurannya sama.

Hasil inilah akan menjadi sel sperma yang matang atau disebut dengan spermatozoa, yang dikeluarkan bersamaan dengan air mani sperma ketika pria mengalami ejakulasi, Bunda.

Tips menjaga kesehatan sperma

Beberapa studi memperkirakan sekitar satu dari setiap kasus infertilitas kehamilan disebabkan karena masalah kesuburan pria. Sebab, faktor ini memiliki peluang untuk membuat wanita dapat hamil, Bunda. Biasanya, ini tergantung pada kualitas sperma pria yang penting untuk dijaga.

ilustrasi spermaIlustrasi sperma/ Foto: iStock

Dilansir dari Medical News Today, jumlah sperma pria rata-rata sebanyak 40 juta hingga 300 juta sperma per mililiter (ml). Sementara jumlah sperma dikatakan sedikit atau kurang jika terproduksi hanya 10-20 juta sperma per ml.

Jika hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali yang diproduksi dalam air mani, kondisi ini dikenal sebagai oligospermia. Kondisi ini dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu:

  • Oligospermia ringan: 10-15 juta sperma/ml
  • Oligospermia sedang: 5-10 juta sperma/ml
  • Oligospermia parah: 0-5 juta sperma/ml

Oligospermia ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti masalah ketidakseimbangan hormon, masalah ejakulasi, hingga pengaruh obat-obatan tertentu. Karena itu, dibutuhkan pemeriksaan medis demi memastikan apakah pria benar mengalami masalah ini.

Selain itu, kualitas dan kuantitas sperma pria juga dipengaruhi oleh faktor gaya hidup juga lho, Bunda. Adapun gaya hidup buruk, yang bisa memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma, seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, serta makan makanan berkolesterol.

Nah, supaya kualitas sperma tetap terjaga dan baik, ada baiknya mengubah gaya hidup ayah demi kelancaran program hamil yang telah direncanakan bersama. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa tips untuk menjaga kesehatan sperma yang bisa diterapkan, antara lain:

1. Pertahankan berat badan yang sehat

Salah satu cara untuk meningkatkan kesuburan adalah dengan memastikan berat badan yang sehat pada tubuh.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan indeks massa tubuh (BMI) dikaitkan dengan penurunan jumlah sperma dan pergerakan sperma. Salah satu penelitian dilakukan oleh Society for Reproduction and Fertility tahun 2017, yang mengeksplorasi bukti adanya hubungan antara obesitas dan subfertilitas pria.

Penelitian ini mencoba mengidentifikasi beberapa pengaruh utama, termasuk interaksi kompleks antara hormon dan lemak tubuh, serta kondisi kesehatan spesifik yang terkait dengan kelebihan berat badan, dan obesitas yang juga dapat memengaruhi kesehatan sperma.

2. Makan makanan yang sehat

Pilihlah asupan makan yang sehat dan bergizi seperti memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, yang kaya akan antioksidan dan dapat membantu meningkatkan kesehatan sperma ayah.

Selain itu, hindari makanan yang tinggi kolesterol. Sebab, kadar kolesterol yang tinggi dapat membuat wanita hamil lebih lama. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menyimpulkan bahwa pasangan atau salah satu pasangan dengan kolesterol tinggi merasa sulit untuk hamil.

3. Olahraga teratur

Aktivitas fisik seperti olahraga dapat meningkatkan kadar enzim antioksidan yang kuat, yang dapat membantu melindungi sperma. Studi menemukan bahwa satu jam olahraga di atas treadmill tiga kali seminggu sudah cukup untuk meningkatkan kualitas sperma, sehingga olahraga yang teratur dapat menjaga kesehatan sperma.

4. Kurangi stres

Terakhir, stres dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sperma. Ketika mengalami stres, tubuh akan menghasilkan hormon kortisol, yang kemudian dapat mengurangi produksi testosteron. Hal ini justru dapat mengakibatkan lebih sedikit sel sperma yang diproduksi.

Nah, dengan terjaga kuantitas dan kualitas sperma Ayah, semoga Bunda bisa segera hamil ya.

Simak juga Bunda, dampak hebat kurang tidur pada menstruasi pada video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Susy SusantiFoto: HaiBunda



(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi