KEHAMILAN
Mengkhawatirkan Bun, 1 dari 50 Ibu Hamil di Negara Ini Idap HIV
Amrikh Palupi | HaiBunda
Senin, 28 Sep 2026 14:00 WIBKasus HIV pada ibu hamil menjadi perhatian setelah negara Fiji menetapkan HIV sebagai keadaan darurat nasional. Data Joint United Nations Programme on HIV and AIDS (UNAIDS) menunjukkan jumlah infeksi HIV di negara kepulauan Pasifik tersebut meningkat hingga 12 kali lipat dalam 15 tahun terakhir. Kondisi ini juga berdampak pada kelompok ibu hamil, dengan diperkirakan 1 dari 50 ibu hamil di Fiji hidup dengan HIV.
Mengutip laman Fox59, data terbaru menunjukkan sekitar 9.000 orang hidup dengan HIV pada 2025 di negara yang memiliki jumlah penduduk kurang dari satu juta jiwa itu, menurut badan PBB tersebut. UNAIDS menyebutkan bahwa hanya 39 persen pasien yang mengetahui status HIV mereka, sementara hanya 22 persen yang mendapatkan pengobatan antiretroviral.
Diperkirakan 1 dari 50 ibu hamil di Fiji hidup dengan HIV
Menteri Kesehatan Fiji, Antonio Lalabalavu mengatakan 1 dari setiap 60 orang dewasa di negara tersebut mengidap HIV, dibandingkan dengan 1 dari 167 orang lima tahun sebelumnya. Sementara itu, di antara perempuan hamil, 1 dari setiap 50 orang diketahui mengidap HIV.
“Ini berarti HIV kini telah menjadi krisis nasional dan pemerintah menanganinya sebagai sebuah krisis. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan seperti biasa. Lebih banyak orang di Fiji yang hidup dengan HIV dibandingkan sebelumnya," kata Menteri Kesehatan Fiji, Antonio Lalabalavu dikutip dari laman Fox59.
Lalabalavu mengatakan penyakit tersebut telah ditetapkan berstatus sebagai wabah pada Januari 2025, tetapi ia menyebut Kabinet memutuskan bulan ini bahwa respons tersebut tidak lagi memadai dan statusnya perlu ditingkatkan menjadi darurat nasional.
Menurutnya, keputusan itu mengharuskan berbagai lembaga pemerintah bekerja sama dengan kementerian kesehatan untuk mengatasi masalah tersebut. Ia menambahkan, semakin banyak kasus ditemukan karena upaya pemeriksaan HIV kini menjangkau lebih banyak orang. Pemerintah mengatakan akan memperluas layanan tes HIV gratis dan pengobatan gratis bagi orang yang dinyatakan positif.
Pemerintah juga akan menyediakan jarum suntik bersih bagi pengguna narkoba. Namun, stigma terhadap penyakit tersebut masih menjadi persoalan.
"Ini adalah upaya untuk melindungi masyarakat, bukan menghakimi mereka, bukan mengawasi mereka, dan bukan mempermalukan mereka," kata Lalabalavu.
Mengapa kasus HIV pada ibu hamil perlu mendapat perhatian?
Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan AIDS. Ketika seseorang terinfeksi HIV, virus tersebut menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Seiring sistem kekebalan tubuh melemah, seseorang menjadi lebih berisiko mengalami infeksi yang mengancam jiwa dan kanker. Ketika kondisi tersebut terjadi, penyakit ini disebut AIDS.
Mengutip laman CDC menjelaskan bahwa infeksi HIV dapat memengaruhi kesehatan ibu, hasil kehamilan, dan kondisi bayi. Bayi yang lahir dengan HIV dan tidak segera terdiagnosis dapat mengalami perkembangan penyakit, termasuk infeksi oportunistik dan komplikasi lain.
Namun, diagnosis HIV pada kehamilan bukan berarti ibu tidak dapat menjalani kehamilan dan memiliki bayi yang sehat. Pengobatan antiretroviral (ART) dapat menurunkan jumlah virus dalam tubuh dan membantu mencegah penularan HIV kepada bayi.
Bagaimana HIV bisa menular dari Ibu ke bayi?
Mengutip laman Medlineplus, sebagian besar anak yang terinfeksi HIV mendapatkan virus tersebut ketika HIV menular dari ibu yang positif HIV kepada anaknya. Penularan dapat terjadi selama kehamilan, persalinan atau menyusui.
Hanya darah, air mani, cairan vagina, dan ASI yang telah terbukti dapat menularkan infeksi HIV kepada orang lain. Namun virus HIV tidak menular kepada bayi melalui kontak biasa, seperti berpelukan atau menyentuh.
Lalu menyentuh benda yang pernah disentuh oleh orang yang terinfeksi HIV, seperti handuk atau kain lap. Kemudian air liur, keringat, atau air mata yang tidak bercampur dengan darah dari orang yang terinfeksi.
Dampak HIV pada kehamilan dan janin
HIV dapat memengaruhi kesehatan ibu dan bayi sehingga membutuhkan pemantauan medis selama kehamilan. Infeksi HIV dapat memengaruhi kesejahteraan ibu, hasil kehamilan, serta kesehatan anak.
Bayi yang lahir dengan HIV dan tidak segera didiagnosis berisiko mengalami perkembangan penyakit, termasuk infeksi oportunistik dan ensefalopati pada usia 1–2 tahun pertama kehidupan.
Mengutip Baby Center, perkembangan terapi HIV membuat AIDS pada anak yang lahir dengan HIV menjadi jauh lebih jarang khususnya ketika terapi antiretroviral digunakan. Pasalnya tanpa terapi antiretroviral (ART), risiko penularan dari ibu ke bayi mencapai 15 persen hingga 45 persen. Karena itu, deteksi HIV sedini mungkin selama kehamilan menjadi bagian penting dari perawatan ibu dan bayi.
Selain itu, infeksi HIV yang tidak terkontrol meningkatkan risiko komplikasi kesehatan pada ibu hamil serta potensi risiko kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah.
Pentingnya tes HIV saat hamil
Tes HIV dianjurkan sebagai bagian dari pemeriksaan kehamilan. Semua ibu hamil sebaiknya menjalani tes skrining HIV bersama dengan pemeriksaan kehamilan lainnya. Perempuan yang memiliki risiko tinggi terkena HIV sebaiknya menjalani skrining kedua pada trimester ketiga.
Ibu yang belum pernah menjalani tes HIV dapat melakukan tes HIV cepat saat persalinan. Perempuan yang diketahui positif HIV selama kehamilan akan menjalani pemeriksaan darah secara rutin, termasuk:
- Jumlah CD4, untuk mengetahui jumlah sel CD4 dalam darah.
- Tes viral load, untuk mengetahui jumlah virus HIV dalam darah.
- Tes resistansi, untuk mengetahui apakah virus dapat merespons obat-obatan yang digunakan untuk mengobati HIV.
Sementara pada bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi HIV. Pemeriksaan ini mendeteksi jumlah virus HIV yang terdapat di dalam tubuh.
Pada bayi yang lahir dari ibu positif HIV, pemeriksaan HIV dilakukan pada 14 hingga 21 hari setelah lahir. usia 1 hingga 2 bulan dan usia 4 hingga 6 bulan.
Jika hasil dari dua tes menunjukkan hasil negatif, bayi dianggap tidak mengalami infeksi HIV. Jika hasil salah satu tes menunjukkan hasil positif, bayi dinyatakan terinfeksi HIV. Bayi yang memiliki risiko sangat tinggi terinfeksi HIV dapat menjalani pemeriksaan sejak lahir.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Hamil Anak Pertama, Intip Style Maternity ala Alexandra Leclerc
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Unik! Beragam Metode Kontrasepsi China Kuno, Ada yang Pakai Gelembung Renang Ikan
WHO Ungkap Denmark Berhasil Hentikan Penularan HIV dari Ibu Hamil ke Bayinya
Maldives Jadi Negara Pertama di Dunia yang Sukses Hentikan Penularan HIV, Sifilis & Hepatitis B dari Ibu ke Anak
Apakah Ibu Hamil akan Tularkan HIV dan AIDS ke Janin? Simak Penjelasan Dokter
TERPOPULER
Suka Melakukan Ini Saat Ngobrol? Hati-hati, Kamu Bisa Terlihat Kurang Pintar
Mengkhawatirkan Bun, 1 dari 50 Ibu Hamil di Negara Ini Idap HIV
Romantis! Ini 5 Potret Jerome Polin Lamar Gracia Caroline dengan Latar Gunung Fuji di Jepang
Anak Sudah Dewasa tapi Masih Sering Diingatkan Orang Tua? Ternyata Ini Alasannya Menurut Psikologi
Kasus Pneumonia Anak di Indonesia Naik 20% Sejak Karhutla, IDAI Ungkap Bahaya Asap
REKOMENDASI PRODUK
Deretan Mesin Cuci Termahal, Fitur Canggih dan Harganya Bikin Melongo
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Suka Melakukan Ini Saat Ngobrol? Hati-hati, Kamu Bisa Terlihat Kurang Pintar
Mengkhawatirkan Bun, 1 dari 50 Ibu Hamil di Negara Ini Idap HIV
Anak Sudah Dewasa tapi Masih Sering Diingatkan Orang Tua? Ternyata Ini Alasannya Menurut Psikologi
Kasus Pneumonia Anak di Indonesia Naik 20% Sejak Karhutla, IDAI Ungkap Bahaya Asap
Romantis! Ini 5 Potret Jerome Polin Lamar Gracia Caroline dengan Latar Gunung Fuji di Jepang
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Menuju Hari Batik Nasional, Begini Cara Merawat Blouse Batik biar Warna dan Motifnya Awet
-
Beautynesia
4 Zodiak yang Paling Sulit Memaafkan
-
Female Daily
The Weeknd Sukses Bawa After Hours Til Dawn ke Jakarta, Intip Keseruan Konser Tunggal Perdananya di Indonesia!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Dramatis Lisa BLACKPINK di MTV VMA 2026, Menang Best Pop Award
-
Mommies Daily
8 Makanan untuk Meningkatkan Kolagen di Usia 40-an, Bukan Cuma Ceker Ayam