HaiBunda

KEHAMILAN

Alasan Sinyorita Esperanza Setop Jalani Bayi Tabung Usai Alami Keguguran

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 01 Oct 2026 17:55 WIB
Sinyorita Esperanza/ Foto: YouTube InsertLive
Jakarta -

Presenter dan komedian Sinyorita Esperanza belum lama ini mengumumkan kabar duka yang dialaminya. Sinyorita mengalami keguguran calon anak kedua di usia kehamilan 6 minggu.

Sinyorita mendapatkan kehamilan keduanya ini melalui program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). Setelah mempertimbangkan usia dan risiko medis, perempuan 44 tahun ini pun memutuskan untuk tidak lagi menjalani program bayi tabung usai keguguran.

Cerita Sinyorita alami keguguran calon anak kedua

Sinyorita mengaku sempat kaget saat janin di dalam kandungannya dinyatakan telah meninggal. Namun, ia dan sang suami Robby mengaku ikhlas dengan takdir yang telah dituliskan Sang Pencipta.


"Masih bertanya-tanya, kok bisa secepat itu ya? Tapi suami bilang, ya sudah memang rezekinya dikasih mengandung calon anak kedua ini ya sampai usia 6 mau ke-7 minggu itu," katanya, dilansir YouTube InsertLive.

Sebelum mengetahui keguguran, Sinyorita sempat mengalami flek. Tak lama, ia mengeluhkan perut sakit hingga mengeluarkan gumpalan dari tubuhnya.

"Pas keguguran itu fleknya dikit, enggak ada yang gimana-gimana, yang sampai tiba-tiba. Dari kontrol Sabtu, kemudian Senin aku demam, pas Selasa malam, tiba-tiba perut sakit banget sudah kayak orang mau melahirkan. Sudah aku zikir saja, pas mau buang air kecil ditemani suami, itu kayak haid hari terakhir, keluar gumpalan darah kayak bentuk jaringan. Aku langsung istighfar," katanya.

"Pas besok datang ke dokter, lagi USG, dokter bilang di rahimnya sudah enggak ada kantong kehamilan. Itu kayak kesamber petir."

Sinyorita mengaku sempat sedih karena kehilangan calon anak keduanya. Namun di satu sisi, ia telah ikhlas dengan semua yang sudah digariskan oleh Tuhan.

"Ya Allah aku cuma minta segala kesedihan yang lagi aku alami, aku dikasih keikhlasan dan ketabahan saja," ungkap Bunda satu anak ini.

Putuskan untuk tidak lagi jalani program bayi tabung

Setelah mengalami keguguran, Sinyorita dan suami akhirnya memutuskan untuk tak lagi menjalani program bayi tabung. Salah satu pertimbangannya adalah faktor usia dan risiko yang bisa didapatkan.

"Satu dan lain hal memang kita enggak mau program lagi, karena kan sebenarnya juga sudah usia ya. Untuk kehamilan ini juga sebenarnya high risk-lah pastinya," kata Sinyorita saat ditemui di Studio Brownis Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, dilansir detikcom.

"Sudah tinggal yang kayak, ya sudah, sekarang sudah enggak ikhtiar buat program lagi. Balik lagi ya tinggal pasrahin sama Allah saja," sambungnya.

Sinyorita tidak ingin terlalu memaksakan keinginan untuk kembali menambah momongan. Ia kini lebih memilih untuk menjalani kehidupan bersama dengan keluarga kecil yang sudah dimiliki.

"Mungkin kalau buat Allah kan enggak ada yang enggak mungkin, tapi kita enggak yang ngoyo, 'Ya Allah, aku minta hamil lagi' enggak. Maksudnya kita sudah berusaha sabar ngejalanin saja bertiga ya sama suami, sama anak," ujarnya.

"Kalau misal Allah kasih amanah, ya itu mah bagaimana yang punya hidup kita saja," sambungnya.

Sinyorita dan suami ternyata sudah dua kali menjalani program bayi tabung, Bunda. Pada tahun 2021, ia pernah menjalani IVF dengan metode transfer embrio langsung.

"Jadi kalau waktu itu bedanya bayi tabungnya kan embryo transfer-nya langsung. Kalau ini pakai yang metode freezing dulu, jadi embrionya di-freezing dulu," ungkapnya.

Penyebab bayi tabung gagal

Dalam perjalanannya, program bayi tabung memang bisa mengalami kegagalan, Bunda. Melansir dari laman Very Well Health, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkat keberhasilan program bayi tabung, termasuk pada proses transfer embrio. Berikut faktor-faktor yang dimaksud:

  • Kesehatan embrio: Penyebab paling umum kegagalan transfer embrio adalah kelainan kromosom pada embrio
  • Reseptivitas rahim: Kondisi ini menggambarkan seberapa siap lapisan rahim untuk menerima implantasi.
  • Usia orang tua dan riwayat reproduksi: Risiko kelainan kromosom pada embrio meningkat seiring bertambahnya usia orang tua.

Demikian kabar terbaru dari presenter Sinyorita Esperanza yang memutuskan untuk tidak lagi jalani perogram bayi tabung usai alami keguguran.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Risiko Keguguran Bisa Turun dari Keluarga? Ini Faktanya, Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sosok Dewi Yuali, Istri Kapolri Baru Suyudi Ario Seto yang Gantikan Listyo Sigit

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

Tanggal Merah Untuk Ibu Hadir di Yogyakarta, Saatnya Ibu Recharge!

Mom's Life Sandra Odilifia & Paul Kuemba

10 Ciri Orang yang Sering Diremehkan Orang Tuanya saat Kecil Menurut Psikolog

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

Resep Cumi Asam Manis Anti Alot, Bumbu Sederhana Rasanya Istimewa

Mom's Life Amira Salsabila

Alasan Sinyorita Esperanza Setop Jalani Bayi Tabung Usai Alami Keguguran

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sosok Dewi Yuali, Istri Kapolri Baru Suyudi Ario Seto yang Gantikan Listyo Sigit

Resep Cumi Asam Manis Anti Alot, Bumbu Sederhana Rasanya Istimewa

Tanggal Merah Untuk Ibu Hadir di Yogyakarta, Saatnya Ibu Recharge!

Cara Mendidik Anak agar Nurut Tanpa Terus Mengomel Menurut Pakar

Alasan Sinyorita Esperanza Setop Jalani Bayi Tabung Usai Alami Keguguran

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK