HaiBunda

KEHAMILAN

Hamil 33 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Kamis, 01 Oct 2026 11:05 WIB
Hamil 33 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?/Foto: Getty Images/iStockphoto/LightFieldStudios
Jakarta -

Memasuki usia kehamilan 33 minggu, Bunda sudah berada di trimester ketiga dan semakin dekat dengan waktu persalinan. Pada fase ini, ukuran perut semakin besar sehingga berbagai aktivitas sehari-hari mungkin terasa lebih berat.

Lantas, hamil 33 minggu apa yang dirasakan dan bagaimana perkembangan Si Kecil di dalam kandungan?

Hamil 33 Minggu, apa yang dirasakan?

Setiap ibu hamil dapat mengalami gejala yang berbeda. Namun, beberapa ketidaknyamanan fisik akibat perubahan hormon dan ukuran rahim yang semakin membesar ketika kehamilan memasuki minggu ke-33. Berikut beberapa keluhan yang mungkin dirasakan Bunda mengutip laman NHS, Tommys, Clevelandclinic dan Healthline.


1. Perut terasa semakin berat

Hamil 33 minggu, apa yang dirasakan yang pertama yakni rahim yang terus membesar membuat perut terasa lebih berat dan dapat memberikan tekanan pada area panggul. Pada sebagian ibu, sensasi berat di panggul juga dapat terjadi ketika posisi kepala bayi mulai mengarah ke bawah sebagai persiapan menuju persalinan.

2. Sulit tidur 

Tidur malam mungkin terasa semakin tidak nyaman karena ukuran perut yang membesar. Selain itu, Bunda bisa mengalami kram kaki, rasa panas, sering buang air kecil, atau sulit menemukan posisi tidur yang nyaman.

3. Mudah lelah 

Rasa lelah kemungkinan mulai semakin terasa pada usia kehamilan 33 minggu, terutama jika Bunda mengalami sulit tidur. Usahakan untuk mengistirahatkan kaki dan tubuh sebanyak mungkin.

Cobalah minum minuman hangat sebelum tidur dan biarkan tubuh beristirahat meskipun Bunda belum bisa terlelap. Hindari kafein yang terdapat dalam kopi, teh, cokelat, dan beberapa minuman bersoda.

4. Kontraksi palsu

Bunda mungkin mulai lebih sering merasakan perut mengencang selama beberapa saat. Kontraksi ini dikenal sebagai Braxton Hicks atau kontraksi latihan. Pada usia 33 minggu dapat terasa seperti perut mengencang selama sekitar 20–30 detik sebelum otot kembali rileks.

Umumnya kontraksi ini tidak terasa sakit. Namun, jika kontraksi menjadi nyeri atau muncul secara teratur, Bunda perlu menghubungi bidan atau rumah sakit karena bisa menjadi tanda persalinan.

5. Nyeri punggung

Hamil 33 Minggu, apa yang dirasakan selanjutnya yakni nyeri punggung. Seiring pertumbuhan bayi, tekanan pada saraf skiatik, yaitu saraf terbesar di tubuh, semakin meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri punggung yang dikenal sebagai linu panggul atau sciatica.

Untuk membantu meredakan nyeri punggung, Bunda dapat mencoba hal berikut: 

  • Berendam atau mandi dengan air hangat
  • Menggunakan bantalan pemanas
  • Mengubah posisi tidur ke sisi yang berbeda untuk Mengurangi tekanan pada saraf skiatik

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Orthopaedic and Sports Physical Therapy menunjukkan bahwa terapi fisik, seperti edukasi dan latihan fisik, dapat membantu mengurangi nyeri punggung dan panggul sebelum maupun setelah kehamilan. Jika mengalami nyeri yang parah, segera hubungi dokter.

6. Heartburn dan gangguan pencernaan

Semakin besar rahim, Bunda mungkin lebih mudah mengalami rasa panas di dada atau heartburn, kembung, dan sembelit. Rahim yang semakin besar juga dapat membuat sistem pencernaan terasa lebih tidak nyaman sehingga Bunda perlu memperhatikan pola makan dan posisi tubuh setelah makan.

Heartburn, kembung, dan sembelit sampai gangguan pencernaan sebagai keluhan yang dapat terjadi pada trimester ketiga, termasuk sekitar usia kehamilan 33 minggu.

7. Gusi bengkak atau mudah berdarah

Perubahan tubuh selama kehamilan juga dapat memengaruhi kesehatan mulut. Pada usia 33 minggu, gusi yang bengkak atau mudah berdarah masih dapat menjadi salah satu keluhan kehamilan di trimester ketiga ini.

8. Sesak napas

Rahim yang membesar menekan diafragma dan paru-paru membuat Bunda terasa lebih sulit dalam menarik napas.  Hal ini terutama karena paru-paru tidak memiliki ruang yang cukup untuk mengembang sepenuhnya. Kondisi sesak napas tergolong normal di trimester ketiga ya Bunda. 

Keluhan ini membaik ketika janin mulai turun ke panggul sebagai persiapan menjelang kelahiran. Proses ini disebut lightening atau penurunan posisi janin.

9. Varises dan wasir

Peningkatan volume darah selama kehamilan dapat menyebabkan pembuluh darah membesar. Kondisi ini dapat memunculkan pembuluh darah kecil seperti jaring laba-laba di lengan atau wajah, maupun varises di paha. Pembuluh darah yang membengkak di area rektum juga dapat menyebabkan wasir.

Perubahan pada ibu hamil saat kehamilan memasuki 33 minggu

Selain berbagai keluhan, ada sejumlah perubahan fisik yang terjadi ketika kehamilan memasuki minggu ke-33.

1. Perubahan emosi

Selain perubahan yang dirasakan secara fisik, Bunda mungkin juga mengalami berbagai perubahan emosional ketika hari perkiraan lahir semakin dekat. Wajar jika Bunda merasa bersemangat sekaligus khawatir.

Bunda mungkin sudah tidak sabar bertemu dengan Si Kecil, tetapi di sisi lain merasa cemas menghadapi persalinan atau menjalani peran sebagai orang tua. Ingatlah bahwa setiap orang mengalami kehamilan dengan cara yang berbeda. 

2. Gerakan janin

Pada trimester ketiga, gerakan janin biasanya dapat terasa kuat. Seiring bayi tumbuh, ruang di dalam rahim menjadi semakin terbatas, tetapi Bunda tetap seharusnya merasakan pergerakan bayi. Pada trimester ketiga ibu dapat merasakan gerakan janin dengan lebih kuat. 

3. Lebih sering buang air kecil

Ketika janin semakin turun ke area panggul, tekanan pada kandung kemih dapat meningkat. Akibatnya, Bunda mungkin lebih sering buang air kecil atau mengalami kebocoran urine saat bersin, batuk, atau tertawa. Segera hubungi tenaga kesehatan jika Bunda merasa cairan yang keluar mungkin merupakan air ketuban.

4. Perubahan pada payudara

Payudara juga dapat mengalami perubahan. Beberapa ibu mungkin melihat keluarnya kolostrum, yaitu cairan kekuningan yang merupakan ASI pertama dan mulai diproduksi menjelang kelahiran.

5. Pembengkakan pada Pergelangan Kaki dan Kaki

Bunda mungkin menyadari bahwa pergelangan kaki dan kaki mengalami pembengkakan yang lebih banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Hal ini terjadi karena rahim yang semakin membesar memberikan tekanan pada pembuluh darah yang mengalir menuju kaki dan tungkai.

Jika mengalami pembengkakan pada pergelangan kaki dan kaki, Bunda dapat meninggikan kaki hingga berada di atas posisi jantung selama 15–20 menit, setidaknya dua hingga tiga kali sehari. Namun, jika pembengkakan terjadi secara berlebihan, kondisi tersebut dapat menjadi tanda preeklamsia. Segera hubungi dokter jika mengalami pembengkakan yang ekstrem.

6. Perubahan pada kulit

Bunda mungkin mengalami perubahan pada kulit di trimester ketiga. Seperti kulit wajah menjadi lebih gelap atau muncul bercak kecokelatan, yang dikenal sebagai kloasma. Bisa juga kulit Bunda menjadi lebih berminyak dan mudah berjerawat.

Tips saat hamil 33 minggu

Memasuki trimester ketiga, menjaga kondisi tubuh dan memantau kesehatan kehamilan menjadi semakin penting. Berikut beberapa hal yang dapat Bunda dilakukan.

1. Istirahat cukup

Tubuh bekerja lebih keras untuk mendukung pertumbuhan bayi. Jika mudah lelah, jangan memaksakan diri melakukan aktivitas yang terlalu berat. Manfaatkan waktu luang untuk beristirahat.

2. Posisi tidur menyamping

Posisi tidur yang paling aman selama kehamilan adalah menyamping, baik ke kiri maupun ke kanan, dan bukan telentang. Tidur dalam posisi telentang diketahui dapat meningkatkan risiko bayi lahir mati (stillbirth). Namun, jika Bunda terbangun dan ternyata sedang dalam posisi telentang, tidak perlu panik. Cukup ubah posisi dan kembali tidur menyamping.

3. Olahraga 

Istirahat tetap penting. Namun, berbaring dalam waktu lama tidak dianjurkan ketika mengalami sakit punggung. Secara umum, tetap aktif justru lebih baik. Bunda dapat mencoba olahraga ringan dengan dampak rendah, seperti pilates atau yoga. Berenang juga dapat membantu karena olahraga ini bisa mengurangi beban berat pada punggung dan perut yang semakin membesar.

4. Tetap memperhatikan gerakan bayi

Jangan menganggap gerakan bayi pasti berkurang hanya karena kehamilan semakin besar. Bayi tetap perlu bergerak hingga menjelang persalinan. Jika Bunda merasa gerakan bayi berkurang atau berhenti, segera hubungi bidan, dokter, atau unit persalinan dan jangan menunggu sampai keesokan harinya.

5. Ikuti pemeriksaan kehamilan

Pemeriksaan antenatal tetap penting untuk memantau kondisi Bunda dan pertumbuhan bayi. Pada trimester ketiga, pemeriksaan biasanya menjadi lebih sering sehingga tenaga kesehatan dapat memantau kesehatan ibu dan janin serta mempersiapkan persalinan.

6. Cukupi asupan cairan dan nutrisi

Konsumsi air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi serta konsumsi makanan kaya kalsium, zat besi, dan serat guna menghindari sembelit.  Penting buat Bunda untuk mengonsumsi makanan bergizi dan cukupi asupan cairan karena tidak hanya kebutuhan untuk tubuh Bunda tapi untuk mendukung pertumbuhan janin dan penambahan berat badan janin secara optimal.

7. Menghindari makanan mentah 

Sebaiknya Bunda menghindari daging dan ikan mentah atau kurang matang, serta ikan yang tinggi merkuri. Tidak hanya itu, Bunda juga tidak diperbolehkan makan keju lunak dan produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi. Di samping itu, Bunda juga wajib tidak minum minuman beralkohol, rokok, narkoba, serta obat-obatan yang tidak diresepkan untuk Bunda.

8. Perhatikan tanda bahwa persalinan dini

Segera hubungi dokter atau bidan jika mengalami perdarahan, keluar cairan ketuban, atau kontraksi yang teratur dan semakin menyakitkan. 

Bunda juga disarankan untuk segera hubungi dokter jika mengalami tanda-tanda persalinan prematur, sesak napas yang tidak biasa, atau gerakan janin berkurang. Salah satu cara memantau gerakan janin adalah dengan menghitung gerakannya. Jika Bunda tidak merasakan sekitar 6–10 gerakan dalam satu jam, segera hubungi dokter.

Perkembangan janin saat hamil 33 minggu

Memasuki usia kehamilan 33 minggu, janin semakin berkembang dan mendekati tahap akhir pematangan sebelum lahir. Berikut beberapa perkembangan janin di usia 33 minggu.

1. Ukuran janin

Berat janin berkisar antara 1,9 hingga 2,1 kg dengan panjang sekitar 43–44 cm. Janin besarnya seperti seukuran buah nanas sedang,

2. Aktif bergerak

Pada minggu-minggu terakhir di dalam kandungan, bayi akan semakin aktif menendang dengan kuat, menggunakan indra untuk mengamati lingkungan di sekitarnya dan menghabiskan banyak waktu untuk tidur. Pada tahap ini, bayi bahkan sudah dapat mengalami tidur REM (rapid eye movement), yaitu fase tidur yang berkaitan dengan aktivitas otak dan mimpi.

3. Sudah dapat melihat dan merespons suara

Masuk trimester ketiga bayi sudah dapat melihat. Matanya dapat menyempit dan melebar serta mampu mendeteksi cahaya. Selain itu, janin sudah dapat berkedip, menutup mata, menggerakkan kepala, menggenggam, merespons suara dan sentuhan.

4. Organ tubuh

Bayi juga terus menambah lemak di bawah kulit sehingga tubuhnya terlihat semakin berisi. Kuku jari tangan pun sudah tumbuh hingga ujung jari. Pada periode 33–36 minggu, bayi dapat mulai mengambil posisi kepala di bawah sebagai persiapan kelahiran, meskipun tidak semua bayi berada dalam posisi tersebut pada minggu ke-33.

5. Pematangan tulang dan tengkorak

Tulang-tulang bayi juga mulai mengeras, kecuali tulang tengkorak. Tulang tengkorak akan tetap lunak dan belum menyatu hingga bayi berusia sekitar 12–18 bulan. Kondisi ini membuat kepala bayi sedikit lebih fleksibel sehingga dapat memudahkan prosesnya melewati jalan lahir saat persalinan.

6. Otak dan sistem saraf terus matang

Perkembangan otak dan sistem saraf menjadi salah satu proses penting pada trimester ketiga. Pada minggu ke-33 otak dan sistem saraf bayi sudah berkembang sepenuhnya. Meski demikian, pertumbuhan dan pematangan janin tetap berlanjut hingga mendekati persalinan.

Dengan demikian, hamil 33 minggu apa yang dirasakan umumnya berkaitan dengan semakin besarnya ukuran rahim dan pertumbuhan bayi. Perut dapat terasa berat, panggul mendapat tekanan lebih besar, serta muncul keluhan seperti nyeri punggung, sulit tidur, heartburn, kram kaki,  sampai kontraksi Braxton Hicks.

Sementara itu, Si Kecil di dalam kandungan terus bertumbuh, mulai dari ukurannya, organ-organ tubuh sudah terlihat jelas, bisa melihat dan merespon suara sampai janin aktif bergerak bahkan sudah bisa tidur.

Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Apa Itu Kehamilan Simpatik? Ketahui Gejala dan Pengobatannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

13 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Merasa Paling Pintar

Mom's Life Tim HaiBunda

Lama Tak Terlihat, Donita Kembali Pamer Aksi Jadi Model di Atas Catwalk

Mom's Life Pritadanes & Annisa Karnesyia

4 Bumbu Dapur yang Sebaiknya Disimpan Terbalik Menurut Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Super Flu Terdeteksi di 13 Provinsi RI, IDAI Ungkap Risiko Gejala Berat pada Anak

Parenting Asri Ediyati

Hamil 33 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Kehamilan Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sering Dikira Gejala Aslam, Kenali Ciri-ciri Serangan Jantung di Usia Muda

13 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Merasa Paling Pintar

4 Bumbu Dapur yang Sebaiknya Disimpan Terbalik Menurut Pakar

Hamil 33 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Super Flu Terdeteksi di 13 Provinsi RI, IDAI Ungkap Risiko Gejala Berat pada Anak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK