Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Operasi Robotik untuk Kanker Endometrium pada Pasien Obesitas

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Rabu, 28 Oct 2026 14:55 WIB

Unrecognizable female having a pain in her stomach
Ilustrasi / Foto: Getty Images/bymuratdeniz
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, obesitas ternyata bukan hanya meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan metabolik, tetapi juga bisa menjadi salah satu faktor risiko kanker endometrium atau kanker rahim. Pada banyak kasus, penanganan kanker ini membutuhkan operasi pengangkatan rahim beserta leher rahim yang disebut histerektomi total.

Namun, bagi pasien dengan obesitas, prosedur operasi bisa memiliki tantangan tersendiri. Oleh karena itu, kondisi tubuh dan kesehatan pasien perlu menjadi pertimbangan dokter dalam menentukan metode operasi yang paling sesuai.

Operasi robotik da Vinci Xi bantu penanganan kanker endometrium

Dalam kondisi tersebut, operasi minimal invasif berbantuan robotik seperti da Vinci Xi dapat menjadi salah satu pilihan bagi pasien yang memenuhi kriteria. Dengan berbagai kecanggihan yang dimiliki, teknologi robotik membantu dokter bekerja lebih presisi di area panggul yang sempit dan kompleks, sekaligus memungkinkan tindakan dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


dr. Fara Vitantri, Sp.OG(K-Onk), di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, mengungkapkan bahwa kondisi obesitas perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam perencanaan operasi kanker endometrium. Pada pasien dengan obesitas, kondisi anatomi dengan dinding perut yang lebih tebal dapat membuat akses ke area panggul menjadi lebih kompleks. Kondisi penyerta yang sering menyertai obesitas juga perlu menjadi pertimbangan dalam perencanaan operasi.

"Di sinilah teknologi robotik dapat membantu dokter. Dengan visualisasi 3D beresolusi tinggi dan instrumen yang memiliki fleksibilitas serta rentang gerak yang luas, sistem robotik membantu kami bekerja lebih presisi pada area panggul yang sempit dan kompleks," ujar dr. Fara.

Operasi minimal invasif bantu pemulihan pasien kanker endometrium

Selain mendukung presisi tindakan, pendekatan minimal invasif juga dapat memberikan manfaat bagi proses pemulihan pasien. Sayatan yang lebih kecil dapat membantu mengurangi perdarahan dan nyeri setelah operasi, mendukung mobilisasi lebih cepat, serta pada kondisi yang sesuai memungkinkan masa rawat yang lebih singkat dibandingkan operasi terbuka.

"Bagi pasien kanker endometrium dengan obesitas yang sesuai untuk menjalani operasi robotik, pendekatan ini dapat membantu proses pemulihan sehingga pasien dapat lebih nyaman dan lebih cepat kembali beraktivitas," ujar dr. Fara.

Meski demikian, operasi robotik bukan pilihan otomatis untuk semua pasien. Jenis dan stadium kanker, kondisi kesehatan secara keseluruhan, kompleksitas operasi, serta penilaian dokter tetap menjadi dasar dalam menentukan teknik yang paling sesuai.

"Teknologi robotik bukan semata tentang kecanggihan, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan secara tepat dan aman sesuai kondisi pasien. Karena itu, robotik dapat menjadi alternatif pendekatan minimal invasif bagi pasien kanker endometrium, termasuk dengan obesitas, yang membutuhkan tindakan operasi," tutur dr. Fara.

Waspadai perdarahan setelah menopause sebagai tanda kanker endometrium

Terlepas dari kondisi berat badan dan pilihan teknik operasi, deteksi dini tetap menjadi bagian penting dalam penanganan kanker endometrium. Perempuan yang memasuki atau telah mengalami menopause perlu lebih memperhatikan perubahan pada tubuh, terutama perdarahan vagina setelah menopause, meskipun hanya berupa bercak atau perdarahan ringan.

"Perdarahan vagina setelah menopause merupakan salah satu tanda yang paling sering ditemukan pada kanker endometrium. Gejala ini perlu diperiksakan karena dapat muncul ketika penyakit masih berada pada tahap awal," ucap dr. Fara.

Mayapada Hospital hadirkan teknologi robotik untuk penanganan kanker

Robotik untuk penanganan kanker

Penanganan kanker endometrium tidak berhenti pada penentuan teknik operasi. Karena pilihan terapi dapat berbeda pada setiap pasien, kondisi pasien secara menyeluruh perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan perawatan.

Mendukung kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital menghadirkan Oncology Center dengan pendekatan patient-centered care melalui kolaborasi tim multidisiplin dalam Tumor Board, didukung teknologi pencitraan advanced seperti PET-CT Scan, SPECT Scan, serta tindakan minimal invasif dengan bantuan robot da Vinci Xi yang ada di Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Komitmen pelayanan Walks Every Journey with C.A.R.E (Compassion, Advanced, Responsive, Experts) juga diwujudkan melalui kehadiran Patient Navigator yang membantu pasien dan keluarga memahami serta menjalani setiap tahapan perawatan. Untuk informasi dan konsultasi lebih lanjut, hubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau melalui aplikasi MyCare.

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda