kehamilan

Cerita Ibu yang Bed Rest Berminggu-minggu Usai Melahirkan

Melly Febrida 26 Mei 2018
Cerita Ibu yang Bed Rest Berminggu-minggu Usai Melahirkan/ Foto: Thinkstock Cerita Ibu yang Bed Rest Berminggu-minggu Usai Melahirkan/ Foto: Thinkstock
Sydney - Setelah pulang dari rumah sakit usai melahirkan, apa yang Bunda lakukan? Mungkin jarang yang bed rest berminggu-minggu. Umumnya, seminggu istirahat mulai lagi sibuk dengan pekerjaan rumah dan aktivitas lainnya.

Nah, ibu satu ini yang bernama Himali Nayak menghabiskan enam minggu pertama sebagai ibu dengan berbaring di tempat tidur bersama dengan putranya, Hemir. Kenapa ya?

Himali dan suaminya tinggal di Westmead, Australia, jauh dari orang tuanya yang tinggal di Gujarat, India barat. Tapi, suaminya yang berusia 31 tahun itu bertekad untuk mengikuti praktik tradisional yakni istrinya beristirahat setelah melahirkan.



Orang tua Himali sampai datang dari India dan pindah ke apartemen putrinya untuk merawat ibu dan bayi baru lahir. Himali juga berbagi semua pekerjaan rumah tangga dengan suaminya sehingga istrinya bisa bed rest sesuai dengan budaya yang mereka jalankan.

"Ibu saya tidak mengizinkan saya melakukan apapun di dapur atau mengizinkan saya mengangkat apapun," kata Himali, yang pindah ke Australia sebagai pengantin baru pada tahun 2011.

Kehadiran orang tuanya tentunya meringankan pekerjaan Himali. "Kami semua merawat Hemir. Apabila saya sendirian, akan sangat sulit (untuk melakukan) semuanya. Saya tidak bisa mengatakan betapa bersyukurnya saya kepada mereka semua," imbuhnya seperti dilansir Essential Baby.

Ketika Himali berbaring dengan putranya, dia mendengarkan doa melalui di YouTube. Himali juga mengisi waktunya di tempat tidur dengan menonton film-film India yang penuh kegembiraan yang dia sukai, serta membaca novel-novel yang bahagia.

Sementara itu ibunya memasak hidangan tradisionalnya berupa lentil, kari, dan halwa manis dengan kapulaga, jahe, dan rempah-rempah lainnya. "Mereka mengatakan, jika kita makan ini maka bayi tidak akan alergi," lanjutnya.



Budaya yang membiasakan ibu yang baru melahirkan beristirahat setelah melahirkan antara lain di Afrika, India, China, Korea, dan Arab.

Bed Rest Usai Melahirkan Bisa Membahayakan

Tapi para peneliti mengatakan bed rest setelah melahirkan bisa meningkatkan risiko vena tromboemboli (VTE). VTE adalah penyebab utama kematian ibu di negara-negara dengan layanan persalinan yang baik. Meskipun kondisi ini jarang terjadi, penelitian di Australia menemukan VTE terjadi pada 1,14 per 1.000 kelahiran, dan seorang ibu memiliki risiko terbesar pada periode pascapartum.

Wanita yang beristirahat di tempat tidur perlu diberi peringatan tentang risiko VTE dan didorong untuk melakukan beberapa kegiatan di hari-hari mereka. Mirip dengan saran yang diberikan pada penerbangan jarak jauh.

Hasil penelitian setelah wawancara dengan 150 ibu baru di Sydney bagian barat menemukan lebih dari separuh wanita beristirahat di tempat tidur. Selain itu 85 persen beristirahat di rumah sebanyak mungkin dalam 30 hari setelah melahirkan.

Studi ini menemukan lebih dari 90 persen perempuan yang diwawancarai mendapat bantuan dari keluarga untuk mengurus rumah dan mengasuh anak. Ternyata, didampingi kerabat bisa meningkatkan kemungkinan imobilitas enam kali lipat, seperti ditulis di Midwifery.

Hampir 50 persen peserta mengatakan mereka tidak melakukan pekerjaan rumah tangga dan 39 persen tidak memasak selama bed rest. Satu dari 10 ibu tidak pernah meninggalkan rumah. Selain itu lebih dari satu dari lima orang hanya meninggalkan rumah satu kali, dengan 93 persen mengatakan alasan mereka keluar adalah menemui dokter keluarga.

Ketika ditanya apa yang mereka habiskan sepanjang hari, 69 persen mengatakan 'melihat internet', 36 persen menonton TV, dan 16 persen merawat anak-anak yang lebih besar.

Ibu yang melahirkan secara normal 3,5 kali lebih mungkin banyak beristirahat di tempat tidur dibandingkan ibu yang menjalani operasi caesar. Para peneliti mengatakan wanita yang menjalani operasi caesar mendapat peringatan dari staf persalinan berisiko VTE setelah operasi sehingga perlu mengambil tindakan pencegahan.

"Praktik istirahat yang ketat berarti para ibu fokus pada pengasuhan bayi mereka untuk mendukung menyusui," kata penulis utama dan Bidan Sarah Melov dari Institut Westmead untuk Pengobatan Maternal and Fetal, Rumah Sakit Westmead.

Kebiasaan ini, kata Sarah, tentu membahagiakan. Tapi, sekali lagi dengan fokus pada imobilitas, istirahat di tempat tidur dapat secara signifikan meningkatkan risiko VTE.

Mempraktikkan kegiatan yang sudah menjadi budaya bukan hal yang salah juga. Tapi Bidan Sarah menegaskan agar nggak lupa untuk sedikit bergerak agar tidak terjadi hal yang nggak diinginkan.





(nwy/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi