MENYUSUI
7 Kebiasaan Ini Berpotensi Picu Kanker Payudara
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Senin, 21 Oct 2024 14:05 WIBTanpa disadari, kebiasaan ringan yang kerap dilakukan dalam keseharian bisa memicu masalah kesehatan serius termasuk kanker payudara. Simak apa saja kebiasaan yang berpotensi picu kanker payudara, Bunda.
Berbagai faktor umum memang dapat memengaruhi seseorang terkena kanker payudara. Faktor utama yang memengaruhi risiko tersebut di antaranya termasuk pertambahan usia.
Penelitian menunjukkan bahwa risiko kanker payudara disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor. Faktor utama yang memengaruhi risiko termasuk menjadi seorang perempuan dan bertambahnya usia. Sebagian besar kanker payudara ditemukan pada perempuan berusia 50 tahun atau lebih.
Beberapa perempuan akan terkena kanker payudara bahkan tanpa faktor risiko lain yang mereka ketahui. Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang akan terkena penyakit tersebut, dan tidak semua faktor risiko memiliki efek yang sama. Sebagian besar perempuan memiliki beberapa faktor risiko, tetapi sebagian besar perempuan tidak terkena kanker payudara. Bicarakan dengan dokter tentang cara-cara untuk menurunkan risiko dan tentang skrining kanker payudara.
Faktor risiko yang tidak dapat diubah
Sebagian risiko seseorang terkena kanker payudara memang disebabkan faktor tertentu yang membuat potensi tersebut semakin besar terjadi. Berikut ini beberapa faktor risiko yang tidak dapat diubah dan memperbesar seseorang terkena kasus kanker payudara:
1. Bertambahnya usia
Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar kanker payudara didiagnosis setelah usia 50 tahun.
2. Mutasi genetik
Perubahan yang diwariskan (mutasi) pada gen tertentu, seperti BRCA1 dan BRCA2, meningkatkan risiko kanker payudara dan ovarium seperti dikutip dari laman Cdc.
3. Riwayat reproduksi
Periode menstruasi yang dimulai sebelum usia 12 tahun dan menopause yang dimulai setelah usia 55 tahun membuat perempuan terpapar hormon lebih lama, sehingga meningkatkan risiko terkena kanker payudara.
4. Memiliki payudara yang padat
Payudara yang padat terkadang membuat tumor sulit terlihat pada mammogram. Perempuan dengan payudara yang padat juga lebih mungkin terkena kanker payudara.
5. Riwayat pribadi kanker payudara atau penyakit payudara nonkanker tertentu
Perempuan yang pernah menderita kanker payudara lebih mungkin terkena kanker payudara untuk kedua kalinya. Beberapa penyakit payudara nonkanker seperti hiperplasia duktal atipikal atau karsinoma lobular in situ dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.
6. Riwayat keluarga kanker payudara atau ovarium
Memiliki riwayat keluarga kanker payudara dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Misalnya, risiko mungkin lebih tinggi jika ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan (kerabat tingkat pertama) seseorang atau beberapa anggota keluarga dari pihak orang tua pernah menderita kanker payudara, atau jika seorang kerabat menderita kanker payudara di usia muda. Riwayat keluarga kanker ovarium atau kanker payudara pada kerabat laki-laki juga meningkatkan risiko.
7. Riwayat reproduksi
Kehamilan pertama setelah usia 30 tahun, tidak menyusui, dan tidak pernah hamil cukup bulan dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Kebiasaan ini berpotensi picu kanker payudara
Selain riwayat tertentu yang membuat risiko kanker semakin tinggi dialami, beberapa kebiasaan buruk juga berpotensi picu kanker payudara. Berikut ini beberapa di antarannya ya, Bunda:
1. Minum alkohol
Minum alkohol jelas terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara. Risiko meningkat seiring dengan jumlah alkohol yang dikonsumsi. Perempuan yang minum 1 minuman beralkohol sehari memiliki sedikit peningkatan risiko (sekitar 7 persen hingga 10 persen) dibandingkan dengan mereka yang tidak minum, sementara perempuan yang minum 2 hingga 3 minuman sehari memiliki risiko sekitar 20 persen lebih tinggi. Alkohol juga terkait dengan peningkatan risiko jenis kanker lainnya.
2. Obesitas
Kelebihan berat badan atau obesitas setelah menopause meningkatkan risiko kanker payudara. Perempuan yang kelebihan berat badan juga cenderung memiliki kadar insulin darah yang lebih tinggi. Kadar insulin yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan beberapa kanker, termasuk kanker payudara.
3. Tidak aktif secara fisik
Bukti semakin berkembang bahwa aktivitas fisik yang teratur mengurangi risiko kanker payudara, terutama pada perempuan yang sudah melewati masa menopause. Pertanyaan utamanya adalah seberapa banyak aktivitas yang dibutuhkan. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa bahkan hanya olahraga beberapa jam seminggu mungkin bermanfaat, meskipun lebih banyak tampaknya lebih baik.
4. Tidak memiliki anak
Perempuan yang belum memiliki anak atau yang memiliki anak pertama setelah usia 30 tahun memiliki risiko kanker payudara yang sedikit lebih tinggi secara keseluruhan. Memiliki banyak kehamilan dan hamil di usia muda mengurangi risiko kanker payudara.
5. Tidak menyusui
Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa menyusui dapat sedikit menurunkan risiko kanker payudara, terutama jika berlanjut selama satu tahun atau lebih. Namun, hal ini sulit dipelajari, terutama di negara-negara seperti Amerika Serikat, di mana menyusui selama ini jarang dilakukan.
6. Kontrasepsi
Beberapa metode kontrasepsi menggunakan hormon, yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara seperti dikutip dari laman Cancer.
7. Terapi hormon menopause
Menopausal hormone therapy (MHT) dengan estrogen (sering dikombinasikan dengan progesteron) telah digunakan selama bertahun-tahun untuk membantu meredakan gejala menopause dan membantu mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang). Perawatan ini juga dikenal dengan nama lain, seperti post-menopausal hormone therapy (PHT) dan hormone replacement therapy (HRT).
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
7 Perubahan dalam Tubuh Ibu Menyusui yang Jarang Disadari
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sering Dimakan Setiap Hari
Kemoterapi untuk Kanker Payudara: Jenis, Persiapan, Perawatan, dan Efek Samping
Bila Busui Didiagnosis Kanker Payudara, Apakah Boleh Lanjut Menyusui?
Payudara Bengkak karena Mastitis atau Kanker Payudara? Ini Cara Membedakannya
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
200 Pertanyaan Lomba Cerdas Cermat seputar Kemerdekaan 17 Agustus 2026, Soal Tingkat SD-SMP
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Jalan-Jalan Ke Medan? Pilihan Hotel Ini Bisa Kamu Pertimbangkan dan Dekat Mall
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Meghan Markle Pakai Anting Putri Diana Saat Momen Langka dengan Pangeran Harry
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif