HaiBunda

MENYUSUI

Ibu Menyusui kok Menangis Terus? Ini Penyebabnya yang Jarang Dibahas

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Kamis, 19 Feb 2026 07:35 WIB
Ibu Menyusui kok Menangis Terus? Ini Penyebabnya yang Jarang Dibahas/Foto: Getty Images/mapo
Jakarta -

Bun, pernah nggak sih lagi menyusui tiba-tiba air mata jatuh sendiri? Padahal bayi lagi anteng, suasana juga nggak kenapa-kenapa. Rasanya campur aduk sedih, kosong, atau tiba-tiba cemas tanpa alasan jelas. Banyak ibu mengira ini karena lelah biasa. Padahal, ada kondisi yang memang nyata dan sering banget terjadi, tapi jarang dibahas: Dysphoric Milk Ejection Reflex (D-MER).

Mengenal kondisi itu D-MER?

Dysphoric Milk Ejection Reflex (D-MER) adalah kondisi ketika ibu merasakan emosi negatif yang muncul sesaat sebelum atau saat ASI mulai mengalir (let-down reflex). Istilah D-MER pertama kali diperkenalkan dalam laporan kasus oleh Alia Macrina Heise dan Diane Wiessinger yang dipublikasikan dalam International Breastfeeding Journal pada tahun 2011. 

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa beberapa ibu mengalami gelombang emosi negatif tepat sebelum refleks pengeluaran ASI (let-down reflex). Emosi itu bisa berupa sedih mendalam, cemas, rasa hampa, atau bahkan sensasi seperti 'jatuh'. Uniknya, perasaan ini hanya berlangsung sekitar 30 detik hingga 2 menit, lalu hilang dengan sendirinya.


Seiring waktu, penelitian tentang D-MER semakin berkembang. Dikutip dari sebuah studi yang diterbitkan di Breastfeeding Medicine menemukan bahwa sekitar 6 persen ibu menyusui mengalami gejala yang konsisten dengan D-MER. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa ibu dengan D-MER memiliki skor depresi pasca persalinan dan tingkat kepercayaan diri menyusui yang berbeda dibanding ibu tanpa D-MER. Artinya, meski D-MER bukan depresi postpartum, kondisi ini tetap memiliki dampak emosional yang signifikan.

Studi lain juga melaporkan bahwa hampir sepertiga responden dalam survei tertentu menunjukkan gejala yang menyerupai D-MER, terutama pada ibu yang mengalami stres tinggi dan kurang tidur. Insomnia dan tekanan psikologis disebut dapat memperberat intensitas gejala. Beberapa ibu bahkan mengaku mempertimbangkan untuk menghentikan menyusui karena tidak memahami apa yang sedang mereka alami.

Penelitian terbaru pada 2025 yang juga terbit di Breastfeeding Medicine melibatkan lebih dari 700 ibu menyusui untuk mengukur prevalensi D-MER secara lebih sistematis. Hasilnya menunjukkan angka sekitar 5,9 persen.

Penelitian ini juga menemukan bahwa hampir setengah dari ibu dengan gejala berat akhirnya menghentikan menyusui lebih awal. Selain itu, terdapat kaitan antara D-MER dengan meningkatnya stres serta gangguan bonding ibu dan bayi.

Yang perlu Bunda tahu, ini bukan karena Bunda tidak bahagia punya bayi, bukan juga karena tidak bersyukur. D-MER bersifat fisiologis, artinya berhubungan dengan perubahan hormon di tubuh.

Penyebab ibu menyusui terus menangis

Saat bayi menyusu, tubuh melepaskan hormon oksitosin. Oksitosin membantu ASI keluar dari payudara dan sering disebut sebagai “hormon cinta” karena berperan dalam bonding ibu dan bayi. Namun di saat yang sama, terjadi perubahan pada hormon lain bernama dopamin. Pada sebagian ibu, penurunan dopamin inilah yang memicu perasaan sedih atau tidak nyaman secara mendadak.

Dopamin adalah zat kimia otak yang berperan dalam rasa nyaman, stabilitas suasana hati, dan motivasi. Beberapa penelitian yang dipublikasikan dalam International Breastfeeding Journal menjelaskan bahwa pada D-MER diduga terjadi penurunan dopamin secara tiba-tiba tepat sebelum ASI keluar. Penurunan mendadak inilah yang memicu gelombang emosi negatif seperti sedih, hampa, gelisah, atau cemas yang berlangsung singkat.

Karena prosesnya sangat cepat dan berkaitan dengan respons neuroendokrin (sistem hormon dan saraf), perasaan itu muncul otomatis, bukan karena pikiran atau pengalaman tertentu.

Dikutip dari penelitian yang diterbitkan di Breastfeeding Medicine juga menunjukkan bahwa D-MER berbeda dari depresi postpartum. Pada D-MER, emosi negatif muncul spesifik saat let-down dan menghilang dalam beberapa menit. Sementara depresi postpartum bersifat lebih menetap dan tidak bergantung pada momen menyusui.

Jadi ini bukan soal mental lemah, ya Bun. Ini respons tubuh.

D-MER muncul hanya saat refleks pengeluaran ASI terjadi, dan setelah itu emosi kembali normal. Secara fisik, D-MER tidak membahayakan bayi maupun ibu. Namun secara emosional tentu bisa mengganggu dan membuat ibu merasa bingung atau bersalah. Yang terpenting adalah menyadari bahwa kondisi ini nyata dan dialami banyak ibu di seluruh dunia. Sayangnya, belum banyak yang membicarakannya secara terbuka.

Ilustrasi perempuan menangis/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Phira Phonruewiangphing

Cara mengatasi ibu menyusui yang terus menangis

Pertama, kenali polanya. Jika perasaan sedih hanya muncul saat ASI mulai keluar lalu menghilang, kemungkinan itu D-MER.

Kedua, coba teknik relaksasi sebelum menyusui. Tarik napas dalam, dengarkan musik yang menenangkan, atau alihkan perhatian dengan menonton sesuatu yang ringan.

Ketiga, cukup istirahat dan perhatikan asupan nutrisi. Tubuh yang terlalu lelah bisa memperparah respons emosional.

Keempat, jangan ragu cerita ke pasangan atau tenaga kesehatan. Jika perasaan negatif terasa makin berat atau bertahan lama di luar waktu menyusui, segera konsultasi ke dokter atau konselor laktasi.



Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Tak Lagi Berdasarkan Usia, Ini Cara Baru Skrining Kanker Payudara

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Luna Maya Lihat Langsung Kondisi Terkini Aceh Pasca Bencana Sumatera

Mom's Life Annisa Karnesyia

Curhat Nina Zatulini Jalani Postpartum usai Melahirkan, Akui Tak Mudah Urus Newborn

Kehamilan Annisa Karnesyia

7 Nama Bayi Laki-laki yang Lahir di Bulan Ramadhan dan Artinya

Nama Bayi Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

14 Hal-hal yang Membatalkan Puasa, Anak SD Sudah Tahu?

Parenting Novita Rizki

Deretan Negara yang Alami Lonjakan Persalinan Caesar, Terungkap Penyebabnya

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Luna Maya Lihat Langsung Kondisi Terkini Aceh Pasca Bencana Sumatera

Curhat Nina Zatulini Jalani Postpartum usai Melahirkan, Akui Tak Mudah Urus Newborn

7 Nama Bayi Laki-laki yang Lahir di Bulan Ramadhan dan Artinya

4 Th Menikah, Vincent Verhaag Akui Tak Pernah Bosan dengan Jessica Iskandar: Dia Selalu Bikin Gebrakan

14 Hal-hal yang Membatalkan Puasa, Anak SD Sudah Tahu?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK