sign up SIGN UP search


menyusui

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Busui agar MengASIhi Berjalan Lancar

Dwi Indah Nurcahyani   |   Haibunda Rabu, 03 Aug 2022 07:07 WIB
Happy mom and baby with a breastfeeding together in bedroom. Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Busui agar MengASIhi Berjalan Lancar/Foto: Getty Images/FatCamera
Jakarta -

Untuk mampu menghasilkan banyak ASI, seorang ibu menyusui tentu harus memiliki kesehatan yang baik ya secara fisik dan mental. Bila sehat secara fisik bisa didapatkan dengan berolahraga dan makan-makanan bergizi, bagaimana dengan kesehatan mental?

Padahal tubuh ibu yang bahagia akan mampu menghasilkan ASI yang berkualitas. Namun, pada kenyataannya hal itu tak mudah untuk diraih oleh para busui.

Kesibukan dalam mengurus buah hatinya kerap membuat ibu menyusui menjadi lelah secara fisik dan emosi.   


Meski tampaknya tidaklah mudah, peran ibu menyusui sesungguhnya memberikan keuntungan besar bagi kesehatan mental ibu menyusui.

Penelitian baru menunjukkan bagaimana menyusui menurunkan risiko depresi ibu, membantu busui tidur lebih banyak, dan mengatasi kesulitan masa lalu.

Menyusui dan kaitannya dengan kesehatan mental busui

Setiap tahun, ratusan ribu ibu di seluruh dunia menjadi depresi setelah melahirkan. Para profesional menyadari bahwa keberadaan depresi sebagai penyakit daripada sebelumnya, dan itu merupakan perubahan positif, seperti dikutip dari laman Neurosciencenews.

Jumlah ibu dengan depresi juga terus meningkat. Angka perkiraan mencapai 10 sampai 20 persen dari semua ibu baru mengalami depresi. Rentang yang lebih baru bahkan menunjukkan antara 15 hingga 25 persen.

Seiring perjalanan waktu, terjadi perubahan besar sehubungan dengan depresi dan menyusui. Praktisi memberi tahu para ibu bahwa mereka tidak perlu menjadi ibu super dan bahwa mereka membutuhkan tidur, serta penting bagi mereka untuk sembuh, melakukan berbagai hal sebelum menyapih buah hati. 

Ya, sedianya memang menyusui dikaitkan dengan tingkat kesehatan mental ibu, seperti diungkapkan Megan Yuen dan Olivia Hall dari the University of Massachusetts Chan Medical School.

Namun, jika seorang ibu mengalami kesulitan menyusui atau perbedaan antara harapan dan pengalamannya yang sebenarnya, menyusui dikaitkan dengan hasil kesehatan mental yang negatif, seperti dikutip dari laman La Leche League International.

Dari 36 penelitian yang menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara menyusui dan kesehatan mental, 29 di antaranya menemukan bahwa menyusui dikaitkan dengan lebih sedikit gejala kesehatan mental, dan ditemukan juga menyusui dikaitkan dengan peningkatan gejala kesehatan mental busui.

Dan, dari 34 penelitian yang menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara menyusui dan gejala depresi pascapersalinan, 28 penelitian menemukan bahwa menyusui dikaitkan dengan penurunan risiko gejala depresi pasca persalinan.

"Menyusui sebenarnya mampu meningkatkan kesehatan mental ibu. Namun menyusui bisa menjadi dampak negatif jika sang ibu menghadapi beragam hambatan atau pengalaman yang tak sesuai harapan," kata Susan G. Kornstein, MD, Executive Director of the Virginia Commonwealth University Institute.

Klik di halaman selanjutnya ya, Bunda.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga yuk video tentang 5 gejala baby blues pada ibu baru saat menyusui.

[Gambas:Video Haibunda]



KESEHATAN MENTAL IBU MENYUSUI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!