HaiBunda

MENYUSUI

ASI Ternyata Bisa Jadi Petunjuk Kanker Payudara, Ini Kata Peneliti

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Minggu, 11 Oct 2026 16:05 WIB
ASI Ternyata Bisa Jadi Petunjuk Kanker Payudara, Ini Kata Peneliti/Foto: Getty Images/EyeEm Mobile GmbH
Jakarta -

Menyusui memberikan banyak manfaat baik bagi perempuan dan juga bayinya. Bahkan, ASI ternyata bisa jadi petunjuk kanker payudara, ini kata peneliti.

Dalam sebuah penelitian terbaru terungkap bahwa menganalisis ASI dapat membuka jalan bagi diagnosis kanker payudara lebih awal, menurut para peneliti. 

Guna mengungkap fakta tersebut, sebuah tim di  Universitas Manchester sedang menilai apakah DNA tumor yang beredar yang terdapat dalam ASI mungkin dapat mengidentifikasi penyakit ini lebih cepat dibandingkan tes darah standar atau pemindaian pencitraan.


Memang ya, Bunda, menyusui diketahui dapat mengurangi risiko kanker payudara jangka panjang, tetapi para perempuan tetap menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi ini selama kehamilan dan setelah melahirkan.

ASI ternyata bisa jadi petunjuk kanker payudara

Selain itu, cacat genetik tertentu membuat beberapa perempuan berisiko lebih tinggi mengembangkan penyakit ini saat masih muda. Di Inggris, kanker payudara merupakan penyebab kematian terkait kanker yang paling umum pada perempuan berusia 35 hingga 64 tahun.

Kasus yang terkait dengan kehamilan diyakini memengaruhi sekitar satu dari 3.000 kehamilan, meskipun risikonya bisa mencapai satu dari 50 untuk mereka yang berisiko lebih tinggi, seperti pada perempuan yang membawa BRCA gen yang rusak, seperti dikutip dari laman The Independent.

Pemimpin studi penelitian tersebut, Dr Niki Flaum, yang juga merupakan konsultan onkologi di Christie NHS Foundation Trust di Manchester, mengatakan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk menemukan cara yang lebih baik dan lebih andal untuk mendeteksi kanker payudara pada perempuan selama dan setelah kehamilan.

"Kami percaya ASI dapat memberikan jendela unik dan non-invasif untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam payudara."

Ditambahkannya bahwa kita tahu sangat sedikit tentang perubahan genetik pada ASI, karena bio-cairan ini hingga saat ini sangat kurang diteliti.

"Kanker payudara terkait kehamilan lebih mungkin didiagnosis pada tahap yang lebih lanjut, ketika kanker sudah menyebar, dan hasil kelangsungan hidup jauh lebih buruk dibandingkan perempuan seusia yang belum melahirkan baru-baru ini."

Dalam kondisi ini tentunya diagnosis sangat menantang karena pencitraan payudara selama kehamilan dan laktasi seringkali tidak dapat diandalkan. "Jika metode yang dapat diandalkan untuk mendeteksi DNA terkait kanker dalam ASI, kami berharap penelitian di masa depan akan menguji apakah pendekatan ini dapat dikembangkan menjadi alat skrining bagi perempuan 

Penelitian baru ini, yang didanai oleh The Christie Charity, awalnya merekrut 40 perempuan yang memproduksi ASI di mana 25 di antaranya dengan risiko populasi umum dan 15 dari kategori berisiko tinggi yang memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga. Tujuannya adalah menciptakan Biobank Biofluid Payudara Manchester dengan lebih dari 200 sampel yang tersedia untuk penelitian di masa depan dengan kanker payudara atau mereka yang berisiko tinggi.

Kemudian, dalam penelitian tersebut, tim Universitas Manchester akan menganalisis sampel cairan di National Biomarker Centre di Christie. Salah satu ibu pertama yang mendonorkan ASI untuk studi ini adalah Hannah Brennan, 31 tahun, dari Glossop, Derbyshire, yang memiliki seorang putri berusia 12 bulan, serta seorang putri berusia lima tahun dan seorang putra berusia dua tahun.

Dr Florent Mouliere, yang memimpin tim riset yang menganalisis sampel, mengatakan bahwa para ilmuwan di laboratorium kami telah mengidentifikasi fragmen kecil materi genetik yang dilepaskan oleh sel dalam beberapa sampel ASI yang telah didonasikan untuk studi ini.

"Struktur DNA ini unik pada ASI, dan sekarang kami memahami seperti apa DNA ini, yang merupakan langkah maju yang besar."

Louise Hadley, CEO The Christie Charity, mengatakan, "Kami sangat senang dapat mendanai penelitian penting ini yang dapat meningkatkan deteksi dini kanker payudara pada perempuan berisiko tinggi, termasuk pembawa BRCA. Hal ini memungkinkan skrining khusus untuk kanker payudara terkait kehamilan, dan membantu memprediksi risiko kanker payudara pasca melahirkan.

"Selain itu, diharapkan dengan adanya tindakan ini juga nantinya akan memberikan ketenangan bagi perempuan berisiko tinggi yang ingin menyusui, yang saat ini sering disarankan untuk berhenti lebih awal agar skrining MRI dapat dilanjutkan."

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bulan Peduli Kanker Payudara: Kenali Sejak Dini, Sayangi Dirimu

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf E

Mom's Life Azhar Hanifah

ASI Ternyata Bisa Jadi Petunjuk Kanker Payudara, Ini Kata Peneliti

Menyusui Dwi Indah Nurcahyani

Potret Kekompakan Geng Ranayu, Aktif Bikin Konten dan Jadi Support System Satu Sama Lain

Mom's Life Amira Salsabila

Mengenal Parainfluenza Penyakit yang Mirip Flu pada Anak, Kenali Gejala hingga Penanganannya

Parenting Elia Amaliana

Sering Cari Tips Parenting di Internet? Hati-hati, Bisa Bikin Orang Tua Makin Cemas

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sering Cari Tips Parenting di Internet? Hati-hati, Bisa Bikin Orang Tua Makin Cemas

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf E

ASI Ternyata Bisa Jadi Petunjuk Kanker Payudara, Ini Kata Peneliti

Mengenal Parainfluenza Penyakit yang Mirip Flu pada Anak, Kenali Gejala hingga Penanganannya

Potret Kekompakan Geng Ranayu, Aktif Bikin Konten dan Jadi Support System Satu Sama Lain

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK