menyusui
Usia Berapa Perempuan Harus Mulai Mammografi? Ini Panduan Terbarunya
HaiBunda
Senin, 05 Oct 2026 09:10 WIB
Daftar Isi
- Kapan perempuan harus mulai mammografi?
- Apakah perempuan usia 30-an perlu mammografi?
- Bagaimana dengan perempuan yang berisiko tinggi kanker payudara?
- Bagaimana panduan mammografi di Indonesia?
- Mammografi bukan hanya untuk perempuan yang memiliki gejala
- Jadi, usia berapa perempuan sebaiknya mulai mammografi?
Mammografi menjadi salah satu pemeriksaan penting untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini. Namun, masih banyak perempuan yang bingung, sebenarnya perempuan harus mulai mammografi di usia berapa?
Jawabannya tidak selalu sama untuk setiap perempuan. Usia mulai pemeriksaan dapat berbeda tergantung pada risiko kanker payudara, riwayat keluarga, kondisi kesehatan, hingga panduan yang digunakan.
Mammografi merupakan pemeriksaan menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar jaringan payudara. Pemeriksaan ini dapat membantu menemukan perubahan pada payudara yang belum menimbulkan gejala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari American Cancer Society (ACS), perempuan dengan risiko rata-rata dapat mulai mempertimbangkan mammografi tahunan pada usia 40-44 tahun. Mulai usia 45 tahun, mammografi tahunan direkomendasikan hingga usia 54 tahun. Setelah usia 55 tahun, pemeriksaan dapat dilakukan setiap dua tahun atau tetap setiap tahun.
Lantas, bagaimana panduan lengkapnya?
Kapan perempuan harus mulai mammografi?
Tidak ada satu aturan yang berlaku untuk semua perempuan. Untuk perempuan dengan risiko rata-rata kanker payudara, beberapa organisasi kesehatan memiliki rekomendasi yang sedikit berbeda.
Usia 40-44 tahun
Pada kelompok usia ini, ACS memberikan pilihan untuk mulai melakukan mammografi setiap tahun.
Artinya, perempuan usia 40-44 tahun tidak selalu harus langsung melakukan mammografi rutin setiap tahun. Keputusan dapat dibuat setelah berdiskusi dengan dokter dengan mempertimbangkan manfaat, keterbatasan, dan kemungkinan dampak pemeriksaan.
Salah satu pertimbangannya adalah mammografi pada kelompok usia lebih muda dapat lebih sering menghasilkan temuan yang ternyata bukan kanker atau false positive. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang perlu menjalani pemeriksaan tambahan, bahkan biopsi, meskipun pada akhirnya tidak ditemukan kanker.
Usia 45-54 tahun
ACS merekomendasikan perempuan usia 45-54 tahun melakukan mammografi setiap tahun. Pada rentang usia ini, risiko kanker payudara meningkat sehingga manfaat deteksi dini melalui mammografi menjadi semakin penting.
Usia 55 tahun ke atas
Mulai usia 55 tahun, ACS memberikan dua pilihan, yaitu melakukan mammografi setiap dua tahun atau tetap melakukan pemeriksaan setiap tahun.
Skrining dapat dilanjutkan selama kondisi kesehatan perempuan secara umum masih baik dan diperkirakan memiliki harapan hidup setidaknya 10 tahun.
Apakah perempuan usia 30-an perlu mammografi?
Untuk perempuan yang memiliki risiko rata-rata dan tidak memiliki gejala, mammografi rutin umumnya belum direkomendasikan pada usia 30-an.
ACS menjelaskan bahwa kanker payudara relatif lebih jarang terjadi pada perempuan usia 30-an. Karena itu, pada kelompok usia ini, potensi dampak pemeriksaan rutin dapat lebih besar dibandingkan manfaatnya.
Namun, bukan berarti perempuan usia 30-an tidak perlu memperhatikan kesehatan payudara.
Jika menemukan benjolan, perubahan bentuk payudara, perubahan kulit, keluarnya cairan dari puting, atau keluhan lain yang tidak biasa, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan tanpa menunggu mencapai usia skrining rutin.
Bagaimana dengan perempuan yang berisiko tinggi kanker payudara?
Perempuan dengan risiko kanker payudara lebih tinggi mungkin perlu menjalani pemeriksaan lebih awal daripada perempuan dengan risiko rata-rata.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain:
- Memiliki riwayat keluarga kuat terhadap kanker payudara;
- Memiliki mutasi gen tertentu, seperti BRCA;
- Pernah mendapatkan terapi radiasi di area dada pada usia muda; dan
- Memiliki riwayat pribadi kanker payudara.
ACS merekomendasikan perempuan dengan risiko tinggi tertentu menjalani MRI payudara dan mammografi setiap tahun, umumnya mulai sekitar usia 30 tahun. Waktu mulai pemeriksaan dapat disesuaikan dengan faktor risiko masing-masing.
Sementara itu, American College of Radiology (ACR) merekomendasikan penilaian risiko kanker payudara dilakukan paling lambat pada usia 25 tahun. Perempuan dengan risiko lebih tinggi dapat memerlukan skrining sebelum usia 40 tahun dan pemeriksaan tambahan seperti MRI.
Karena itu, perempuan yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara sebaiknya tidak hanya berpatokan pada usia.
Bagaimana panduan mammografi di Indonesia?
Di Indonesia, pendekatan skrining kanker payudara tidak hanya menggunakan mammografi.
Dokumen Kementerian Kesehatan yang mengatur skrining di fasilitas pelayanan kesehatan primer mencantumkan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) sebagai salah satu metode skrining kanker payudara. Pada dokumen tersebut, sasaran skrining kanker payudara mencakup perempuan usia lebih dari 15 tahun. Pemeriksaan dapat dilakukan oleh dokter atau bidan yang kompeten.
Selain itu, dalam program skrining peserta JKN, Kementerian Kesehatan juga menetapkan perempuan usia 30-50 tahun sebagai sasaran skrining kanker payudara melalui pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS.
Jadi, skrining kanker payudara tidak berarti semua perempuan harus melakukan mammografi sejak usia muda. Jenis pemeriksaan dapat ditentukan berdasarkan usia, keluhan, faktor risiko, hasil pemeriksaan klinis, serta fasilitas yang tersedia.
Kementerian Kesehatan juga telah menerbitkan Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Kanker Payudara pada 2026 sebagai acuan nasional dalam diagnosis dan tata laksana kanker payudara.
Mammografi bukan hanya untuk perempuan yang memiliki gejala
Mammografi dapat digunakan sebagai pemeriksaan skrining, yaitu dilakukan untuk mencari tanda kanker sebelum muncul gejala. Hal ini berbeda dengan mammografi diagnostik yang dilakukan ketika dokter ingin mengevaluasi keluhan atau perubahan tertentu pada payudara.
Karena itu, perempuan tidak perlu menunggu muncul benjolan terlebih dahulu untuk mulai membicarakan skrining dengan dokter, terutama ketika sudah memasuki usia yang direkomendasikan atau memiliki faktor risiko tertentu.
Mammografi juga tidak dapat mendeteksi seluruh kasus kanker payudara. Pada sebagian perempuan, terutama yang memiliki jaringan payudara padat, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan sesuai kondisi masing-masing.
Jadi, usia berapa perempuan sebaiknya mulai mammografi?
Secara umum, perempuan dengan risiko rata-rata dapat mulai mendiskusikan mammografi sejak usia 40 tahun.
Menurut ACS, usia 40-44 tahun dapat memilih untuk memulai mammografi tahunan, usia 45-54 tahun dianjurkan menjalani mammografi setiap tahun, sedangkan mulai usia 55 tahun dapat dilakukan setiap dua tahun atau tetap setiap tahun.
Namun, rekomendasi antarorganisasi memang tidak sepenuhnya sama. American College of Radiology (ACR), misalnya, merekomendasikan mammografi tahunan dimulai pada usia 40 tahun untuk perempuan dengan risiko rata-rata.
Karena itu, usia bukan satu-satunya pertimbangan. Perempuan sebaiknya mendiskusikan waktu dan jenis pemeriksaan yang sesuai dengan dokter, terutama jika memiliki riwayat keluarga atau faktor risiko kanker payudara.
Yang terpenting, jangan mengabaikan perubahan pada payudara hanya karena belum mencapai usia mammografi rutin. Bila muncul benjolan atau perubahan yang tidak biasa, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Perempuan yang Lewatkan Skrining Payudara Pertama, Risiko Meninggal akibat Kanker Naik 40 Persen
Menyusui
Kenapa Ada Benjolan di Payudara? Ketahui Kondisi yang Perlu Diperiksa Dokter
Menyusui
Apakah Kanker Payudara Bisa Sembuh Tanpa Operasi Pengangkatan?
Menyusui
Mengenal Mammografi, Prosedur untuk Deteksi Dini Risiko Kanker Payudara
Menyusui
Bolehkah Ibu Menyusui USG Payudara untuk Skrining Kanker?
5 Foto
Menyusui
5 Potret Indah Permatasari saat Menyusui, Curhat Ingin Berteman dengan Sang Anak Kelak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Alasan Mengapa Perempuan Tak Boleh Gunakan Deodoran selama Mammografi
5 Faktor Bunda Memerlukan Mammogram Meski Tak Ada Kelainan di Payudara
Mengira Benjolan karena Menyusui, Bunda Ini Ternyata Didiagnosis Kanker Payudara