MOM'S LIFE

Cerita CEO Wanita Seimbangkan Urusan Keluarga dan Pekerjaan

Asri Ediyati 14 Nov 2017
Cerita CEO Wanita Seimbangkan Urusan Keluarga dan Pekerjaan/ Foto: plexal.com Cerita CEO Wanita Seimbangkan Urusan Keluarga dan Pekerjaan/ Foto: plexal.com
London, Inggris - Kalau mendengar kata CEO alias Chief Executive Officer, bisa jadi yang ada di pikiran kita adalah seseorang yang sangat sibuk mengurus perusahaannya. Apalagi kalau CEO-nya seorang wanita yang merupakan istri sekaligus ibu. Hmm, gimana mengatur waktunya ya?

Adalah Claire Cockerton, CEO Plexal, perusahaan teknologi di London, Inggris. Buat Claire, menjadi seorang ibu dan melancarkan bisnisnya adalah dua hal yang sama pentingnya. Dia pun ingin keduanya berjalan seimbang, Bun.

"Saya tetap terhubung via e-mail dan telepon dengan anak saya karena saya berkomitmen pada dua hal ini yaitu keluarga dan bisnis," kata Claire dikutip dari Forbes.

Soal menyusui di kantor, menurut Calire itu merupakan tantangan tersendiri. Membawa putrinya ke kantor dengan bantuan sang suami plus menyusui di sela-sela meeting bukan hal yang mudah buat Claire.



"Hal ini yang membuat saya perlu menyesuaikan lagi karena sebenarnya saya ingin kehidupan pribadi saya terpisah dengan pekerjaan. Namun, kenyataan yang perlu diterima adalah bahwa memiliki bayi baru lahir seakan membuat dinding pemisah kehidupan pribadi dengan kerja menjadi transparan," kata Claire.

Claire juga mengaku nggak masalah dengan bentuk tubuhnya pasca melahirkan dan aktivitasnya menyusui di depan banyak orang. Claire punya cerita nih, Bun. Suatu siang, ia sedang mem-briefing timnya dan merasa payudaranya 'penuh' lantas ASI pun merembes. Spontan, Claire langsung menyusui anaknya. Rekan kerjanya hanya tertawa dan Claire merasa beruntung timnya nggak merasa terganggu dengan itu.

"Jujur, perjuangan menjadi orang tua itu berat. Dari mencari daycare dengan harga terjangkau, menyusui di depan umum hingga masalah kurang tidur yang nggak kunjung habis. Tapi, di balik semua itu, saya percaya bahwa kita adalah orang tua terbaik bagi anak-anak kita," tutur Claire.

Meski begitu, Claire juga pernah merasa dihakimi karena beberapa keputusan yang dibuatnya seperti bekerja keras selama hamil dan nggak berhenti berkarir setelah punya anak. Walau begitu, Claire tetap berusaha menyeimbangkan urusan pekerjaan dengan keluarganya. Karena sebagai orang tua kita ingin memberi yang terbaik buat anak-anak kan, Bun?

"Sampai hari ini saya akan mencari cara untuk memastikan bahwa peran CEO dan ibu dapat hidup berdampingan secara harmonis," ujar Claire.



Bicara soal keputusan tetap bekerja setelah punya anak memang ini tergantung masing-masing pasangan. Seperti kata psikolog keluarga dari Tiga Generasi Anna Surti Ariani atau akrab disapa Nina, banyak alasan kenapa seorang wanita masih tetap bekerja setelah punya anak. Di antaranya untuk membantu kebutuhan finansial keluarga atau justru dorongan dari orang terdekat.

"Apapun keputusan si ibu kita perlu menghargai itu. Nggak perlu dinyinyiri karena pasti ada alasan kenapa seorang ibu tetap bekerja walaupun sudah punya anak. Lagipula, buat beberapa orang keputusan untuk tetap bekerja juga nggak mudah lho, berat juga," kata Nina. (aci/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi