MOM'S LIFE

Sejauh Apapun Rentang Usia dengan Suami, Keintiman adalah Kunci

Zika Zakiya Kamis, 06 Des 2018 - 15.31 WIB
Ilustrasi pasangan suami istri/Foto: dok. Thinkstock Ilustrasi pasangan suami istri/Foto: dok. Thinkstock
Jakarta - Menikah dengan suami yang berbeda jauh usianya ternyata bukanlah halangan. Asalkan Bunda bisa saling berbagi keintiman dengan baik, maka langgenglah pernikahan itu, seberapa jauh beda usia di antara kita dengans uami, Bun.

Demikian disampaikan psikolog yang juga pakar hubungan, Elizabeth Santosa. Lizzie, sapaannya, menegaskan bahwa seorang perempuan yang menikah dengan pria yang jauh beda usianya, pasti memiliki banyak alasan. Bisa karena memang butuh seseorang yang ngemong, ingin sosok seorang suami sekaligus bapak, atau memang nyaman dengan seseorang yang lebih tua.

Ryan Reynolds dan Blake Lively, pasangan beda usiaRyan Reynolds dan Blake Lively, pasangan beda usia Foto: Instagram



"Jika sudah bicara mengenai intimacy, usia bukanlah masalah. Keintiman bisa menghasilkan hormon oksitosin yaitu hormon kebahagiaan. Hormon oksitosin bisa dihasilkan melalui orgasme atau pelukan dari orang yang disayang," kata Lizzie saat berbincang dengan HaiBunda, Rabu (5/12/2018).

Isu mengenai pernikahan antara pria yang usianya jauh lebih tua ini dimulai ketika sebuah akun gosip mengunggah pernikahan antara Suryo Hadiwinoto (84) dan mempelai wanita, Lily Budirahardjo (48). Pernikahan beda jauh usia ini tentu akan menimbulkan gunjingan karena mendobrak norma yang ada.


Namun demikian, jangan salah Bunda, ditegaskan Lizzie bahwa pria masih bisa memiliki sperma yang aktif di usia lanjut meski kecepatannya sudah tidak lagi sama seperti saat masih muda. Inilah sebabnya kenapa pria dengan usia lanjut, masih bisa memberi keintiman pada pasangannya. Jika pasangan sudah bahagia, maka hubungan sejauh apa pun beda usianya, akan tetap langgeng.

Ilustrasi pasanganIlustrasi pasangan Foto: Istock


"Sama pasangan yang usianya sama, jika intimasinya kurang, bakal bisa cerai. Keintiman adalah kunci," ujar Lizzie.

"Coba mulai cek deh berapa pelukan yang diperlukan seseorang setiap harinya agar bisa melepaskan hormon oksitosin. Jika memang belum menikah, hormon ini bisa didapat dengan cara curhat bicara hati ke hati dengan orang terdekat," saran psikolog yang sering menjadi pembicara di event bertema keintiman itu.

(ziz/rdn)

Share yuk, Bun!
Rekomendasi