MOM'S LIFE

Meski Bercerai, Bos Amazon Kenang Masa Indah Pernikahan

Asri Ediyati Kamis, 10 Jan 2019 - 16.00 WIB
Meski Bercerai, Bos Amazon Kenang Masa Indah Pernikahan / Foto: dok. Getty Images Meski Bercerai, Bos Amazon Kenang Masa Indah Pernikahan / Foto: dok. Getty Images
Los Angeles - Pria terkaya di dunia, Jeff Bezos, berpisah dengan sang istri, MacKenzie. Padahal, CEO Amazon ini telah membina rumah tangga bersama MacKenzie selama 25 tahun. Lewat media sosial miliknya, Jeff memberikan pernyataan tentang perceriannya dengan MacKenzie.

"Kami ingin orang memahami tentang kehidupan kami. Seperti diketahui keluarga dan teman-teman kami, setelah masa yang panjang dari hubungan cinta dan percobaan perpisahan, kami memutuskan untuk bercerai dan melanjutkan hidup sebagai teman," ujar Jeff dalam pernyataan resmi di Twitter.

Menurut penuturan Jeff, mereka merasa luar biasa beruntung bisa hidup bersama. Jeff juga bersyukur setiap ulang tahun pernikahannya terlewati.

"Kalaupun kami tahu akan berpisah setelah 25 tahun, kami tetap akan melakukannya lagi," sambung Jeff Bezos.

Jeff melanjutkan, dirinya dan MacKenzie memiliki kehidupan yang hebat dan mereka juga melihat masa depan yang indah sebagai orang tua, teman, mitra dalam usaha dan proyek, dan sebagai individu yang mengejar usaha dan petualangan.

"Meskipun statusnya mungkin berbeda, kami tetap keluarga, dan kami tetap menjadi teman yang saling menghargai," kata Jeff.

Jeff Bezos dan MacKenzie menikah pada 1993 silam. Mereka dikaruniai empat anak, yakni tiga putra dan seorang putri. Perceraian mereka mengagetkan sebagian orang, sebab selalu terlihat adem serta romantis. Tak terbayang mereka harus cerai atau berpisah ya, Bun.



Menurut psikolog klinis, Christina Tedja MPsi, jika ditanya mengenai penyebab perceraian, pasti banyak faktor. Menurutnya, zaman sekarang, usia pernikahan tampaknya bukan lagi sebagai tolok ukur untuk memprediksi terjadinya perceraian.

"Dari mulai usia pernikahan yang 2 jam sampai puluhan tahun juga bisa saja bercerai," ungkap psikolog yang akrab disapa Tina, saat ngobrol dengan HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Tina mengatakan, untuk mempertahankan suatu pernikahan terutama yang sedang dalam masalah, membutuhkan daya juang yang lebih. Mulai kasus yang paling sulit ditoleransi, hingga masalah berat yang harus diakhiri dengan perceraian. Seperti perselingkuhan tak berkesudahan, adiktif atau kecanduan sesuatu seperti alkohol, narkoba dan lainnya.

"Belum lagi kalau ada KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), permasalahan mental seperti gangguan kepribadian, dan sebagainya," kata psikolog yang berpraktik di Ciputra Medical Center, Lotte Shoping Avenue, Jakarta.

Tina menambahkan, permasalahan eksternal pun bisa menambah masalah semakin krusial. Masalah tersebut sebenarnya masih bisa diatasi jika pasangan memiliki keinginan besar untuk membenahi rumah tangganya.

"Sayangnya, ada beberapa kasus yang jalan keluarnya justru lebih baik cerai. Jika tidak, maka akan merusak kesejahteraan istri atau pasangan dan anak," ungkap Tina.

(aci/rap)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi