sign up SIGN UP search


moms-life

Ini Lho, Bun, Pentingnya Memakai Alat Kontrasepsi

Amelia Sewaka Rabu, 27 Sep 2017 08:10 WIB
Katanya kalau pakai alat kontrasepsi bikin gemuk dan jerawatan. Hmm, padahal sering kali yang kita dengar itu cuma mitos, Bun. caption
Jakarta - Saat sudah menikah, kehadiran buah hati pasti dinanti-nanti banget ya, Bun. Tapi demi kesejahteraan si kecil, kita harus mempertimbangkan benar perencanaan keluarga, termasuk jumlah keluarga. Ikhtiar yang dilakukan antara lain dengan menggunakan alat kontrasepsi. Tapi sepertinya masih ada yang takut dan khawatir memakai alat kontrasepsi.

Ini terutama beberapa kabar yang santer beredar dari mulut ke mulut seperti kalau pakai alat kontrasepsi itu bikin gemuk, pakai kontrasepsi yang hormonal bikin jerawatan, pakai IUD itu bikin nyeri dan takut geser, serta banyak ketakutan lainnya. Apa benar kabar itu?

"Sebenarnya nggak segitunya kok. Penggunanaan alat kontrasepsi itu pilihan dan semua bisa pilih sesuai perencanaan keluarga masing-masing. Alat kontrasepsi juga ada jenisnya kan baik dalam bentuk pil KB, IUD, suntikan 3 bulan maupun suntikan 1 bulan," papar Aditya Anugrah Putra, GM Family Planning & Reproductive Health DKT Indonesia pada acara #ThanksToBirthControl, di Carroll Tea House, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (26/9/2017).


Terkadang, kita lebih percaya pada kabar yang beredar tanpa mengecek lebih lanjut ke ahlinya. Sehingga ketakutan akan pemakaian alat kontrasepsi pun menyebar. Padahal yang kita dengar kadang-kadang cuma mitos saja.

Soal perencanaan keluarga, itu memang penting banget ya Bun. Jangan sampai nih, kita 'kebobolan' sampai punya anak banyak hanya demi ego kita, tanpa mempertimbangkan kemampuan kita untuk bisa memberikan hak-hak anak dengan baik. Segala sesuatu yang terencana tentu bisa berjalan lebih baik.

Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, dr Eni Gustina, MPH, menuturkan bahwa pemakaian alat kontrasepsi sekarang bukan lagi untuk para pasangan usia yang subur namun juga untuk siklus kehidupan. "Dengan adanya program KB atau pemakaian alat kontrasepsi, hal ini juga sekaligus dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Dan kehamilan pun jadi lebih terencana," ungkap dr Eni dalam kesempatan yang sama.

Hal ini sebenarnya juga terpaut dengan persiapan pasangan yang ingin menikah muda di bawah usia 20 tahun. Agar siap mental dan fisik untuk membentuk suatu keluarga, maka bisa menggunakan alat kontrasepsi lebih dulu.

Baca juga: Sabotase Alat Kontrasepsi, Penyebab Kehamilan Tak Diinginkan di AS

"Kadang kan masih ada tuh pasangan menikah yang masih tinggal satu atap dengan orang tua, nah kalau tiba-tiba punya banyak anak apa tidak repot?" papar dr Eni.

"Kontrasepsi itu bukan cuma membatasi angka kelahiran lho ya, tapi juga untuk menjarakkan angka kelahiran. Ya bisa 5 kali siklus kehamilan jadi kira-kira 4 sampai 5 tahun," lanjut dr Eni.

Menikah bukan bertujuan untuk sekadar punya anak lalu sudah, alat kontrasepsi ini dianjurkan digunakan untuk mempersiapkan keluarga yang sudah mantap dari segi mental, fisik maupun finansial. Ini juga membantu kita untuk lebih bisa 'me time' lho Bun, dengan jarak usia anak yang nggak terlalu mepet kita jadi punya waktu untuk diri sendiri.

"Kalau sudah punya anak dua stop dulu, urus diri dulu baru urus anak," tambah dr Eni.

Bunda perlu tahu juga, data BKKBN tahun 2016 terdapat 4 juta kelahiran setiap tahunnya. Jumlah 4 juta kelahiran ini setara dengan penduduk Singapura lho, Bun. Ada data juga, 16 juta kelahiran datang dari wanita usia muda antara 15 hingga 19 tahun.

Baca juga: Alat-alat Kontrasepsi dan Cara Pakainya (aml)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi