mom-life

Great Marriage, Salah Satu Kunci Pernikahan yang Harmonis

Amelia Sewaka Sabtu, 15 Sep 2018 19:00 WIB
Great Marriage, Salah Satu Kunci Pernikahan yang Harmonis
Jakarta - Setiap pasangan suami istri pasti mendambakan pernikahan yang harmonis, sehat dan bahagia. Nah, untuk menciptakan pernikahan yang harmonis ada konsep 'great marriage', apa itu?

Deny Hen MM CLC, founder Pembelajar Hidup sekaligus life and marriage coach mengatakan banyak sekali pasangan yang tidak mengalami apa yang disebut dengan great marriage. Kata Deny, great marriage adalah pernikahan dengan visi bersama yang dapat dinikmati kedua pihak.

"Pernikahan yang bahagia, awet, intim, hot dan sekalipun sudah melewati masa cinta romantis, biasanya berakhir dalam 2 sampai 4 tahun saja," tutur Deny dalam Peluncuran dan Bincang Buku 'The Great Marriage' di Gramedia Central Park, Jakarta Barat, pada Sabtu (15/9/2018).


Deny menjelaskan ada 2 yang mendasari nggak tercapainya great marriage. Pertama, terbatasnya pendidikan pranikah yang memadai berdasarkan sains dan penelitian di Indonesia.



"Yang kedua, banyak pasangan yang mempersiapkan pernikahan dari jauh-jauh hari, bahkan dari 1 tahun sebelum menikah hingga mengeluarkan banyak dana. Tapi sayangnya, justru kurang atau bahkan tidak mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah menikah," papar Deny.

Deny yang telah melayani konsultasi seputar Love & Relationship selama 12 tahun mengatakan dua hal tersebut adalah masalah sangat mendasar bagi pasangan suami istri di Indonesia. Karena itu, kata Deny jumlah perceraian di Indonesia mengalami kenaikan hingga 15-20 kali lipat dan angka ini sangat mengkhawatirkan.

Dia menambahkan, jumlah perceraian itu sendiri sebenarnya hanya puncak gunung es dari begitu banyaknya pernikahan yang dijalani tanpa cinta. Hal ini terbukti dari hasil riset yang dilakukan Deny lewat pembelajarhidup.com seperti dilansir dalam bukunya.

"65 Persen responden dari total 248 responden di Indonesia merasa tidak bahagia dengan pasangannya dan relasi antara suami dan istri makin buruk dengan bertambahnya usia pernikahan mereka," ujar Deny.

Dengan kata lain, pasangan ini memang tidak bercerai secara fisik tapi secara batin mereka sudah bisa disebut 'bercerai'. Contohnya, pasangan suami istri yang saling diam, nggak ada interaksi, bahkan hubungannya dingin satu sama lain walaupun tinggal seatap dengan alasa tinggal menunggu anak besar.

Denny menambahkan, masalah lain yang hadir dalam pernikahan antara lain ketidakharmonisan, tidak bisa menghidupi keluarga, perselingkuhan sampai masalah finansial.

(aml/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi