HaiBunda

MOM'S LIFE

Ketika Bunda Merasa Bersalah karena Jadi Ibu Bekerja

SIti Hafadzoh   |   HaiBunda

Sabtu, 06 Oct 2018 08:05 WIB
Ilustrasi ibu bekerja/ Foto: Getty Images
Jakarta - Beberapa wanita memutuskan berhenti bekerja ketika sudah punya anak. Tapi, bagaimana jika keadaan memaksa untuk kembali bekerja? Pasti berat ya, Bun meninggalkan anak di rumah.

Nggak pelak, perasaan bersalah kadang muncul. Terlebih, membagi waktu antara anak-anak, keluarga, dan karir pastinya memiliki tantangan tersendiri. Dilansir Psychology Today, keadaan ini memang sulit dihadapi oleh Bunda yang memutuskan kembali bekerja.

Ada perasaan bersalah jika meninggalkan si kecil bersama pengasuhnya di rumah. Sehingga, mau nggak mau para ibu harus menemukan cara agar urusan keluarga dan karir tetap seimbang.


"Tidak ada solusi untuk semua wanita. Masing-masing wanita harus menemukan caranya sendiri dan menyeimbangkannya," ujar Jane Greer, Ph.D, terapis pernikahan dan keluarga.



Jane menyarankan agar Bunda selalu ingat mungkin ibu bekerja tidak bisa menghabiskan waktu sepanjang hari dengan anak-anak. Tapi yang paling penting adalah kualitas waktu bersama anak, bukan kuantitas.

Ilustrasi ibu bekerja/ Foto: Thinkstock
Jane bilang lebih baik punya waktu berkualitas bersama anak-anak meskipun hanya satu atau dua jam sebelum berangkat bekerja dibanding bersama anak-anak sepanjang hari tapi tidak fokus pada mereka. Walaupun sibuk bekerja, Bunda tetap bisa kok menghabiskan waktu bersama anak-anak.

Cara yang bisa dilakukan antara lain Bunda bisa meluangkan waktu sepulang kerja untuk membacakan anak dongeng atau menyiapkan sarapan untuk mereka setiap pagi. Pastikan Bunda sepenuhnya fokus kepada mereka saat sedang bersama.

Psikolog klinis dewasa dari Klinik Tiga Generasi Sri Juwita Kusumawardhani yang akrab disapa Wita bilang munculnya perasaan bersalah pada ibu bekerja adalah hal yang lumrah. Hal yang perlu diingat adalah fokus dalam mengerjakan sesuatu.

"Ketika di kantor, fokuslah untuk bekerja, jangan teralih dengan memikirkan anak. Ketika di rumah, fokuslah menikmati kebersamaan bareng keluarga. Ketika ibu merasa kesulitan menghadapi apa yang bakal terjadi ketika bekerja, baiknya ibu mempertimbangkan keputusan untuk bekerja," kata Wita dilansir detikcom.

Tapi, kalau Bunda sudah mantap bekerja, menurut Wita secara nggak langsung bunda sudah siap menanggung konsekuensinya. Jangan lupa pula manfaatkan perkembangan teknologi untuk tetap bisa memantau perkembangan si kecil misalnya dengan memanfaatkan fitur video call.

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya

Parenting Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A

Mom's Life Melly Febrida

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Kehamilan Amrikh Palupi

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A

Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya

Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu

Warga RI Usia 17 Tahun Akan Dapat Saldo Rp50 Ribu di Rekening, Ini Alasannya

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK