HaiBunda

MOM'S LIFE

Pelajaran untuk Ortu dari Kasus Remaja Mabuk Air Rebusan Pembalut

Safira Raudhatul   |   HaiBunda

Jumat, 09 Nov 2018 20:05 WIB
Pelajaran untuk Ortu dari Kasus Remaja Mabuk Air Rebusan Pembalut (Foto: Thinkstock)
Jakarta -
Baru-baru ini terdapat kasus remaja minum air rebusan pembalut. Mereka mengaku nge-fly setelahnya. Duh, mendengar ada kasus seperti itu bukan nggak mungkin kita para orang tua was-wae ya.
Dilansir detikcom Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise berpendapat perilaku remaja yang kecanduan air rebusan pembalut lebih dikarenakan kurang optimalnya peran keluarga dalam mendidik anak-anaknya. Akhirnya para remaja tersebut terjerumus pergaulan bebas.
"Dalam undang-undang perlindungan anak orangtua bertanggungjawab untuk menjaga anak-anak mereka, jangan sampai melakukan hal-hal yang salah, dan juga mendidik anak-anak agar berperilaku yang baik dalam kehidupan mereka," kata Yohana.
"Di dalam indikator-indikatornya itu (kabupaten/kota layak anak), anak-anak tidak boleh merokok, tidak boleh, zat adiktif lainnya tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak. Termasuk yang tadi (rebusan air) pembalut, saya sudah dengar itu," lanjut Yohana.
Saat anak sudah tumbuh remaja tingkat emosi mereka menang berbeda-beda. Sebagian besar memiliki keadaan emosional yang normal. Ada yang santai, mudah marah dan adapula yang menjadi depresi, demikian dilansir Parent Further.
Pada usia ini, persahabatan dan romansa menjadi lebih penting. Sehingga, jangan heran kalau anak cenderung lebih mendengarkan teman ketimbang orang tuanya. Beberapa remaja pun bisa mulai berkecimpung dalam perilaku yang tak diinginkan. Lalu, apa yang perlu dilakukan orang tua dalam menghadapi remaja?
Orang tua bisa membiasakan saling bicara dengan anak apa yang dia lakukan. Perilaku-perilaku tak diinginkan seperti minum air rebusan pembalut bisa dihindari dengan orang tua jadi support system bagi anak. Sudah sepatutnya orang tua mendukung minat anak supaya si remaja sibuk dengan aktivitas yang bermanfaat.
Dikutip dari Parents AU Reachour, orang tua juga harus hadir, terlibat, dan membantunya. Jangan ogah jadi sahabat buat mereka, Bun, salah satunya dengan mendengarkan cerita anak tanpa penghakiman dan berusaha memahami kekhawatirannya, serta mendukung apa yang anak kerjakan.

Perlakukan anak dengan adil dan jalin hubungan dengannya penuh cinta, dukungan, kepercayaan, dan optimisme dari keluarga. Dengan begitu anak merasa aman dan hal itu menjadi senjata untuk melawan tekanan teman sebaya, tantangan dan kekecewaan hidupnya. Sehingga, anak merasa aman dan punya fondasi yang kuat di hidupnya.
Peran orang tua harus selalu ada untuk mendukung remaja dari lingkungan. Apalagi lingkungan yang aman dan sehat terutama di rumah bisa bantu menghindarkan anak dari pelecehan mental dan fisik.



(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang yang Sering Membukakan Pintu untuk Orang Lain, Ternyata Tak Sekadar Sopan

Mom's Life Melly Febrida

Potret Yannick Anak Bungsu Yasmine Wildblood yang Parasnya Mirip Sang Bunda

Parenting Annisa Karnesyia

4 Sifat Suami yang Bikin Istri Tetap Merasa Dicintai Meski Sudah Bertahun-tahun Menikah

Mom's Life Arina Yulistara

5 Potret Anak Artis Kuliah di Amerika Serikat, Ada yang Lulus dengan Predikat Cum Laude

Mom's Life Amira Salsabila

3 Resep Jamur Crispy Tahan Lama, Tetap Kriuk meski Sudah Dingin

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang yang Sering Membukakan Pintu untuk Orang Lain, Ternyata Tak Sekadar Sopan

Potret Yannick Anak Bungsu Yasmine Wildblood yang Parasnya Mirip Sang Bunda

4 Sifat Suami yang Bikin Istri Tetap Merasa Dicintai Meski Sudah Bertahun-tahun Menikah

5 Potret Anak Artis Kuliah di Amerika Serikat, Ada yang Lulus dengan Predikat Cum Laude

3 Resep Jamur Crispy Tahan Lama, Tetap Kriuk meski Sudah Dingin

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK