mom-life

Lucunya, Curhat Baba Ringgo 'Dipalak' Mainan Mahal Sama Bjorka

Ratih Wulan Pinandu Kamis, 03 Jan 2019 13:00 WIB
Lucunya, Curhat Baba Ringgo 'Dipalak' Mainan Mahal Sama Bjorka
Jakarta - Agus Ringgo Rahman dikenal sangat dekat dengan anak semata wayangnya, Bjorka Dieter Morscheck. Namun, tak lantas membuat Ringgo memanjakan Bjorka dengan semaunya, Bun.

Salah satunya dalam urusan membeli mainan. Ternyata, pemeran Abah dalam film Keluarga Cemara itu memberlakukan aturan khusus untuk si kecil. Tapi sayangnya, kali ini Baba Ringgo kecolongan nih. Lewat Instagram, Ringgo curhat jika baru saja 'dipalak' oleh Bjorka.

Diceritakan Ringgo jika awalanya, Bjorka ikut adiknya ke mall. Sesampainya di sana, sang adik menelponnya dan mengatakan jika Bjorka minta dibelikan mainan. Tanpa bertanya lebih lanjut, pria asal Bandung itu memberikan ijin.


"saya pun mengiyakannya dgn bilang... 'ya udah beliin aja ntar uangnya diganti' , sesampainya dirmh bjorka senang bukan kepalang mainan yg dibeli ukurannya besar , dan saya pikir adik saya mau beliin mainan hotwheels yg 35ribuan ituhhhh ," ungkap Ringgo.

[Gambas:Instagram]

Namun, sesampainya di rumah Ringgo sangat kaget dibuatnya. Pasalnya, harga mainan Bjorka lumayan mahal. Diceritakan suami Sabai Dieter Morscheck itu, tagihan yang diberikan padanya sebesar Rp 850 ribu, Bun. Ha-ha-ha. Pantas Baba sampai kaget ya, Bun.


Bunda dan Ayah ada yang pernah mengalami hal serupa saat mengajak si kecil jalan-jalan ke mal? Rasanya deg-degan ya, Bun, kalau anak mulai menunjuk berbagai mainan dan barang yang harganya mahal.

Kalau anak bisa dirayu, tentu nggak masalah. Namun, gimana jadinya jika anak jadi nangis dan ngambek di tempat ramai? Kondisi ini tentu akan membuat para orang tua merasa malu, ketika anak-anak susah ditenangkan di tempat umum.

Melansir Fatherly, menjadi pusat perhatian dengan cara seperti itu memang memalukan. Namun kuncinya tetap pada orang tua yang harus tenang menghadapinya. Jangan balik memarahi anak, karena dapat memicu kesedihan, setelah amukan anak-anak mereda.

Pahami kemauan anak, dan ajaklah bicara baik-baik. Kebanyakan anak menangis sebagai senjata untuk mendapatkan keinginannya.

"Bahkan jika itu hanya berhasil lima dari 10 kali mereka mengamuk, mereka akan melanjutkan perilaku itu untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan," kata psikolog klinis Dr. Vasco Lopes, dikutip dari Childmind.

Meskipun begitu, Bunda dan Ayah jangan terpancing emosi ya. Tangisan dan amukan yang mereka lakukan, adalah hal yang tidak mereka rencakan. Daripada harus bersikap kasar pada si kecil, cobalah untuk mengalihkan perhatian dengan mengajak bercanda dan berkompromi dengan mereka.

Pastikan juga ya, Bun, jika mereka sudah makan dan kenyang. Serta cermati apakah anak tantrum di jam-jam biasanya mereka tidur, karena mungkin saja anak Bunda sedang mengantuk.

"Mayoritas anak-anak yang sering melakukan hal itu dalam situasi yang sangat dapat diprediksi seperti saatnya waktu melakukan pekerjaan rumah, waktu tidur dan waktu untuk berhenti bermain," terang Lopes.

Untuk mencegah hal seperti ini terjadi lagi di kemudian hari, Bunda dan Ayah bisa melakukan perjanjian dengan anak-anak sebelum pergi. Misalnya, katakan pada mereka apa mengenai do and don'ts selama di perjalanan dan di mal. Beritahu juga, hukuman apa yang akan mereka terima jika anak-anak melanggar perjanjian tersebut.

Semoga berhasil, Bunda!

(rap/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi