moms-life

Cegah Baby Blues yang Rentan Dialami Ibu Baru Seperti Raisa

Yuni Ayu Amida Kamis, 14 Feb 2019 18:07 WIB
Cegah Baby Blues yang Rentan Dialami Ibu Baru Seperti Raisa
Jakarta - Penyanyi Raisa Andriana pastinya sedang berbahagia menyambut buah hati pertamanya. Istri Hamish Daud ini melahirkan seorang putri, Selasa (12/2/2019), yang diberi nama Zalina Raine Wyllie.

Menjadi ibu baru pastinya salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup. Tetapi, bisa juga menjadi hal yang paling menakutkan dan menegangkan. Seorang pelatih kesehatan di New York City, Amerika Serikat (AS), Kayleigh Pleas, mengatakan bahwa saat menjadi ibu, ada 'bias negatif' yang terprogram dari otak.


Menurut Pleas, wajar kalau ibu baru fokus pada tantangan, seperti malam tanpa tidur dan tanggung jawab luar biasa terhadap anak. Inilah yang menyebabkan 80 persen ibu baru mengalami baby blues.


"Keibuan adalah transisi kehidupan utama. Kita akan merasakan seluruh spektrum emosi manusia dari rasa takut dan kesepian ke tingkat suka cita dan cinta," ucap Pleas, seperti dilansir Fit Pregnancy.

Lebih lanjut, Pleas membagikan lima tips untuk mencegah baby blues, yang retan dialami ibu baru.

1. Sayangi diri sendiri

Banyak wanita mungkin merasa menjadi ibu baru itu sulit dan membuat frustrasi. Itu sebabnya, penting untuk seorang ibu memberikan waktu istirahat untuk diri sendiri.

Pleas juga menyarankan, jadilah teman bagi diri sendiri. "Pikirkan tentang apa yang akan kamu katakan kepada sahabatmu, jika dia mengatakan dia merasakan apa yang kamu rasakan saat ini," ucapnya.

2. Tarik napas dalam-dalam

Cegah Baby Blues yang Rentan Dialami Ibu Baru Seperti RaisaFoto: istock

Biasakan ketika kita atau pasangan pulang kerja, luangkan satu menit untuk duduk dan tarik napas dalam-dalam lima kali. Tatap mata masing-masing saat melakukannya dan letakkan tangan kita di punggung satu sama lain untuk benar-benar merasakan napas satu sama lain.

Melakukan ini tidak hanya membantu menjalin ikatan dengan pasangan, tetapi juga membantu menenangkan otak dan mengelola stres dengan lebih baik.

3. Jalin banyak pertemanan

Ibu baru sering terisolasi di rumah karena merawat bayi dan semua tanggung jawab yang datang setelah menjadi ibu. Pastikan kita meluangkan waktu untuk bertemu dengan teman-teman lama atau mencari teman baru.

"Salah satu indikator kesejahteraan terbaik adalah kekuatan koneksi sosial seseorang," kata Pleas.

4. Katakan terima kasih

Tidak peduli seberapa stres atau banyaknya beban dalam menjalani hari, selalu ada saat-saat yang baik untuk disyukuri. Selalu mengucap syukur dan terima kasih dapat membantu mengubah perspektif negatif ke positif.

"Untuk melatih otak memperhatikan apa yang terjadi, luangkan waktu untuk menuliskan tiga hal yang kita syukuri setiap malam sebelum tidur," saran Pleas.

5. Ingat hal-hal penting

Ketika kita merasa sangat sedih, luangkan waktu 15 menit dan tulis tentang apa yang sangat kita pedulikan dan bagaimana komitmen terhadapnya. Penelitian menunjukkan, hal itu mengarah pada peningkatan ketahanan, kasih sayang, suasana hati, dan ketekunan selama menjalani hal sulit.

"Ketika kehidupan ibu baru berubah begitu cepat, mengidentifikasi nilai-nilai dan mengeksplorasi cara-cara baru untuk menjalani komitmen terhadap apa yang kita pedulikan sangat penting," jelas Pleas.


Sementara itu, psikolog anak dan remaja, Monica Sulistiawati, menganjurkan agar Bunda juga melakukan me time atau meluangkan waktu untuk sekadar menenangkan diri.

Karena menurut Monica, saat menjadi ibu baru, banyak perubahan yang terjadi seperti perubahan fisik, emosional, dan psikologis. Kalau tidak kuat, Bunda bisa stres hingga mengalami baby blues.

"Me time bisa dilakukan hanya dalam waktu 10 - 15 menit, yang penting ibu sudah bisa berpikir positif dan siap bertemu dengan anak kembali," tegas Monica. (yun)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi