HaiBunda

MOM'S LIFE

5 Tips 'Survive' di Tahun Pertama untuk Pasangan Baru Menikah

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Rabu, 27 Feb 2019 12:29 WIB
5 Tips 'Survive' di Tahun Pertama untuk Pasangan Baru Menikah/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Reino Barack dan Syahrini resmi menikah di Masji Camii, Tokyo. Mengutip dari detikcom, akad nikah digelar pada pukul 8.30 waktu Tokyo, Jepang. Kemudian, sudah beredar pula buku nikah keduanya di sebuah akun gosip.

Bagi pasangan yang baru menikah seperti Syahrini dan Reino, butuh komunikasi yang baik agar survived di tahun pertama pernikahan. Kuncinya, dibutuhkan kesepakatan yang membuat nyaman keduanya.

Lalu, kemampuan komunikasi apa saja yang perlu dimiliki pasangan baru menikah? Berikut dilansir Good Therapy, lima bentuk komunikasinya.


1. Temukan peluang untuk bicara tentang masalah dengan tenang

Saat ada masalah namun saling sibuk, atur jadwal dalam waktu dekat saat tenang dan nyaman. Misalnya pagi hari atau Minggu sore, ketika suasana hati dalam keadaan lebih santai. Jangan lupa untuk saling memberi kesempatan untuk membahas sesuatu yang lebih mendalam. Hal tersebut bisa membantu pasangan merasa lebih relaks dan terbuka.

2. Pahami perspektif pasangan

Mendengarkan bisa jadi sulit, terutama ketika orang lain mengatakan sesuatu yang memicu respons defensif pada kita. Ingatkan diri bahwa kita juga akan mendapat giliran. Lakukan kontak mata dan hadir sepenuhnya pada pasangan. Penting juga untuk saling diskusi karena melibatkan dua perspektif subjektif daripada satu orang menjadi 'benar' atau 'salah'.


3. Perhatikan bahasa dan nada bicara

Ketika merasa ada keinginan untuk menuduh atau memulai pertanyaan dengan 'Kamu tuh selalu..' lebih baik hentikan diri. Tanyakan pada diri sendiri apa yang dirasa saat itu. Pesan penting yang seharusnya disampaikan ke pasangan akan terlewat jika kita mengutarakan dengan nada bicara yang tak enak. Selalu luangkan waktu untuk jernihkan pikiran sebelum merespons.

4. Selalu berpikir lebih baik memberi daripada menerima

Meskipun memang benar hubungan yang baik melibatkan memberi dan menerima. Ketika kedua pasangan fokus pada memberi, mereka memperkuat kemampuan mereka untuk menegosiasikan konflik secara lebih efektif. Kita menjadi lebih sadar, sehingga dapat mengubah dinamika masalah. Sesuaikan kata-kata dan tindakan dengan lebih hati-hati.

5. Tahu kelebihan pasangan

Setiap orang ingin merasa dihargai. Terkadang ketika sudah lelah, banyak yang berpikir, 'Begitu banyak yang saya lakukan, tetapi tidak ada yang memperhatikan'. Untuk mencegah pola pikir seperti itu, selalu luangkan waktu untuk secara terbuka. Hal ini untuk menghargai kualitas positif dan perbuatan baik pasangan

Yang perlu diwaspadai, seringkali kita cenderung fokus pada apa yang tidak kita miliki atau apa yang tidak berfungsi dalam hubungan. Cobalah saling menerima dan menghargai masing-masing pasangan.

[Gambas:Video 20detik]

(aci/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Pulang dari Australia, Rini Yulianti Langsung Kumpul dan Kompak Lari Bareng Ririn Ekawati

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A

Mom's Life Melly Febrida

Bolehkah Sengaja Menanam Tanaman di Atas Kuburan?

Mom's Life Arina Yulistara

Potret Baby Kian, Anak Hanggini & Luthfi Aulia yang Wajahnya Masih Dirahasiakan

Parenting Annisa Karnesyia

Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Pulang dari Australia, Rini Yulianti Langsung Kumpul dan Kompak Lari Bareng Ririn Ekawati

Bolehkah Sengaja Menanam Tanaman di Atas Kuburan?

Potret Baby Kian, Anak Hanggini & Luthfi Aulia yang Wajahnya Masih Dirahasiakan

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A

Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK