mom-life

Duka Mendalam Mikha Tambayong Ditinggal Ibunda Selamanya

Yuni Ayu Amida Senin, 04 Mar 2019 11:30 WIB
Duka Mendalam Mikha Tambayong Ditinggal Ibunda Selamanya
Jakarta - Kabar duka menyelimuti akrtis Mikha Tambayong. Ibunda tercintanya, Deva Malaihollo meninggal karena sakit autoimun pada Minggu (3/3) di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur.

Dikutip dari detikcom, Deva meninggal di usia 51 tahun setelah berjuang melawan penyakit autoimun yang diidapnya sejak satu tahun lalu. Akibat penyakitnya itu, adik Harvey Malaihollo itu sempat koma dan mengalami infeksi di beberapa organ dalamnya.


"Jadi menyerang paru, kelenjar dan pencernaan. Karena obatnya berdosis tinggi jadi menyerang lambung sehingga suka melilit perutnya dan mual. Karena infeksi paru juga beliau jadi susah napas dengan paru-paru," ujar Putri Cahyadie, sepupu Mikha Tambayong.


Di saat terakhir sang ibu, Mikha sedang tidak berada di sampingnya. Hal ini karena ia dijadwalkan tampil di acara Java Jazz 2019 bersama sang paman, Harvey Malaihollo. Namun, mendengar kabar soal ibunya, Mikha lantas tak jadi tampil dan langsung menuju ke rumah sakit.

"Ya (tidak di samping sang bunda), Mikha memang hari ini mengisi di Java Jazz. Tadi akhirnya kami memutuskan untuk memberi tahu Mikha dan tidak melanjutkan kewajibannya di sana. Kami harap pihak sana mengerti. Jadi saat Mikha terima kabar, Mikha langsung balik ke rumah sakit," jelas Putri.

Mikha Tambayong memang dikenal akrab dan sangat dekat dengan sang ibu. Apalagi, wanita 24 tahun ini adalah anak tunggal. Kepergian ibundanya sudah pasti ya, Bun, membuatnya sangat terpukul.

"Mikha itu anak tunggal selalu sama ibunya, papanya juga kerja di luar negeri. Dan dari awal karier Mikha didampingi sama mamanya pasti terpukul," kata Putri.

Ditinggal ibunda untuk selamanya pasti sangat menyedihkan ya, Bun. Hal ini akan memengaruhi kehidupan seorang anak di kemudian hari. Menurut psikolog klinis, Carla Marie Manly, anak perempuan memiliki respons kesedihan lebih kuat daripada anak laki-laki.

Penelitian juga menunjukkan, kehilangan ayah lebih terkait dengan hilangnya penguasaan diri, tujuan, visi, keyakinan, dan komitmen. Sedangkan, kehilangan seorang ibu memunculkan respons atau kesedihan yang lebih dalam.


"Banyak orang melaporkan, merasa lebih kehilangan ketika ibunya meninggal. Ini bisa dikaitkan dengan sifat dari hubungan ibu dan anak yang memang cenderung lebih dekat," kata Manly, dilansir Fatherly.

Ulasan dari Thought Co, saat ibu masih hidup, anak perempuan yang tinggal jauh akan selalu menjaga komunikasinya dengan ibu melalui berbagai cara. Dan ketika ibu meninggal, anak perempuan yang sudah dewasa akan kehilangan perlindungan dari segi sentuhan kasih sayang, serta ia akan merasa sendirian. Terutama mereka yang memiliki hubungan dekat dengan ibunya, akan merasakan kehilangan lebih akut atau berat.

Tonton video 'Mikha Tambayong Ingin Ibunya Satu Liang Lahat dengan Sang Kakek':

[Gambas:Video 20detik]



(yun)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi