mom-life

Jadi Single Dad, Ibnu Jamil Sering Luangkan Waktu dengan Anak

Annisa Karnesyia Rabu, 20 Mar 2019 13:34 WIB
Jadi Single Dad, Ibnu Jamil Sering Luangkan Waktu dengan Anak
Jakarta - Meski sekarang menjadi single parent, Ibnu Jamil masih menikmati kesendiriannya, Bun. Aktor 36 tahun ini pun belum terpikirkan soal pasangan baru.

"Gua merasa di usia gua kayak gini mungkin untuk mencari pasangan itu enggak jadi sebuah keharusan. Lebih nikmati dan jalani saja yang di depan mata. Enggak usah cari yang neko-neko, maksudnya sesuatu yang masih jauh enggak usah dicari," kata Ibnu, dikutip dari detikcom.

Semenjak bercerai dari Ade Maya pada 28 Juli 2018, Ibnu mengaku lebih sering meluangkan waktu bersama anak semata wayangnya, Dhofin Maula Jamil. Meski telah bercerai, hubungan dengan sang anak tidak pernah ada masalah.


"Ya enak saja. Dinikmati saja jalan bareng anak, nonton bareng, makan bareng kayak gitu," ujar Ibnu.


Seorang pria yang menjadi single parent memang harus terus menjalin hubungan baik dan meluangkan waktu untuk anak, Bun. Sebab, perkembangan anak pastinya tergantung pada pola asuh yang baik meski orang tua telah bercerai.

Menurut Wayne Parker, pelatih keluarga bersertifikat dan penulis buku Power Dads: The Ten Basic Principles Successful Fathers Use to Raise Responsible and Happy Children, menghabiskan quality time bersama anak setelah perceraian membutuhkan waktu yang spesial. Soalnya, pekerjaan dan kehidupan baru seorang ayah setelah bercerai bisa aja jadi kendala untuk meluangkan waktu.

"Menjadi ayah yang sukses setelah bercerai artinya dapat menjaga hubungan baik dengan anak-anak dan ibunya. Hal inilah yang menjadi beban bagi seorang ayah," ujar Parker, dilansir Very Well Family.

Setiap situasi perceraian itu unik dan berbeda, Bunda. Akan jadi hal yang baik ketika ayah langsung bereaksi atas apa yang diharapkan dan dibutuhkan anak. Disebutkan Parker, ayah yang mengelola situasi secara efektif adalah ayah yang sukses.

Parker menambahkan, jika ayah juga sebaiknya membuat rencana pengasuhan pada anak setelah bercerai. Rencana pengasuhan bisa dibuat dengan mantan istri dengan berbagi waktu dan hak asuh bersama. Jangan lupa lihat kondisi anak setelah perceraian ya. Soalnya, enggak sedikit lho ayah yang tidak menyadari dampak perceraian pada anak, salah satunya adaptasi perubahan hidup yang baru.

"Membuat rencana pengasuhan dapat membantu menentukan tanggung jawab, menciptakan kerangka kerja yang baik yang dapat menghindarkan orang tua dari konflik di kemudian hari," tutup Parker.


[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi