HaiBunda

MOM'S LIFE

#dearRiver, Stretch Mark

Fauzan Mukrim   |   HaiBunda

Sabtu, 06 Apr 2019 14:02 WIB
Ilustrasi stretch mark/ Foto: iStock
Jakarta - #dearRiver,

Kira-kira tiga setengah tahun yang lalu, Mama berangkat pagi-pagi ke pasar naik sepeda. Seingatku itu hari Jumat, kalau tak salah. Pasar dari rumah kita memang tidak terlalu jauh, kira-kira empat kilometer saja. Sepulangnya dari pasar, ada sedikit insiden. Ibumu ditabrak motor sampai nyungsep di aspal.

Urusannya tidak diperpanjang karena yang menabrak seorang kakek-kakek. Padahal lukanya lumayan. Alhamdulillah, waktu itu Mama masih bisa jalan dan menggowes sepedanya pelan-pelan untuk pulang sendiri. Mama langsung ke rumah Tante Dian, dokter di kompleks kita. Ayah menjemputnya di situ. Ayah lihat lutut dan wajahnya bengap. Sepedanya juga sedikit rusak dan bengkok. Untuk menutupi bengkak di wajahnya, seharian itu Mama pakai masker.


"Takut dikira korban KDRT," katanya.

"Bilang aja korban KDLL", kata Ayah. 'Kekerasan dalam Lalu Lintas...''

Hikmahnya, karena tahu ibumu sakit, kamu jadi lebih mandiri. Bangun sendiri, mandi sendiri, dan tidak rewel. Namun ada hal yang tidak kita tahu waktu itu. Ternyata sudah ada adik Rain di perut ibumu. Mama tidak tahu kalau saat itu dia sedang hamil, karena tidak ada ciri-ciri khusus seperti morning sickness atau apa. Emosinya juga stabil. Kadang-kadang sih ngambek, tapi masih bisa di-handle. Persis seperti saat di awal Mama mengandung kamu dulu.



Beberapa hari setelah kejadian itu, ada sedikit ujian kesabaran lagi. Kita pulang dari menghadiri acara di Bekasi. Saat lewat di Bintaro, mobil kita disambar pengemudi yang nyalip dari kiri dan tiba-tiba belok kanan. Bemper samping kiri depan baret dan penyok sedikit.

Foto: iStock
Pelakunya pasutri muda yang sepertinya mau pindah rumah. Barang bawaan di mobil Peugeout-nya banyak banget. Untungnya dia beritikad baik berhenti dan membereskan masalah.

"Mau dibawa ke bengkel enggak, Yah?" kata Mama. Ayah bilang tak perlu.

Selama tak memengaruhi fungsi, biarin aja. Artinya, mobil masih bisa jalan dengan baik, pintu masih bisa dibuka, dan lain-lain. Dari kejadian itu, kami berusaha memetik hikmah lagi. Agak berat memang, tapi waktu itu kami anggap itu pelajaran agar tidak terikat pada materi dan lahiriah.



Baret di kendaraan adalah semacam rekam jejak dokumentasi perjalanannya menemani kami mencari nafkah. Itu battle scars-nya. Memaksa mobil untuk tetap mulus kira-kira seperti memaksa istri tetap langsing tanpa stretch mark dan selulit setelah melahirkan.

Atau, memaksa suami tetap sixpack (padahal memang tidak pernah) setelah 5 tahun menikah. Padahal, semuanya adalah penanda bagaimana kebaikan-kebaikan dalam hidup menghampiri kita.

Foto: iStock
Fauzan Mukrim
Ayah River dan Rain. Menulis seri buku #DearRiver dan Berjalan Jauh, juga sebuah novel Mencari Tepi Langit. Jurnalis di CNN Indonesia TV, dan sedang belajar membuat kue. IG: @mukrimfauzan

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Kehamilan Amrikh Palupi

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

Mom's Life Amira Salsabila

Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan

Mom's Life Arina Yulistara

9 Zodiak Paling Drama, Masalah Kecil Bisa Jadi Panjang

Mom's Life Elia Amaliana

9 Resep MPASI 6 Bulan ke Atas Anti Sembelit, Enak & Praktis Dibuat

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

10 Contoh Teks Rekon Pribadi, Faktual, Imajinatif hingga Singkat Beserta Strukturnya

Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Potret Aktris 'Agensi Rumah Tangga' Fita Anggriani Bersama Suami dan Dua Anak

9 Resep MPASI 6 Bulan ke Atas Anti Sembelit, Enak & Praktis Dibuat

Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK