HaiBunda

MOM'S LIFE

7 Elemen Kunci Interior Jepang untuk Rumah Minimalis

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 20 Dec 2019 11:30 WIB
7 Elemen Kunci Interior Jepang untuk Rumah Minimalis/ Foto: iStock
Jakarta - Arsitektur dan desain interior minimalis di Jepang mengacu pada filsafat tradisional mereka, Zen Buddhism. Terinspirasi oleh kesederhanaan dan kealamian. Interior minimalis Jepang juga begitu elegan dan luar biasa.

Mengutip Architecture Art Design, ada beberapa elemen kunci yang membuat ruangan sempit terlihat lebih luas. Interior Jepang lebih banyak menggunakan warna putih dan netral mendominasi desain minimalis. Namun, di kamar anak-anak di rumah dengan interior gaya Jepang memiliki warna-warna moderat dan cerah.


Nah, jika Bunda tertarik untuk mendesain rumah minimalis dengan interior Jepang. Berikut tujuh elemen kuncinya dikutip dari Lifestyle Asia.


1. Pintu geser

Salah satu elemen paling ikonik dari interior Jepang adalah Shoji, yang juga dikenal sebagai pintu geser. Secara tradisional, Shoji dibuat dari kertas beras transparan yang dibingkai oleh kayu. Tidak seperti pintu geser biasa, Shoji digeser bolak-balik, menghemat ruang di rumah-rumah kecil.

Versi modern Shoji menggunakan panel kaca untuk perawatan yang lebih mudah. Fitur utama dari Shoji modern dan tradisional adalah bahwa pintu tidak menghalangi cahaya alami masuk ke rumah.

2. Perabot kayu dipernis

Kayu begitu berharga dalam interior Jepang. Untuk itu tujuan kayu dipernis melindungi dan melestarikan keindahan alami kayu.

3. Pintu masuk gaya Jepang

Seperti kebanyakan rumah di Asia, sepatu harus selalu dilepas di pintu masuk rumah. Namun, pintu masuk gaya Jepang membuat cara yang lebih eksplisit untuk melepas sepatu. Pintu masuk rumah sering diatur pada tingkat yang lebih rendah dari sisa rumah sehingga debu dan kotoran tidak masuk. Ini juga membuat ruang transisi yang baik antara dalam dan luar ruangan.

4. Perabotan yang pendek

Sebagian besar interior Jepang termasuk bantal lantai fungsinya sama dengan sofa. Mereka tidak ada sofa karena lebih menyukai duduk di lantai. Seperti filosofinya, kesederhanaan. Namun, jika Bunda ingin lebih modern, bisa menggunakan perabotan yang tak terlalu tinggi.
Desain interior Jepang/ Foto: iStock

5. Pencahayaan alami

Desain minimalis dan ruang terbuka merupakan elemen interior Jepang, dan salah satu cara untuk mencapai estetika desain ini adalah penggunaan pencahayaan alami. Penelitian juga telah membuktikan bahwa pencahayaan alami membantu kita menjadi lebih produktif, lebih bahagia dan lebih tenang.

Seperti disebutkan di atas, ruang terbuka dan prinsip-prinsip desain minimalis sangat kental pada desain Jepang. Jika memungkinkan, Bunda bisa coba untuk menggabungkan skylight, dan jendela yang luas untuk membuka rumah. Jika terlalu cerah, pilih panel gorden tipis untuk membingkai jendela.

6. Taman batu (rock garden)

Setiap rumah di Jepang memiliki elemen alam. Ini sebagai bagian dari estetika penyeimbangan antara buatan manusia dan alami. Selain kayu, fitur alami lain dari interior Jepang termasuk taman batu internal yang sederhana. Taman batu biasanya terdiri dari bebatuan, fitur air dan beberapa tanaman hijau di atas pasir atau kerikil.


7. Tikar jerami

Lantai Tatami, juga dikenal sebagai tikar jerami, biasanya terbuat dari anyaman igusa yang tumbuh di daerah selatan Jepang. Rumah tradisional Jepang memiliki tatami yang diletakkan di kamar, bukan lantai parkit karena sejuk di musim panas dan hangat di musim dingin. Ketika baru saja dipasang, ada aroma segar dan berumput yang berembus melalui ruangan yang menenangkan dan menenangkan pikiran.

Simak juga tips membuat tirai dari bahan bekas melalui video berikut:

(aci/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Rekomendasi Madu untuk Bantu Jaga Stamina Saat Puasa

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

20 Ucapan Selamat Mudik Lebaran 2026, Lucu hingga Hangat

Mom's Life Amira Salsabila

ASI Bisa Berubah setelah Ibu Makan Bawang Putih, Ternyata...

Menyusui Indah Ramadhani

Cegah Penularan Campak, Kemenkes Imbau Setop Sentuh-sentuh Bayi Balita saat Lebaran

Parenting Nadhifa Fitrina

Studi Terbaru Ungkap Bahaya Diabetes saat Hamil, Bisa Tingkatkan Risiko Epilepsi pada Anak

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Ciri Orang yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil, Bisa Bikin Stres & Overthinking

20 Ucapan Selamat Mudik Lebaran 2026, Lucu hingga Hangat

5 Rekomendasi Madu untuk Bantu Jaga Stamina Saat Puasa

7 Artis yang Meninggal karena Kanker seperti Vidi Aldiano, Ada yang Baru Melahirkan

Cegah Penularan Campak, Kemenkes Imbau Setop Sentuh-sentuh Bayi Balita saat Lebaran

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK