Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Telur Masih Segar atau Tidak, Cek dengan 5 Cara Ini Bun

AFN   |   HaiBunda

Senin, 04 May 2020 05:40 WIB

Telur
Telur Masih Segar atau Tidak, Cek dengan 5 Cara Ini Bun/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Sanny11
Jakarta - Banyak orang segala usia menyukai olahan telur, baik rebus, goreng atau lainnya. Bahkan kadang Bunda kerang menyetok telur di rumah kan. Tapi kualitas telur bisa menurun seiring dengan berjalannya waktu, lho Bun.

Telur pun bisa makin memburuk kondisinya karena bakteri atau jamur. Nah, berikut ini beberapa tips untuk mengecek kualitas telur dengan cara yang mudah, dikutip dari HealthLine:


1. Cek tanggal kedaluwarsa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memastikan telur masih bagus dikonsumsi, salah satunya dengan melihat tanggal kedaluwarsa dalam kemasan. Biasanya, jika telur sudah melampaui batas dari tanggal yang tertera, bukan berarti telur sudah tidak layak konsumsi lagi ya Bun. Tanggal tersebut hanya menandai bahwa kesegaran telur telah berkurang.

Jika telur masih dalam masa kedaluwarsa atau tanggal sell by atau 21-30 hari setelah tanggal dalam kemasan, telur tersebut masih segar. Meski kualitasnya mulai menurun setelah tanggal tertentu, telur masih dapat dikonsumsi, terutama bila disimpan di kulkas yang bisa menjaga kualitasnya dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Namun jika telur sudah melewati tanggal di kemasan, Bunda harus menggunakan metode lain untuk mengetahuinya. Periksa tanggal sell by, kedaluwarsa dan tanggal kemasan untuk mengetahui apakah telur itu masih bagus atau tidak.

2. Tes dengan penciuman

Mengendus telur adalah metode paling sederhana dan sudah dilakukan sejak dahulu untuk mengetahui kondisi telur. Telur yang sudah rusak akan mengeluarkan bau tak sedap, terlepas dari apakah itu mentah atau dimasak.

Jika tidak dapat mengendus telur yang masih terbungkus cangkangnya, Bunda bisa pecahkan telur di atas piring atau mangkuk dan cium aromanya. Jika berbau tak sedap, maka dipastikan telur sudah busuk, namun jika baunya normal maka pertanda telur masih aman digunakan.

3. Lihat tampilannya

Selain menggunakan indra penciuman, Bunda juga dapat menggunakan indra penglihatan untuk memastikannya. Selagi telur masih dalam cangkangnya, periksa apakah cangkangnya retak atau berlendir dan berbubuk.

Keretakan pada cangkang telur dapat mengindikasikan adanya bakteri. Sementara bubuk pada cangkang dapat mengindikasikan jamur.

Jika ragu karena cangkang tampak kering dan tidak rusak, Bunda bisa mengetesnya dengan memecahkan telur ke dalam mangkuk. Carilah perubahan warna seperti merah muda, biru, hijau atau hitam di kuning telur atau putihnya. Perubahan warna dapat menunjukkan apakah ada pertumbuhan bakteri atau tidak. Jika ada perubahan warna, buang telur.

Bunda juga bisa mengeceknya dengan melihat bagian putih dan kuning telur, apakah berair atau tidak. Ini menjadi indikasi bahwa telur sudah terlalu lama dan kualitasnya sudah menurun. Namun, ini tidak selalu berarti bahwa telur sudah buruk, sehingga masih dapat digunakan.

4. Tes menggunakan air

[SEO] Telur Masih Segar atau Tidak, Cek dengan 5 Cara Ini Yuk BunTelur/Foto: Istimewa

Tes ini adalah salah satu metode yang paling populer untuk memeriksa apakah telur itu baik atau buruk. Untuk melakukan tes ini, celupkan telur ke dalam mangkuk atau ember berisi air. Jika telur tenggelam, berarti telur itu segar.

Sementara jika posisi telur miring ke atas atau mengapung, telur sudah cukup lama. Hal ini disebabkan karena seiring pertambahan waktu, kantong udara kecil di dalam telur tumbuh lebih besar saat air dilepaskan dan diganti oleh udara. Jika kantong udara menjadi cukup besar, telur bisa mengapung.

Meskipun metode ini dapat memberi tahu Anda apakah telur itu segar atau tidak, tapi tidak memberi tahu Anda apakah telur itu baik atau buruk untuk dikonsumsi.

5. Tes menggunakan lilin (candling)

Candling merupakan metode yang digunakan untuk menilai kualitas telur. Ini dilakukan secara industri dengan menggunakan peralatan khusus untuk menilai kualitas telur sebelum dikemas.

Tapi hal tersebut juga bisa dilakukan di rumah. Tes ini dapat dilakukan dalam ruangan gelap dan sumber cahaya kecil yang terang. Di masa lalu, cahaya yang digunakan adalah lilin, sehingga disebut sebagai metode candling.

Namun kini lebih efektif jika Bunda menggunakan senter kecil sebagai gantinya. Senter telur, lalu miringkan telur dan balikkan dengan cepat dari kiri ke kanan (gerakkan). Jika dilakukan dengan benar, isi telur harusnya terlihat terang dan pergerakannya minim mengindikasikan telur masih segar. Selain itu, lihat kantung udara di dalam, jika makin kecil maka telur masih segar. 


Bunda bisa simak video makanan yang bisa mencerdaskan otak anak, salah satunya telur:

[Gambas:Video Haibunda]



(jue/jue)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda