moms-life
Cerita Wanita Dibully karena Wajahnya Seperti Lansia, Ternyata Idap Sindrom Langka
HaiBunda
Rabu, 12 Oct 2022 13:40 WIB
Seorang wanita bernama Sari berusia 28 tahun mendapat perlakuan tak menyenangkan di media sosial, Bunda. Hal ini ia alami karena memilik penampilan tak biasa, yakni berwajah tua seperti nenek-nenek.
Kondisi tersebut membuat ia kerap dibully. Bahkan, ada yang menyebutnya sengaja mengedit wajah dengan penampilan seperti itu untuk menarik atensi netizen.
Mendapat serangan seperti itu, Sari lantas memberikan penjelasan. Melalui akun TikTok @puspaa126, ia menyebut bahwa kondisi tersebut menjadi takdirnya. HaiBunda sudah mengontak pemilik akun TikTok @puspaa126 dan diizinkan menulis kisahnya.
"Stiap mnusia punya takdir yg brbeda. Dan stiap takdir itu adlh yg trbaik," tulisnya.
Lebih lanjut, Sari juga menerangkan bahwa ia tak pernah mengedit bentuk wajahnya menjadi tua. Kondisi tersebut terjadi karena ia mengalami sindrom langka.
"Jadi ini tuh, asli tanpa editan sama sekali. Kenapa bisa seperti ini, karena aku tuh memiliki penyakit langka yang mengakibatkan seperti ini,"
"Seperti yang kalian lihat sendiri (terlihat tua), di umur aku yang masih 28 tahun," tuturnya.
Kondisi ini ia alami sejak kecil, Bunda. Katanya, ini bukan sindrom yang datang sejak ia dilahirkan.
"Dan satu lagi, ini tuh bukan dari lahir."
Dari penjelasan tersebut, Sari lantas mendapat banyak dukungan dari netizen. Mereka memuji suaranya merdu didengar, memberikan semangat, dan mendoakan agar ia cepat sembuh.
"Sabar ya. Pasti ada keistimewaan yang dimiliki. Semangat," kata @Kade****.
"Semangat... semoga bisa sembuh dan sama seperti yang lain, tp suaranya enak bgt," ujar @Dan*****.
Sebagai informasi, sindrom yang dialami oleh Sari ini disebut sebagai Cutis Laxa. Ini adalah kelainan langka pada jaringan ikat dengan ciri-ciri kulit berkerut dan tidak elastis.
Apa saja tanda dan gejala Cutis Laxa?
Gejala yang muncul biasanya berhubungan dengan kelainan jaringan ikat. Jaringan ikat berfungsi sebagai kerangka struktural untuk banyak bagian tubuh, termasuk kulit, otot, persendian, pembuluh darah, dan bahkan organ dalam.
Baca kelanjutannya di halaman berikut ya, Bunda.
Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.Â
Saksikan juga video tentang penanganan bibir sumbing menurut dokter:
SINDROM CUTIS LAXA
Cerita Wanita Dibully karena Wajahnya Seperti Lansia, Ternyata Idap Sindrom Langka/Foto: Getty Images/iStockphoto/demaerre
Gejala cutis laxa yang paling jelas adalah kulit keriput yang kendur, terutama di sekitar wajah, batang tubuh, lengan, dan tungkai yang menggantung dalam lipatan dan menyebabkan penampilan yang menua. Organ lain yang bisa terkena seperti sistem pernapasan, kerangka, usus, dan kardiovaskular.
Bagaimana mendiagnosis Cutis Laxa?
Diagnosis cutis laxa biasanya dibuat dengan pemeriksaan fisik kulit oleh dokter seperti ahli genetika atau dokter kulit. Jenis spesifik cutis laxa ditentukan oleh fitur terkait, informasi riwayat keluarga, dan dalam beberapa kasus dapat dikonfirmasi dengan pengujian genetik.
Bagaimana tata laksana Cutis Laxa?
Setelah evaluasi jantung dan paru-paru. Pasien dengan CL akan ditata laksana sesuai gejala seperti perbaikan bedah hernia, obat-obatan untuk mencegah pertumbuhan aneurisma aorta, dan emfisema paru.
Pemicu seperti rokok dan berjemur sedapat mungkin dihindari karena dapat memperberat emfisema dan merusak kulit. Beberapa penderita cutis laxa mungkin menjalani operasi plastik. Meskipun hasil dari operasi plastik biasanya sangat baik, namun hasil tersebut tidak permanen sehingga kulit kendur dapat terjadi lagi.
TOPIK TERKAIT
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Intip 7 Potret Rumah Lesti Kejora di Cianjur, View-nya Air Terjun Bun
7 Potret Rumah Shireen Sungkar Setelah Direnovasi, Kamar dan Ruang Anak Jadi Sorotan
Unik, Ini Cara Marshanda Ajak Orang Lihat Isi Pikiran Pengidap Bipolar
