HaiBunda

MOM'S LIFE

Kronologi Penemuan Produk Madame Gie Milik Gisella yang Mengandung Bahan Berbahaya

Tim Haibunda   |   HaiBunda

Selasa, 18 Oct 2022 14:39 WIB
Kronologi Penemuan Produk Madame Gie Milik Gisella yang Mengandung Bahan Berbahaya/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Terkait temuan BPOM akan bahan kosmetik berbahaya dalam brand Madame Gie, Gisella Anastasia mengungkapkan klarifikasinya. Gisel mengungkapkan permintaan maafnya terkait hal tersebut.

"Kami meminta maaf atas keresahan yang terjadi. Bahwa sejak awal brand ini dibentuk, kami salah satu yang sangat menjunjung tinggi keamanan pengguna. Sejak awal kami memperhatikan kedetailan untuk perizinan sesuai peraturan sejak 2018," kata Gisella Anastasia dalam konferensi pers daringnya, Senin (17/10).

"Memang benar ditemukan turunan perwarna berbahaya, dari 3 SKU produk. Ini 3 dari 900 lebih yang dibikin."


Gisel mengungkapkan bahwa tiga produk yang ditemukan ada produk berbahaya adalah blush on 03 sweet chick, kutex nail shell no 14 dan no 14. Kandungan bahan berbahaya ini membuat Madame Gie mendapatkan sanksi administrasi produk dari BPOM.

Sanksi administrasi yang diterima produk kosmetik tersebut adalah penarikan produk dan juga pemusnahan. Setidaknya ada 1 ton produk Madame Gie yang mengandung turunan pewarna berbahaya yang dimusnahkan.

"Saat ini sudah ditarik dan sudah dimusnahkan. Proses pemusnahannya juga sesuai peraturan yang berlaku."

Dia mengungkapkan bahwa dalam proses pemusnahan ini dilakukan bersama dengan BPOM.

Kronologi ditemukannya kandungan berbahaya di produk Madame Gie

Gisel mengungkapkan bahwa produksi Madame Gie dilakukan oleh produsen lain. Dalam hal ini dia tidak bertindak sebagai produsen.

"Kami merasa kecolongan. Ini di luar kendali. Karena kami kan bukan produsennya, dan dari pabrik juga sudah minta maaf, karena ternyata dari suppliernya," katanya.

Sejak awal bekerja sama dengan pabrik produksi tersebut, Gisel mengklaim selalu memperhatikan keamanan setiap produknya. Namun dalam beberapa produk terakhir ini, dia mengaku kecolongan.

"Kami bukan produsen, lalu di pemesanan terakhir, di pemesanan terakhir ada bahan yang semestinya ga ada. tapi udah minta maaf dan pabrik juga ada permintaan maaf, ada masalah di suppliernya."

"Ini produk tahun ini."

Kronologi kosmetik Madame Gie ditemukan sebagai salah satu kosmetik yang mengandung bahan berbahaya diungkap BPOM melalui random check di pasaran.

Gisel menceritakan kronologi Madame Gie ditemukan mengandung bahan berbahaya. Surat peringatan dari BPOM datang ke Madame Gie pada 1 Juli 2022 lalu. Kata mantan istri Gading Marten ini, mereka mendapatkan sanksi administrasi berupa penarikan dan pemusnahan produk berbahaya tersebut.

Saat itu, ucapnya, pihak Madame Gie menarik berbagai produknya pada tanggal 7 Juli 2022. Produk kosmetik berbahaya itu pun dimusnahkan pada tanggal 1 Agustus 2022 lalu.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga yuk video tentang bahaya hidrokuinon yang terdapat dalam beberapa produk kosmetik.



(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya

Mom's Life Amira Salsabila

Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia

Mom's Life Annisa Karnesyia

USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Psikolog Ungkap Momen Anak Paling Sering Meniru Orang Tua

Parenting Nadhifa Fitrina

Dari Serat hingga Skyr, Ini 7 Tren Makanan Sehat di 2026

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen

USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran

11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya

Dari Serat hingga Skyr, Ini 7 Tren Makanan Sehat di 2026

Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK